Ibadah

Sholat Wajib Tidak Diawal Waktu, Bolehkah Sholat Sunnah Qobliyah Atau Ba’diyah?

Sholat Wajib Tidak Diawal Waktu, Bolehkah Sholat Sunnah Qobliyah Atau Ba’diyah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Sholat Wajib Tidak Diawal Waktu, Bolehkah Sholat Sunnah Qobliyah Atau Ba’diyah? selamat membaca.

Pertanyaan:

assalamualaikum ustadz, izin bertanya, bagaimana ketika kita sholat wajibnya tidak tepat waktu apakah masih dianjurkan untuk sholat sunnah rawatib baik qobliyah maupun ba’diah?

Ditanyakan oleh Santri Mahad Bimbingan Islam


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh

Sebagaimana yang diketahui, bahwa shalat rowatib adalah shalat yang mengiringi shalat fardhu. Sehingga bila shalat fardhu akan di lakukan maka diperbolehkan seseorang untuk menjalankan shalat rowatib, Ini adalah pendapat dari madzhab syafi`iyah, Hanabilah dan juga pendapat dari Ibnu tamiyah, Ibnul Qayyim dan syekh ibnu Utsaimin.

Diantara dalil yang melandasi pendapat tersebut apa yang disebutkan dalam hadist Anas bin Malik radhiyallahu anhu bahwa Nabu shallallahu alaihi wasallam bersabda,”

“مَنْ نَامَ عَنْ صَلاَةٍ أَوْ نَسِيَهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذاَ ذَكَرَهَا، ).”

‘Barangsiapa yang tertidur atau lupa dari mengerjakan shalat, maka kafarat (denda)nya adalah ia mengerjakannya di saat ia mengingatnya, dan tidak ada kafaratnya selain itu, .”‘( HR. Bukhari dan Muslim)

Shalat terlewat dari waktunya pernah dialami oleh Nabi shallallahu alahi wasallam akibat tertidur dan perang, disebabkan kelelahan yang sangat dalam suatu peperangan.

عَنْ أَبِى قَتَادَةَ قَالَ : …فَمَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الطَّرِيقِ فَوَضَعَ رَأْسَهُ ثُمَّ قَالَ احْفَظُوا عَلَيْنَا صَلاَتَنَا. فَكَانَ أَوَّلَ مَنِ اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَالشَّمْسُ فِى ظَهْرِهِ قَالَ فَقُمْنَا فَزِعِينَ … ثُمَّ أَذَّنَ بِلاَلٌ بِالصَّلاَةِ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ صَلَّى الْغَدَاةَ فَصَنَعَ كَمَا كَانَ يَصْنَعُ كُلَّ يَوْمٍ

“Dari Abu Qatadah, ia berkata: … Kemudian Rasulullah saw menepi dari jalan, beliau berbaring dan berkata: “Jagalah untuk kami shalat kami.” Tetapi ternyata yang paling awal bangun adalah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Sinar matahari saat itu sudah mengenai punggungnya. Kami pun bangun dalam keadaan terkejut… Bilal kemudian adzan shalat. Rasulullah lalu shalat dua raka’at (qabla shubuh), kemudian shalat shubuh. Beliau mengerjakan shalat sebagaimana yang beliau kerjakan setiap hari”. (Shahih Muslim kitab al-masajid bab qadlais-shalatil-faitah no. 1594).

Hadist diatas menunjukkan bahwa mengqodho shalat mencakup umum, baik shalat wajib dan shalat sunnah. Sehingga diperbolehkan bagi yang terlambat dalam melaksanakan shalat fardhu untuk melakukan shalat rawatib, baik shalat qobliyah ataupun ba’diyah.

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله

Senin, 13 Sya’ban 1444H / 6 Maret 2023 M 


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid
Back to top button