Artikel

Pengaruh Bergaul dengan Ahli Bid’ah

Oleh: Syaikh Prof. Dr. Abdussalam as Suhaimi hafizhahullah (guru besar Universitas Islam Madinah, Pengajar Di Masjid Nabawi)

Penerjemah: Ustadz Amrullah Akadhinta, S.T 

Pengantar Penerjemah

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Berikut ini tulisan yang bermanfaat yang mengingatkan kita untuk tidak berteman dengan orang-orang buruk karena akan mengakibatkan keburukan. Kami terjemahkan dari tulisan Syaikh Abdussalam as Suhaimi hafizhahullah di akun X beliau. Selamat membaca.

Pengaruh Bergaul Dengan Ahli Bid’ah & Ahli Kalam: Abu Dzar Al-Harawi Sebagai Contoh.

Abu Dzar Al-Harawi adalah Imam, muhaddits, pengembara, Abd bin Ahmad bin Muhammad Al-Harawi Al-Maliki, yang dikenal dengan kunyah Abu Dzar. Ia termasuk perawi paling terkenal dalam Shahih Bukhari yang Maghrib (Maroko) dan Andalusia. Beliau lahir di Herat sekitar tahun 355 H, lalu melakukan perjalanan menuntut ilmu ke Irak, Hijaz, dan Syam. Ia belajar kepada para ulama besar hadits dan memiliki perhatian yang sangat besar terhadap periwayatan hadis hingga menjadi salah satu orang yang paling terpercaya dalam meriwayatkan Shahih Bukhari. Beliau wafat pada tahun 434 H.

Di Antara Guru-Gurunya Yang Paling Menonjol:

1 Ad-Daraquthni

Ad-Daraquthni memiliki hubungan baik dan penghormatan kepada Abu Bakr Al-Baqillani. Ia memujinya dari sisi kecerdasan dan pembelaannya terhadap Islam dalam menghadapi para ahli bid’ah yang menyimpang, sampai dinukil darinya ucapan yang masyhur tentang Al-Baqillani, “Belum pernah terlihat orang seperti dirinya di kalangan ahli kalam”. Inilah sebab yang membuat Abu Dzar menaruh kepercayaan kepada Al-Baqillani.

Adz-Dzahabi dan selainnya menyebutkan bahwa pada Ad-Daraquthni terdapat sedikit kecenderungan kepada takwil dalam sebagian masalah, namun secara umum beliau lebih dekat kepada Ahlul Hadits dibandingkan Asya’irah generasi belakangan.

2 Al-Hakim An-Naisaburi

3 Al-Ashili

Pada awalnya Abu Dzar berada di atas manhaj Ahlul Hadits. Namun kemudian ia terpengaruh oleh ilmu kalam dan paham Asy’ariyah ketika tinggal di Baghdad, bergaul dengan para ahli bid’ah, dan selama perjalanannya di wilayah timur Islam.

Bagaimana Ia Bisa Berpaham Asy’ariyah?

Para penulis biografi menyebutkan bahwa Abu Dzar berjumpa dengan sebagian syaikh Asy’ariyah dan mempelajari ilmu kalam dari mereka. Di antara tokoh yang paling sering disebut adalah: Abu Bakr Al-Baqillani.

Pada masa itu Al-Baqillani termasuk imam besar Asy’ariyah dan salah seorang penyebar utama mazhab tersebut di Irak. Abu Dzar terpengaruh olehnya dan mengambil darinya dasar-dasar takwil serta ilmu kalam. Sejumlah ulama telah menyinggung pengaruh tersebut. Bahkan Adz-Dzahabi menyebutkan dalam biografinya bahwa Abu Dzar memiliki kecenderungan kepada mazhab Al-Asy’ari dan sangat kuat dalam membelanya.

Sebab-Sebab Terpengaruhnya Dengan Asy’ariyah.

