Artikel

Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal dalam Islam

Bismillah, walhamdulillah, was-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah.

Kematian orang tua bukanlah akhir dari bakti seorang anak (birrul walidain). Islam adalah agama yang sempurna yang membuka pintu kebaikan seluas-luasnya, bahkan ketika seseorang telah berpindah ke alam barzakh. Bakti yang dilakukan setelah orang tua wafat justru memiliki nilai ketulusan yang tinggi karena tidak ada lagi unsur riya atau pamrih di hadapan manusia.

Berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, berikut adalah beberapa cara utama bagi seorang anak untuk terus berbakti kepada orang tuanya yang telah wafat:

1. Mendoakan dan Memohonkan Ampun (Istighfar)

Ini adalah amalan yang paling utama dan disepakati oleh para ulama. Doa anak yang saleh adalah salah satu dari tiga amalan yang pahalanya tidak terputus bagi orang tua.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، أَنَّى لِي هَذِهِ؟ فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga, lalu ia bertanya: ‘Wahai Rabb, dari mana aku dapatkan ini?’ Allah menjawab: ‘Berkat istighfar (permohonan ampun) anakmu untukmu’.” (HR. Ahmad).

2. Bersedekah Atas Nama Orang Tua

Para ulama sepakat bahwa pahala sedekah yang diniatkan untuk orang mati akan sampai kepada mereka dan bermanfaat di alam kubur. Bentuknya bisa berupa sedekah uang, memberi makan fakir miskin, atau sedekah jariyah seperti membangun sumur, jalan, mewakafkan mushaf Al-Qur’an, membangun masjid dll.

Dalam sebuah hadis, seorang sahabat bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ أُمِّي افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا، وَأُرَاهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ

“Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara tiba-tiba, dan aku menduga jika ia bisa berbicara maka ia akan bersedekah. Apakah ia akan mendapat pahala jika aku bersedekah atas namanya?’ Beliau menjawab: ‘Ya’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Menunaikan Janji dan Hutang Mereka

Jika orang tua meninggalkan hutang; baik kepada manusia maupun utang kepada Allah seperti nazar atau haji yang belum terlaksana, maka anak berkewajiban untuk menyelesaikan utang piutang, ahli waris harus segera dilunasi dari harta waris sebelum dibagikan. Jika mereka mampu namun belum sempat haji, anak bisa menghajikannya (badal haji), dengan syarat anak tersebut sudah haji untuk dirinya sendiri, bisa juga dengan mengumrohkan (badal umrah).

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ شَهْرٍ، أَفَأَقْضِيهِ عَنْهَا؟

“Ya Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia dan ia memiliki utang puasa satu bulan, apakah aku harus membayarkan nya untuknya?”
Beliau bersabda:

  نَعَمْ» قَالَ: فَوَلَا تَقْضِي عَنْهَا؟

“Ya. Seandainya ibumu memiliki utang (kepada manusia), apakah engkau akan melunasinya?”

Ia menjawab: “Ya.”

Beliau bersabda:

فَدَيْنُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُقْضَى

“Maka utang kepada Allah lebih berhak untuk dilunasi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Menyambung Silaturahmi dengan Kerabat dan Sahabat Orang Tua

Bakti juga mencakup menjaga hubungan baik dengan kerabat dan sahabat; orang-orang yang dicintai oleh orang tua semasa hidupnya, seperti saudara kandung mereka (paman/bibi), terlebih kerabat yang orang tua menjadi kunci tersambungnya silaturahmi antar kerabat. atau sahabat-sahabat karib mereka. Bentuknya bisa berupa memberikan hadiah, berkunjung, atau sekadar berbuat baik kepada sahabat lama orang tua kita. Ini menunjukkan penghormatan anak terhadap apa yang dihormati orang tuanya dahulu.

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ

“Sesungguhnya bakti yang paling utama adalah seseorang menyambung hubungan dengan teman-teman baik ayahnya setelah ayahnya meninggal.” (HR. Muslim).

Rangkuman Amalan Bakti Pasca-Wafat Ortu

 

Jenis Amalan Keterangan
Doa & Istighfar Memohonkan rahmat dan ampunan setiap waktu (rutin).
Sedekah Meniatkan harta yang disedekahkan untuk orang tua.
Pelunasan Utang Menyelesaikan urusan tanggungan duniawi orang tua.
Silaturahmi Menghubungi kerabat dan sahabat orang tua.
Badal Ibadah Menghajikan atau mengumrahkan jika syarat terpenuhi.

 

Bagi Anda yang merasa belum maksimal berbakti semasa mereka hidup, jangan berputus asa. Pintu birrul walidain tetap terbuka lebar. Konsistensi Anda dalam mendoakan mereka dan menjaga nama baik serta hubungan kekerabatan mereka adalah bukti nyata bakti seorang anak yang saleh.

Semoga Allah mengampuni orang tua kita, melapangkan kubur mereka, dan mengumpulkan kita kembali di jannah-Nya.

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Ditulis oleh: Ustadz Ahmad Anshori, Lc., M.Pd.

Ustadz Ahmad Anshori, Lc. M.Pd.

Ustadz Ahmad Anshori, Lc., M.Pd. حفظه الله Alumni Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia (S1) & Manajemen Pendidikan UNY (S2). Pembina di Rumuz for Islamic School Managers, Diniyyah Gistrav Islamia School dan Direktur PP Darussalam Tanjung Telang, dai dari Jogjakarta.
Back to top button