Fiqih

Jika Safar Bolehkah Mengusap Khuf Lebih Dari 3 Hari

Jika Safar Bolehkah Mengusap Khuf Lebih Dari 3 Hari

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Jika Safar Bolehkah Mengusap Khuf Lebih Dari 3 Hari. selamat membaca.

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

ahsanallahuilaikum ustadz, Afwan ustadz ana izin bertanya, apabila seorang sedang safar dan sudah pernah berwudhu dengan mengusap khuf, kemudian ia melepas khufnya sebelum 3 hari 3 malam.

Apakah ketika ia menggunakan khuf kembali ia masih boleh ketika berwudhu mengganti mencuci kaki dengan mengusap atas khufnya? Jazaakumullahu khayran wa baarakallahu fiikum ustadz.

Ditanyakan oleh Santri Mahad Bimbingan Islam


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wwabrokatuh

Aamiin, semoga juga antum dan kita semua senantiasa dalam kebahagiaan dan penjagaanNya.

Sebagaimana yang disebutkan di dalam hadist terkait dari Shafwan bin ‘Assal, ia berkata,

فَأَمَرَنَا أَنْ نَمْسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ إِذَا نَحْنُ أَدْخَلْنَاهُمَا عَلَى طُهْرٍ ثَلاَثاً إِذَا سَافَرْنَا وَيَوْماً وَلَيْلَةً إِذَا أَقَمْنَا وَلاَ نَخْلَعَهُمَا مِنْ غَائِطٍ وَلاَ بَوْلٍ وَلاَ نَوْمٍ وَلاَ نَخْلَعَهُمَا إِلاَّ مِنْ جَنَابَةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami untuk mengusap khuf yang telah kami kenakan dalam keadaan kami suci sebelumnya. Jangka waktu mengusapnya adalah tiga hari tiga malam jika kami bersafar dan sehari semalam jika kami mukim. Dan kami tidak perlu melepasnya ketika kami buang hajat dan buang air kecil (kencing). Kami tidak mencopotnya selain ketika dalam kondisi junub.” [HR. Ahmad 4/239]

Bila seseorang mukim/tidak safar maka diperbolehkan untuk mengusap khufnya tanpa harus melepasnya selama persyaratan terpenuhi. Waktu hitungannya adalah dimulai dari mengusap pertama kali setelah berhadats. Demikian pendapat Imam Ahmad, Imam Al-Auza’i, Imam Nawawi, Ibnul Mundzir, dan Ibnu ‘Utsaimin.

Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan “musafir mengusap” atau “mukim mengusap”. Ini menunjukkan bahwa waktu permulaan sebagai hitungan memulai mengusap adalah ketika mengusap khuf pertama kali. Demikian pemahaman tekstual (zahir) dari hadits. Wallahu a’lam. (Shahih Fiqh As-Sunnah, 1:152)

Sehingga bila seseorang sebelum waktunya telah melepas khufnya, maka setelah ia berwudhu seperti biasanya dan memasukkan khufnya kembali maka ia mendapatkan kembali kesempatan untuk mengusap khufnya selama 3 hari kedepan bila dalam keadaan safar.begitu seterusnya.

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله

Jum’at, 14 Jumadil Akhir 1444H / 6 Januari 2023 M 


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid
Back to top button