FiqihKonsultasi

Berpakaian Syari Dalam Ber Muamalah

Pendaftaran Mahad Bimbingan Islam

Berpakaian Syari Dalam Ber Muamalah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Berpakaian Syari Dalam Ber Muamalah, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, semoga Allah mudahkan urusan ustadz.. Ijin bertanya, bagaimana hukum menggunakan cadar sementara kita merasa saat memakainya menjadi pusat perhatian dan menjadi semakin cantik dilihat penampilannya? 

 جزاك اللهُ خيراً

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Mengenakkan pakaian yang bersesuaian dengan sifat-sifat yang sesuai dengan syariat adalah dituntut dan masuk kategori berpegang teguh dengan ajaran syariat dan berupaya untuk mendakwahkannya,

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf:108).

Memakai pakaian hijab syar’i di tengah manusia yang di zaman sekarang penuh dengan keterbukaan, mengumbar aurot, tidak memperhatikan norma berpakaian islami, jika anda konsisten dengan pakaian syar’i tersebut, ini justru masuk pada kategori dakwah kepada masyarakat secara tidak langsung, yakni dengan memberikan contoh dan teladan kepada mereka.

Baca Juga:  Shalat Tasbih Dan Dzikir Setelah Shalat Tasbih

Adapun sebatas menjadi perhatian orang, atau omongan orang di belakang, maka yang demikian tidaklah masalah.

Biasanya hal seperti ini didapati di awal-awal saja, adapun jika mereka sudah terbiasa melihat fenomena yang demikian, maka ke depan mereka pun juga akan terbiasa. Ingat hijab syar’i bagi wanita itu menutup kecantikan bukan sebaliknya.

Yang terpenting, tetap jaga hubungan sosial di tengah masyarakat, dengan tetap berbaur dan bergaul dengan mereka dengan batasan-batasan syariat yang ada, tetap bertegur sapa, mengucap salam, bertransaksi jual beli dengan mereka, in sya Allah dengan akhlak yang baik, mereka akan menerima.

Dan zaman sekarang juga zaman keterbukaan, setiap orang bisa dikatakan memiliki televisi, punya gadget, laptop, hp yang tersambung internet, dan sudah biasa tayang di televisi, medsos dan semisalnya gambar atau video wanita bercadar, di sini kita bisa katakan bahwa masyarakat kita in sya Allah sudah mulai terbiasa dengan yang demikian.

Yang penting sebagaimana yang kita sampaikan tadi, yakni tetap jaga interaksi yang baik, jangan terlalu eksklusif dan menutup diri dari pergaulan yang dibolehkan, semoga Allah beri taufiq pada semuanya.

 Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. 
حفظه الله

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button