Tanda-Tanda Kiamat Besar dan Sebab Terjadinya Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Bismillah, walhamdulillah, wash-shalaatu was-salaamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala aalihi wa shahbihi waman waalaah.
Al-Malhamah Al-Kubra adalah peperangan dahsyat yang terjadi antara umat Islam melawan bangsa Romawi di akhir zaman, sesaat sebelum keluarnya Dajjal. Peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian tanda-tanda kiamat besar yang terjadi secara berurutan.
Berikut adalah beberapa poin penjelasan terkait hal tersebut:
Pertama, Urutan Peristiwa
Satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa tanda-tanda kiamat besar (Ayat al-Kubra) terjadi secara berurutan dalam waktu yang sangat singkat. Dr. Umar bin Sulaiman al-Asyqar dalam kitabnya Al-Qiyamah ash-Shughra mengibaratkan urutan ini seperti kalung mutiara yang putus talinya; jika satu butir jatuh, maka butir-butir lainnya akan jatuh menyusul tanpa tertunda. Hal ini didasari oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
الأمارات خرزات منظومات في سلك، فإن يقطع السلك يتبع بعضها بعضاً
“Tanda-tanda (kiamat) itu laksana butiran mutiara yang terangkai dalam seutas tali. Jika tali itu putus, maka sebagiannya akan mengikuti sebagian yang lain (jatuh berurutan).” (HR. Ahmad dan Al-Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani).
Secara spesifik, urutan peristiwa menjelang kiamat adalah sebagai berikut:
- Kemakmuran Baitul Maqdis yang diikuti dengan kehancuran Madinah (Yatsrib).
- Keluarnya Al-Malhamah: Perang besar antara Muslim dan Romawi.
- Penaklukan Konstantinopel: Terjadi setelah kemenangan Muslim di Al-Malhamah.
- Munculnya Dajjal: Keluar setelah penaklukan Konstantinopel.
- Turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam: Beliau akan membunuh Dajjal.
- Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj: Terjadi di zaman Nabi Isa, lalu Allah membinasakan mereka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عمران بيت المقدس خراب يثرب، وخراب يثرب خروج الملحمة، وخروج الملحمة فتح القسطنطينية، وفتح القسطنطينية خروج الدجال
“Makmurnya Baitul Maqdis adalah (tanda) runtuhnya Yatsrib, runtuhnya Yatsrib adalah (tanda) keluarnya Al-Malhamah, keluarnya Al-Malhamah adalah (tanda) penaklukan Konstantinopel, dan penaklukan Konstantinopel adalah (tanda) keluarnya Dajjal.” (HR. Abu Dawud).
Kedua, Sebab Terjadinya dan Musuh di Belakang Umat Islam
Mengenai sebab peperangan ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam hadis dari Dzi Mukhammar radhiyallahu ‘anhu:
“Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Romawi dalam keadaan aman. Lalu kalian dan mereka akan memerangi suatu musuh di belakang kalian…” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Perbedaan redaksi riwayat (seperti “musuh di belakang kalian” atau “musuh di belakang mereka”) tidak mengubah makna dasar: bahwa sebelum perang besar terjadi, umat Islam dan Romawi sempat berkoalisi menghadapi musuh bersama. Namun, setelah kemenangan diraih, pihak Romawi berkhianat dengan mengangkat salib dan mengklaim kemenangan karena salib tersebut. Hal inilah yang memicu kemarahan umat Islam dan menjadi sebab pecahnya Al-Malhamah Al-Kubra.
Ketiga, Pemimpin Umat Islam saat Al-Malhamah
Meskipun tidak ada teks yang secara eksplisit menyebutkan nama pemimpinnya dalam setiap tahapan, banyak ulama; seperti Ibnu Katsir dalam kitab An-Nihayah fil Fitan wal Malahim dan Syaikh Hamud At-Tuwaijiri dalam kitab Ithaful Jama’ah mengisyaratkan bahwa pemimpin umat Islam saat itu adalah Al-Mahdi.
Dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Romawi akan menyerang seorang penguasa dari keturunan Nabi (itrah), yang namanya sama dengan nama Nabi (Muhammad bin Abdillah). Pasukan inilah yang nantinya akan terus maju hingga menaklukkan Konstantinopel.
Keempat, Khilafah di Atas Manhaj Kenabian
Mengenai khilafah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan kabar gembira bahwa di akhir zaman akan kembali tegak Khilafah yang mengikuti Manhaj Kenabian (Khilafah ‘ala Minhaajin Nubuwwah).
Para ulama berbeda pendapat mengenai waktunya:
- Sebagian berpendapat bahwa keterasingan Islam (ghurbah al-Islam) akan terus meningkat hingga munculnya Al-Mahdi.
- Sebagian lain berpendapat akan tegak kekhalifahan yang sesuai dengan manhaj kenabian sebelum munculnya Al-Mahdi, atau setidaknya umat akan bangkit dengan kebangkitan yang menyeluruh, sehingga tidak ada yang tersisa kecuali kemunculan sang pemimpin (Muhammad bin Ismai’l, Kitab Fikih Asy-rathis Syaa’ah).
Kesimpulan:
Al-Malhamah Al-Kubra adalah perang akhir zaman yang dipicu oleh pengkhianatan bangsa Romawi setelah sebelumnya berdamai dengan Muslim. Peristiwa ini dipimpin oleh Al-Mahdi dan akan berakhir dengan kemenangan umat Islam, yang kemudian diikuti dengan penaklukan Konstantinopel dan munculnya Dajjal.
Wallahu A’lam.
Ditulis oleh: Ustadz Ahmad Anshori Lc., M.Pd.