Sebab-sebabnya dapat diringkas dalam beberapa hal:

  • Bergaul dengan para ahli kalam di Baghdad, yang pada masa itu menjadi pusat perdebatan dan penyebaran pemikiran Asy’ariyah.
  • Pengagungannya terhadap Al-Baqillani yang terkenal dengan kecerdasan dan kekuatan argumentasi.
  • Anggapannya bahwa ilmu kalam merupakan sarana untuk membela akidah Islam.
  • Kurangnya penyebaran kitab-kitab salaf di sebagian wilayah pada masa itu, khususnya lingkungan yang banyak terjadi perdebatan kalam.

Bagaimana Ia Menyebarkan Asy’ariyah?

Abu Dzar memiliki pengaruh besar dalam masuknya pemikiran Asy’ariyah ke Maghrib (Maroko)dan Andalusia karena ia adalah imam besar dalam bidang hadis. Hal-hal ini ada padanya:

  • Kedudukan ilmiah yang tinggi.
  • Perhatian besar terhadap Shahih Bukhari.
  • Banyaknya murid dan penuntut ilmu yang datang kepadanya.

Di Antara Orang Yang Mengambil Ilmu Darinya Adalah:

  • Al-Khatib Al-Baghdadi
  • Sejumlah besar ulama Maghrib dan Andalusia.

Disebutkan bahwa ketika mengajarkan hadis, ia juga menyampaikan pokok-pokok aqidah Asy’ariyah. Karenanya mazhab tersebut menyebar di kalangan Malikiyah di Maghrib dan Andalusia hingga akhirnya memiliki pengaruh yang luas di sana.

Para Sejarawan Menyebutkan Bahwa Penyebaran Mazhab Asy’ari Di Maghrib Dan Andalusia Disebabkan Oleh Beberapa Faktor, Diantaranya:

  •  Dukungan dan pengaruh kekuasaan.
  • Madrasah-madrasah Nizamiyah pada masa berikutnya.
  • Pengaruh sebagian muhaddits besar seperti Abu Dzar Al-Harawi

Sikap Ahlus Sunnah Terhadap Hal Ini

Ahlus Sunnah memuji Abu Dzar dalam bidang hadis, periwayatan, dan sebagai iman. Namun mereka juga menyebutkan kekeliruannya karena terpengaruh ilmu kalam dan Asy’ariyah.

Oleh sebab itu, ulama seperti Adz-Dzahabi & Ibnu Taimiyah membedakan antara keutamaan beliau dalam hadits dan periwayatan dengan kekeliruannya dalam sebagian masalah sifat-sifat Allah dan ilmu kalam. Banyak ulama menegaskan bahwa kesalahan seorang alim tidak menghapus keutamaannya, namun ia tidak diikuti dalam kesalahannya.

Karena itu para ulama juga mengingatkan bahwa sebagian ahli hadits pernah tertarik kepada Al-Baqillani karena:

  • Kecerdasannya yang luar biasa.
  • Kemampuannya berdebat dan membela Islam.
  • Pujian sebagian ulama kepadanya dalam masalah tertentu.

Padahal ia tetap memegang sejumlah prinsip ilmu kalam yang diselisihi oleh para imam salaf.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa pujian seorang ulama kepada ulama lain tidak berarti persetujuan mutlak dalam seluruh prinsip dan pendapatnya. Seorang ulama bisa memuji orang lain karena, ilmunya, kecerdasan atau jasanya dalam membela Islam pada bidang tertentu, meskipun tetap menyelisihinya dalam masalah-masalah yang lain.

Karenanya, diriwayatkan pula dari Ad-Daraquthni berbagai atsar tentang penetapan sifat-sifat Allah sesuai metode Ahlul Hadits, berbeda dengan metode ahli kalam yang menempuh jalan takwil.

Link artikel asli: https://x.com/i/status/2055883626261127224

Ustadz Amrullah Akadhinta ST

Beliau adalah Alumni S1 Teknik Sipil UGM, Alumni Ma'had Al-'Ilmi, | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial sebagai Pengasuh Twitulama. Ketua Yayasan Bimbingan Islam. Sekretaris KIPMI. Pembina Yayasan Muslim Merapi
Back to top button