Ibadah

Cara Wudhu Dan Sholat Ketika Sakit

Pendaftaran Mahad Bimbingan Islam

Cara Wudhu Dan Sholat Ketika Sakit

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Cara Wudhu Dan Sholat Ketika Sakit. selamat membaca.

Pertanyaan:

Assalamu’alaykum Ustadz… saat ini kondisi Bapak saya sedang sakit (usia lebih kurang 73tahun) dan selalu buang air kecil..saat ini menggunakan pampers dewasa karena sudah sulit untuk bangun ke WC.

Bapak saya tidak melaksanakan sholat karena kondisi tsb. Bagaimana solusinya Pak Ustadz?..

Ditanyakan oleh Sahabat AISHAH (Akademi Shalihah)


Jawaban:

Wa alaikumussalaam warahmatullah..

Semoga kondisi bapak anda segera membaik, dan semoga kesabaran anda merawat bapak anda terhitung amal solih kebaktian yang memperberat timbangan kebaikan anda di yaumil qiyamah.

Adapun terkait sholat, seperti apapun kondisinya maka tidak boleh ditinggalkan, baik tatkala safar, hujan, bencana, perang, maupun sakit. Hanya saja tentunya dalam kondisi yang tidak normal, terkadang ada cara pelaksanaan yang berbeda, tergantung batas kemampuan hamba, dan Allah tidaklah membebani suatu kaum melainkan sesuai batas kemampuan saja, Allah berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”.(QS. al-Baqarah:286).

Kondisi yang dialami ayah anda, tentunya hukum asalnya adalah seorang itu sholatharus dalam kondisi suci, suci dari hadast maupun najis, ini hukum asalnya. Jika kondisi ini masih bisa diusahakan untuk diwujudkan, dengan usaha beliau (ayah) sendiri ataupun dengan bantuan anaknya, maka ini yang dituntut dilakukan.

Namun jika memang hal tersebut sukar untuk diwujudkan, berat untuk harus suci di setiap hendak sholat, karena kondisi fisik ayah yang lemah, juga buang air yang tidak terkontrol, maka yang demikian ada keringanan dan pengevualian.

Baca Juga:  Khawatir Ujub Ketika Menjadi Imam, Ini Solusinya!

Disebutkan dalam fatwa islamqa di bawah asuhan syaikh Muhammad Solih al-Munajjid:

ومن ابتلي بالتبول اللاإرادي، فإنه يجب أن يستعمل ما يمنع انتشار البول، كلاصق أو حفاظة، ثم الوضوء لكل صلاة، فإن شق الوضوء لكل صلاة جاز الجمع بين الظهر والعصر، وبين المغرب والعشاء، تقديما أو تأخيرا. ولا يلزم تبديل الحفاظة، إن أحكم غلقها ، ولم يفرط في ذلك.

“Seorang yang diuji dengan penyakit kencing yang tidak dikehendaki (seperti beser), diwajibkan baginya mengenakkan sesuatu yang bisa menghalangi tersebarnya air kencing seperti pakai pembalut atau popok. Kemudian dituntut untuk melakukan wudhu di setiap sholat. Jika berat melakukan wudhu di setiap sholat, boleh baginya menjamak sholatantara dhuhur dan ashar, atau antara maghrib dan isya dengan jamak takhir atau taqdim. Tidak perlu mengganti popoknya selagi tertutup rapat dan najisnya tidak keluar kemana-mana”.

Lihat:
https://islamqa.info/ar/answers/299091/مقعد-مبتلى-�%A

Wallahu a’lam bis showab

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله

Kamis, 16 Sya’ban 1444H / 9 Maret 2023 M 

Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik di sini

Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button