Artikel

Tanda-Tanda Kiamat Besar : Perang Besar dan Kemunculan Pemimpin Akhir Zaman

Bismillah, walhamdulillah, wash-shalaatu was-salaamu ‘ala Rasulillah.

Melanjutkan pembahasan sebelumnya mengenai perang besar di akhir zaman (Al-Malhamah Al-Kubra), ada beberapa poin krusial yang perlu diperinci agar kita mendapatkan gambaran yang utuh sesuai dengan pemahaman para ulama:

1. Koalisi Muslim-Romawi Melawan Musuh Bersama

Terdapat riwayat dari Dzi Mukhammar radhiyallahu ‘anhu mengenai adanya periode perdamaian (sulh) antara umat Islam dan bangsa Romawi sebelum meletusnya perang besar. Mereka akan bersatu memerangi satu musuh bersama.

Meskipun terdapat variasi redaksi (ikhtilaf al-lafz) dalam riwayat-riwayat tersebut, maknanya tetap satu:

  •     Riwayat Abu Dawud:

ستصالحون الروم صلحا آمنا فتغزون أنتم وهم عدوا من ورائكم

“Kalian akan mengadakan perdamaian yang aman dengan bangsa Romawi, lalu kalian dan mereka akan memerangi musuh dari belakang kalian (min wara’ikum)..”

  •     Riwayat Ahmad:

من ورائهم.

“…musuh di belakang mereka (min wara’ihim).”

  •     Riwayat Ibnu Majah:

ثم تغزون أنتم وهم عدوا.

 “…kemudian kalian dan mereka memerangi musuh (tanpa tambahan kata belakang).”

  •     Riwayat Ath-Thabrani:

عدوا من ورائكم أو ورائهم

Ada keraguan perawi apakah “di belakang kalian” atau “di belakang mereka”.

Perbedaan redaksi ini tidak mengubah esensi hadis. Para ulama menyimpulkan bahwa umat Islam dan Romawi akan memiliki satu musuh bersama yang akan diperangi dalam sebuah koalisi sebelum akhirnya pihak Romawi berkhianat dan memicu Al-Malhamah Al-Kubra.

2. Siapa Pemimpin Umat Islam Saat Al-Malhamah?

Meskipun tidak ditemukan teks yang menyebutkan nama pemimpin tersebut secara sharih (eksplisit) di setiap hadis perang, metode para ulama dalam menyusun bab (tarjamah) kitab-kitab hadis memberikan petunjuk kuat.

Al-Hafiz Ibnu Katsir dalam kitab An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menempatkan bab peperangan melawan Romawi tepat setelah pembahasan tentang Al-Mahdi. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin besar yang dimaksud adalah Al-Mahdi.

Syaikh Hamud At-Tuwaijiri menjelaskan bahwa pemimpin pasukan yang menaklukkan Konstantinopel (yang terjadi setelah Al-Malhamah) adalah seorang dari keturunan (itrah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadis Abu Hurairah disebutkan:

يجيش الروم على وال من عترتي، اسمه يواطئ اسمي، فيلتقون بمكان يقال له: العماق، فيقتتلون، فيقتل من المسلمين الثلث أو نحو ذلك، ثم يقتتلون يومًا آخر، فيقتل من المسلمين نحو ذلك، ثم يقتتلون اليوم الثالث، فيكون على الروم، فلا يزالون حتى يفتحوا القسطنطينية

“Bangsa Romawi akan menghimpun kekuatan (menyerang) melawan seorang penguasa dari keturunanku yang namanya serupa dengan namaku. Mereka kemudian bertemu di suatu tempat yang disebut ‘Al-’Amaq’, lalu terjadilah peperangan. Sepertiga kaum Muslimin—atau sekitar itu—akan gugur. Kemudian mereka berperang lagi di hari lain, dan sekitar jumlah itu pula dari kaum Muslimin kembali gugur. Lalu pada hari ketiga, mereka berperang kembali, dan kekalahan menimpa bangsa Romawi. Kaum Muslimin terus merangsek maju hingga mereka menaklukkan Konstantinopel.”

3. Rentang Waktu Antara Al-Malhamah dan Dajjal

Para ulama mencatat adanya perbedaan riwayat mengenai jarak waktu antara perang besar ini dengan munculnya Dajjal:

  1. Riwayat Mu’adz bin Jabal: Jaraknya hanya 7 bulan.
  2. Riwayat Abdullah bin Busr: Jarak antara Al-Malhamah dan penaklukan kota (Konstantinopel) adalah 6 tahun, dan Dajjal keluar pada tahun ke-7.

Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyatakan bahwa sanad hadis Abdullah bin Busr lebih shahih dibandingkan hadis Mu’adz bin Jabal.

4. Tegaknya Khilafah, Sebelum atau Saat Al-Mahdi?

Mengenai kembalinya Khilafah di atas Manhaj Kenabian, Syaikh Muhammad bin Ismail Al-Muqaddam dalam kitabnya Fiqh Asyrath as-Sa’ah membagi pendapat ulama menjadi dua jalur (maslak):

  •     Jalur Pertama: Keterasingan Islam akan terus meningkat hingga Al-Mahdi muncul. Artinya, khilafah dan keadilan yang sempurna baru tegak bersamaan dengan kepemimpinan Al-Mahdi.
  •     Jalur Kedua: Akan tegak terlebih dahulu Khilafah ala Minhaajin Nubuwwah sebelum Al-Mahdi, atau setidaknya umat Islam akan mengalami kebangkitan (nahdhah) yang menyeluruh sehingga saat Al-Mahdi muncul, segala perangkat kepemimpinan sudah siap dan beliau tinggal memimpinnya.

Kesimpulan:

Peristiwa Al-Malhamah Al-Kubra adalah titik balik besar sejarah umat manusia. Ia diawali dengan koalisi melawan musuh bersama, diikuti pengkhianatan Romawi, dan dipimpin oleh keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Al-Mahdi) menuju penaklukan-penaklukan besar sebelum fitnah Dajjal melanda dunia.

Wallahu A’lam.

 

Referensi:

Islamweb. (2016, April 14). Al-Malhamah al-Kubra: Waqtuha wa Sababu Qiyamiha [Huru-hara Besar: Waktu dan Sebab Terjadinya]. Islamweb.net. https://www.islamweb.net/ar/fatwa/321898/الملحمة-الكبرى-وقتها-سبب-قيامها

Ditulis Oleh: Ustadz Ahmad Anshori, Lc., M.Pd

Ustadz Ahmad Anshori, Lc. M.Pd.

Ustadz Ahmad Anshori, Lc., M.Pd. حفظه الله Alumni Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia (S1) & Manajemen Pendidikan UNY (S2). Pembina di Rumuz for Islamic School Managers, Diniyyah Gistrav Islamia School dan Direktur PP Darussalam Tanjung Telang, dai dari Jogjakarta.
Back to top button