Syubhat HTI

Pertanyaan:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, mohon penjelasan tentang apa yang dituduhkan oleh sebagian orang H** bahwa kita yang baru kenal sunah dianggap hanya mengotak-atik masalah fiqih. Berikut kami sampaikan apa yang mereka sampaikan ke kami yang baru belajar mengenal sunah

“Tiada ada kemuliyaan tanpa islam, Tiada islam tanpa syariah, Tiada syariah tanpa Khilafah, Kholifah lah yang akan menjaga umat islam untuk melaksanakan syariahnya yang sudah terikat dengan Aqidahnya.

Itulah yang dicontohkan Rosulallah, kalau antum sekalian mau mencontoh Rosulallah contohlah apa yang sudah dilakukannya, bukan hanya teorinya saja ikuti Al Quran dan As Sunnah, prakteknya tidak mau, hanya ngutak ngatik masalah Fiqh saja.”

Mohon dijelaskan agar mendapat pencerahan tentang kiriman tulisan di atas.

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS N05 G-21

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Cara paling efektif dalam menyikapi tulisan atau BC di atas adalah dengan mengabaikannya, bukan dengan menanggapinya. Mengapa? Karena itu adalah syubhat ahlul batil yang mesti kita hindari, bukan kita buka mata dan telinga kita menampungnya.

Syubhat ibarat musuh yang berniat menyerang kita yang sedang berada dlm rumah yang terkunci rapat. Selama kita tidak membuka diri terhadapnya; maka kita akan aman. Namun bila kita membuka diri, maka kita akan diserang… dan setelah diserang, belum tentu kita kuat untuk melawannya… dan belum tentu kita mendapat pertolongan dari orang lain yang memadai untuk menyingkirkan musuh tsb… atau kita bisa terhindar dari serangannya setelah terluka dan kesakitan, walaupun tidak sampai tewas.

Nah, orang yang sering membaca dan menyimak tulisan/pemikiran/pendapat dari kalangan yang tidak bermanhaj dengan manhaj salafus shalih, seperti HTI, IM, dan lain-lain. Ibarat orang yang sudah tahu di luar rumah banyak musuh mengintai, namun ia sengaja keluar rumah, bila dia orang awam, maka ibarat orang yang keluar rumah tanpa senjata, jelas ia akan jadi santapan empuk.

Saran ana: Abaikan saja tulisan tersebut, dan delete dari memori anda. Selesai.

Kalau masih mengganjal, maka yakinlah bahwa kata-kata ‘Tidak ada syariah tanpa khilafah’ itu adalah bumerang bagi yang mengucapkannya, dan bisa berdampak pada batilnya keislaman seluruh kaum muslimin.

Sebab konsekuensinya ialah bahwa umat islam semua (termasuk HTI) berada di luar syariat, karena realitanya sejak runtuhnya khilafah Turki Utsmani th 1924, umat Islam tidak punya khilafah.

Dengan tidak adanya khilafah, berarti tidak ada syariat, Dengan tidak adanya syariat, berarti tidak ada islam, Dengan tidak adanya islam, berarti kita semua yang mengaku muslim hakikatnya adalah kafir.

Bukankah begitu ? Jelas ini adalah analogi yang batil sekali, yang berarti percuma saja mereka koar-koar meneriakkan khilafah, toh keislaman mereka tidak sah.

Konsultasi Bimbingan Islam

Dijawab oleh Ustadz Dr. Sufyan Baswedan Lc MA