06 Ustadz Ahmad MZ - Memelihara Sunah dan Adab nya

Bismillāhirrahmānirrahīm
Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh
Alhamdulillāh, washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in. ‘Amma ba’d

Alhamdulillāh, Berikut link download audio dan ringkasan kajian Memelihara Sunnah & Adab-Adabnya bersama oleh Ustadz Ahmad Mz  hafizhahullah pada Hari Kamis, 2 Rajab 1438 H | 29 Maret 2017 pada pukul 20.00 WIB sd selesai bertempat di Masjid Al Muhibbah Wonocatur Jogjakarta ( https://goo.gl/maps/p8aQUYhS74t ) dan disiarkan langsung di bimbinganislam.com.

Silakan Download audio kajian di atas pada tombol di bawah ini

Berikut poin-poin ringkasan kajian yang disampaikan :

  1. Sunnah dalam hal ini tidak terbatas pada perspektif fiqih namun mencakup keseluruhan ajaran yang dibawah oleh Rasūlullāh Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.Perintah menjaga sunnah dan adab-adabnya nya, salah satunya adalah menggunakan kalender hijriyah. Jika memakai kalender hijriyah, maka tidak akan terjadi khilaf dalam penetapan puasa.
  2. Allāh Subhānahu wa Ta’ālā memerintahkan untuk mengambil semua ajaran/ taat kepada Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan meninggalkan semua yang dilarang Rasūlullāh Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
  3. Semua ajaran yang dibawah Rasūlullāh Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah Wahyu dari Allāh Subhānahu wa Ta’ālā.
  4. Bukti Cinta kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ālā adalah dengan mengikuti Rasūlullāh Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, baik mencakup aqidah, ibadah, akhlaq dan sebagainya.
  5. Ancaman dari Allāh Subhānahu wa Ta’ālā jika tidak mengikuti Rasūlullāh Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, pada hakekatnya mereka tidaklah beriman sampai mereka menjadikan Rasūlullāh Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebagai hakim

Jika ada perselisihan pendapat dikembalikan kepada Allah dan Rasul Nya.

  1. Tiga (3) tingkatan dalam Islam ; Islam, iman (tidak berat hati menerima ketetapan dari Allāh Subhānahu wa Ta’ālā dan Rasul Nya), Ihsan (berserah diri)
  2. Perintah taat kepada ulil Amri tidak bersifat mutlak, selama dalam kebaikan wajib taat namun sebaliknya jika maksiat tidak wajib taat.
  3. Barangsiapa taat kepada Rasul sama dengan taat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ālā dan siapa yang menentang Rasul sama saja dengan menentang Allāh Subhānahu wa Ta’ālā.
  4. Ahlus Sunnah memandang bahwa maksiat kepada seorang amir (pemimpin) yang muslim merupakan perbuatan maksiat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
  5. Menentang Allāh Subhānahu wa Ta’ālā dan Rasul akan ditimpa musibah/bencana/fitnah.
  6. Solusi segala permasalahan adalah kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah.
  7. Jika Orang tua memberikan banyak untuk anak maka si anak akan patuh, Allāh Subhānahu wa Ta’ālā bahkan memberikan lebih dari itu sehingga seharusnya bisa lebih patuh kepada Allah.
  8. Seorang tidak akan masuk surga jika di dalam hatinya ada kesombongan.

Rasūlullāh Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. (HR. Muslim no. 91)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Hadist ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka, serta menolak kebenaran” (Syarah Shahih Muslim Imam Nawawi, II/163, cet. Daar Ibnu Haitsam)

  1. Tidak boleh memberontak kepada pemimpin Muslim
  2. Sunnatullah bahwasanya perselisihan yang banyak di akhir zaman semuanya merasa paling benar, obatnya adalah ;

➡️ wajib berpegang pada sunnah dan sunnah khulafaur rasyidin, gigitlah dengan gigi geraham.

➡️ jauhilah segala perkara yang baru (dalam agama) karena setiap perkara baru dalam agama (bid’ah) adalah sesat. Jangan menolak sunnah, sekalipun belum mampu mengamalkannya

  1. Meluruskan dan merapatkan shaf adalah salah satu sebab persatuan umat Islam, atau Allah akan membuat wajah2 kalian berselisih.

Rasūlullāh Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عن النُّعْمَانِ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَوِّي الصَّفَّ حَتَّى يَجْعَلَهُ مِثْلَ الرُّمْحِ أَوْ الْقِدْحِ قَالَ فَرَأَى صَدْرَ رَجُلٍ نَاتِئًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ

Dari An-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa meluruskan shaf sehingga Beliau menjadikannya seperti tombak atau anak panah (karena sangat lurusnya-pen). Kemudian Beliau melihat dada seorang laki-laki menonjol, maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Luruskanlah shaf-shaf kamu atau Allâh benar-benar akan menjadikan hati kamu berselisih”. [HR. Ibnu Mâjah, no. 994; An-Nasai, no. 810. Hadits ini dinilai shahih oleh Al-Albani rahimahullah]

Semoga bermanfaat.

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan. [HR. Muslim, 3509]

Jazakumullohu Khoiron wa Barokallohu Fiikum

——————————

Dukung terus dakwah sunah Bimbingan Islam!!!

Salurkan donasi terbaik Anda di :

| Bank Mandiri Syariah | Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer Via WA/SMS & Informasi ;  0811-280-0606 (BIAS CENTER 06)

AKUN SOSIAL MEDIA BIMBINGAN ISLAM (BiAS)
Klik di bawah ini untuk mengikuti akun Sosial Madia BiAS

Youtube
Facebook
Twitter
Instagram