Reportase

Fawaid Hadist #205 | “Haji perpisahan dan pesan Nabi ﷺ

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

“Kami dahulu sering membicarakan tentang Haji Wada’ (haji perpisahan), sementara Nabi ﷺ masih berada di tengah-tengah kami. Saat itu kami belum memahami apa yang dimaksud dengan Haji Wada’, sampai suatu ketika Rasulullah ﷺ memuji Allah dan menyanjung-Nya, lalu beliau menyebut tentang Al-Masih Ad-Dajjal dan menjelaskan panjang lebar tentangnya.

Beliau ﷺ bersabda:

«مَا بَعَثَ اللهُ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَنْذَرَهُ أُمَّتَهُ، وَإِنَّهُ سَيَخْرُجُ فِيكُمْ، فَمَا خَفِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ شَأْنِهِ فَلَيْسَ يَخْفَى عَلَيْكُمْ أَنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ، وَإِنَّهُ أَعْوَرَ عَيْنٍ الْيُمْنَى، كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ. أَلَا إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ؟» قَالُوا: نَعَمْ. قَالَ: «اللَّهُمَّ اشْهَدْ» ثَلَاثًا، «وَيْلَكُمْ أَوْ وَيْحَكُمْ، انْظُرُوا: لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ»  

“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali ia telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal. Nabi Nuh dan para nabi setelahnya juga telah memperingatkan umat mereka. Jika nanti Dajjal muncul di tengah kalian, maka ada perkara tentang dirinya yang tidak akan samar bagi kalian: sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah, sedangkan Dajjal buta mata kanannya, seakan-akan matanya seperti buah anggur yang menonjol.

Ketahuilah, sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kalian darah dan harta sesama kalian, sebagaimana sucinya hari ini, di negeri ini, dan pada bulan ini.

Bukankah aku telah menyampaikan?” Para sahabat menjawab: “Ya, engkau telah menyampaikan.” Lalu beliau bersabda: “Ya Allah, saksikanlah.” Beliau mengucapkannya tiga kali. Kemudian beliau berkata: “Celaka kalian, atau sungguh kasihan kalian, jangan sampai sepeninggalku kalian kembali kepada kekufuran dengan saling membunuh dan menumpahkan darah di antara kalian.”  [HR. Bukhari, dan sebagian riwayatnya juga terdapat dalam Muslim]

Penjelasan kata sulit

كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ  

“Seakan-akan matanya seperti buah anggur yang menonjol.” Maksudnya mata Dajjal yang buta itu menonjol keluar seperti buah anggur yang mengambang di atas air.

Pelajaran penting dari hadits ini

  1. Semua nabi memperingatkan umatnya dari fitnah Dajjal karena fitnahnya sangat besar dan bahayanya luar biasa. Nabi juga menjelaskan sifat dan bentuk Dajjal yang buruk.  
  2. Penetapan sifat sempurna bagi Allah dan pensucian-Nya dari sifat kekurangan. Allah tidak buta sebelah, sedangkan Dajjal buta sebelah.  
  3. Penetapan kemuliaan tanah haram, Hari Nahr, dan bulan Dzulhijjah.  
  4. Larangan menumpahkan darah dan merampas harta. Dijelaskan pula besarnya kehormatan darah dan harta sesama muslim, serta ancaman keras bagi siapa yang membunuh saudaranya sesama muslim tanpa hak.

_[Referensi utama: Kitab Riyadhus shalihin Wa ma’ahu hasyiyatul Fawaid. Hal. 186]_

Wallahu a’lam

👤Ditulis oleh Ustadz :  Nurhadi Nugroho hafidzhohulloh

Back to top button