Berdoa Tanpa Melafalkan Dengan Bahasa Arab bimbingan islam
Berdoa Tanpa Melafalkan Dengan Bahasa Arab bimbingan islam

Berdoa Tanpa Melafalkan Dengan Bahasa Arab

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang berdoa tanpa melafalkan dengan bahasa arab?
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah senantiasa menjaga ustadz dan keluarga serta semua kaum muslimin dimanapun ia berada. Aamiin.

Ustadz, apa boleh berdoa dengan menghafal atau memahami makna/arti doanya saja, tanpa menghafal bahasa arabnya?
Rasanya lebih ngena di hati doanya ketika yang saya lafalkan adalah artinya (bahasa indonesia)

Jazākallāhu khayran…

(Disampaikan oleh Admin T10-G53 )


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Tentang doa yang dilafalkan dalam bahasa pribumi (selain Arab) ada silang pendapat dikalangan para ‘Ulama, sebagian melarang secara mutlaq, sebagian membolehkannya secara mutlaq, dan sebagian lagi membolehkannya jika tidak bisa menggunakan bahasa Arab. Dari 3 pendapat tersebut Insya Alloh yg tepat adalah pendapat terakhir.

Syaikh Sholih Al Munajid hafizhohullah dalam situs beliau Al Islam Sual wa Jawab memberikan penjelasan,

إذا كان المصلي يُحسن الدعاء باللغة العربية فلا يجوز له الدعاء بغيرها
لكن إن كان المصلِّي عاجزاً عن الدعاء بالعربية : فلا مانع من الدعاء بلغته ، على أن يتعلم اللغة العربية أثناء ذلك
وأما الدعاء بغير العربية خارج الصلاة : فلا بأس به ، ولا حرج فيه لاسيما إذا كان حضور قلب الداعي فيه أعظم

“Jika orang yang sholat mampu berdoa menggunakan bahasa Arab dengan baik, maka ia tidak boleh berdoa dengan bahasa selainnya.
Namun jika orang yang sholat tersebut tidak mampu berdoa menggunakan bahasa Arab, maka tidak mengapa ia berdoa dengan bahasa yang ia pahami sembari terus mempelajari bahasa Arab.
Adapun berdoa menggunakan bahasa selain Arab (bahasa pribumi) di luar sholat maka tidak mengapa. Hal semacam ini tidak masalah terlebih lagi jika hatinya semakin khusyuk (semakin memahami) dengan do’a yang ia panjatkan”

Ref: https://islamqa.info/ar/answers/20953/حكم-الدعاء-بغير-العربية-في-الصلاة

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga menerangkan,

والدعاء يجوز بالعربية ، وبغير العربية ، والله سبحانه يعلم قصد الداعي ومراده ، وإن لم يقوِّم لسانه ، فإنَّه يعلم ضجيج الأصوات ، باختلاف اللغات على تنوع الحاجات
مجموع الفتاوى

“Berdoa boleh dengan bahasa Arab dan bahasa selain Arab, Alloh subhanahu wa ta’ala pasti mengetahui maksud dari hamba-Nya walaupun lisannya tidak bisa menyuarakan. Alloh Maha Mengetahui setiap doa dalam berbagai bahasa sebagaimana Alloh pun Maha Mengetahui setiap hajat yang dipanjatkan”
(Majmu’ Al-Fatawa, 22/489-489)

Maka nasihat dari kami, tetaplah khusyuk saat berdoa dengan memahami artinya dan penuh keyakinan akan dikabulkannya doa tersebut, sebagaimana sabda Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Alloh dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Alloh tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai”
[HR Tirmidzi 3479]

Namun jangan lupa terus luangkan waktu untuk mempelajari bahasa arab dan menghafalkan doa berbahasa arab, karena itulah yang terbaik.
Semoga Alloh memudahkan kita semua untuk tetap semangat mempelajari bahasa arab.

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Selasa, 16 Dzulqadah 1441 H/ 07 Juli 2020 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini