Apakah Ada Hutang Ibu Terhadap Anak?

Apakah Ada Hutang Ibu Terhadap Anak?

Apakah Ada Hutang Ibu Terhadap Anak?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apakah ada hutang ibu terhadap anak?
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga ustadz dan keluarga.

Ustadz,  mau bertanya, ibu kami berjanji membelikan kami rumah. Setelah kami di belikan rumah ternyata sertifikat rumah adik saya bermasalah dan biaya pembelian rumah adik di kembalikan kepada ibu saya.
Karena masalah ini ibu saya sudah tidak mau membelikan rumah untuk adik saya, sekarang biaya pembelian rumah juga sudah tidak ada.
Menjadi pertanyaan, apakah ibu berhutang kepada adik saya? Mohon pencerahannya ustadz.

Jazakallahu khayran ustadz, barakallahu fik.

(Disampaikan oleh Fulanah, Disampaikan oleh Admin BiAS T10-G53)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Permasalahan disini lebih tepatnya termasuk dalam pembahasan bolehkah seorang ibu mengambil kembali hadiah yang telah diberikan kepada anaknya?

Hukum asal mengambil kembali hadiah yang telah diberikan adalah haram, hal ini berdasarkan sabda rasulullah ﷺ:

لَيْسَ لَنَا مَثَلُ السَّوْءِ, الَّذِي يَعُودُ فِي هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَرْجِعُ فِي قَيْئِهِ 

“Kita tidak pantas untuk menjadi sebuah perumpaan yang buruk, seperti orang yang mengambil kembali hadiah yang ia berikan perumpaannya adalah seperti seekor anjing yang menjilati muntahnya sendiri”
(HR. Bukhari : 2622).

Namun, berbeda persoalan ketika pelakunya adalah seorang ibu kepada anaknya, karena spesialnya kedudukan orang tua dalam islam terutama seorang ibu. Bahkan orang tua boleh mengambil harta anaknya jika mereka membutuhkan dan tidak memudharatkan si anak. Seseorang pernah mengadu kepada Rasulullah ﷺ, bahwa ayahnya telah mengambil hartanya, lantas beliau ﷺ pun bersabda:

أنت ومالك لأبيك

“Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.”
(HR. Ibnu Majah, no. 2291, dinyatakan shahih oleh syaikh Al-Albani).

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

لا يحلُّ لرجلٍ أن يعطيَ عطيةً ، أو يهبَ هبةً ، فيرجعَ فيها ، إلَّا الوالدَ فيما يعطي ولدهُ

“Tidak halal bagi seseorang memberikan hadiah kepada orang lain, lalu dia ambil kembali hadiah tersebut, kecuali hadiah orang tua untuk anaknya”
(HR. Abu Dawud : 3539).

Kemudian, tidak pantas seorang anak merasa orang tuanya terlebih ibunya memiliki hutang terhadap dirinya yang wajib ditunaikan.
Mengingat anaklah yang banyak memiliki hutang terhadap ibunya, bahkan jika ia berikan semua hartanya itu tidak akan bisa melunasi satu tarikan napas beliau ketika melahirkannya.

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Selasa, 02 Dzulqadah 1441 H / 23 Juni 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS