AqidahKonsultasi

Bagaimana Hukum Orang Pedalaman Yang Tidak Mengetahui Islam

Bagaimana Hukum Orang Pedalaman Yang Tidak Mengetahui Islam

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Bagaimana Hukum Orang Pedalaman Yang Tidak Mengetahui Islam, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Ustadz, ada pertanyaan tentang masalah udzur bagi orang-orang yang tidak tau. 1. Bagaimana hukumnya ustadz, bagi orang-orang yang ada di pedalaman, yang tidak tersentuh oleh dakwah Islam, mereka tidak beribadah, bagaimana kelak mereka di hadapan Allah Ta’ala? Apakah dicatat juga oleh malaikat, atau bagaimana ustadz?
    2. Jika sudah masuk agama lain kepada mereka, katakanlah Nasrani atau kepercayaan lain, tanpa mereka tau bahwa Islam agama yang benar, dikarenakan tidak tersentuh informasi dan teknologi yang membuat mereka bisa mendapat dan berpikir tentang Islam, bagaimana hukumnya, ustadz? Apakah masih dianggap Al-‘Udzru bil Jahl?

    جزاك اللهُ خيراً

    Jawaban:

    وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
    بِسْـمِ اللّهِ

    Alhamdulillāh
    Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

    Untuk jawaban terkait pertanyaan ini, silahkan antum baca salah satu artikel yang ditulis oleh Ustadz Ammi nur Bait dalam web konsultasi Syariah, berikut linknya:

    Secara ringkasnya:

    Hukum mereka di dunia dan di akhirat dibedakan:

    1. Di dunia, mereka dihukumi secara dhahirnya, jika tidak ada-ada keislamannya maka disikapi sebagaimana non-muslim pada umumnya; tidak dishalati jika ada yang meninggal misalnya.
    2. Adapun di akhirat, maka semuanya kembali kepada Allah Ta’ala. Mereka akan akan diuji oleh Allah dengan suatu perintah. Siapa yang sanggup taat pada perintah ini maka Allah akan selamatkan dia. Sebaliknya, jika dia enggan dan membangkang maka dia akan dicampakkan di neraka.

    Wallahu Ta’ala A’lam.

    Dijawab dengan ringkas oleh: 
    Ustadz Muhammad Idris, Lc. حافظه الله

    Back to top button