ArtikelTafsir

Pemuda Ashabul Kahfi Berapa Jumlahnya? 

Allah ta’ala berfirman

{ سَیَقُولُونَ ثَلَـٰثَةࣱ رَّابِعُهُمۡ كَلۡبُهُمۡ وَیَقُولُونَ خَمۡسَةࣱ سَادِسُهُمۡ كَلۡبُهُمۡ رَجۡمَۢا بِٱلۡغَیۡبِۖ وَیَقُولُونَ سَبۡعَةࣱ وَثَامِنُهُمۡ كَلۡبُهُمۡۚ قُل رَّبِّیۤ أَعۡلَمُ بِعِدَّتِهِم مَّا یَعۡلَمُهُمۡ إِلَّا قَلِیلࣱۗ فَلَا تُمَارِ فِیهِمۡ إِلَّا مِرَاۤءࣰ ظَـٰهِرࣰا وَلَا تَسۡتَفۡتِ فِیهِم مِّنۡهُمۡ أَحَدࣰا }

“Nanti (ada orang yang akan) mengatakan,“(Jumlah mereka) tiga (orang), yang keempat adalah anjingnya,” dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) lima (orang), yang keenam adalah anjingnya,“ sebagai terkaan terhadap yang ghaib; dan (yang lain lagi ) mengatakan, “(Jumlah mereka) tujuh (orang), yang kedelapan adalah anjingnya.” Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit.” Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapa pun.” [QS Al-Kahfi: 22]

“Nanti (ada orang yang akan) mengatakan,“(Jumlah mereka) tiga (orang), yang keempat adalah anjingnya,”

Ini Pendapat Pertama.

“dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) lima (orang), yang keenam adalah anjingnya,“

Ini Pendapat Kedua.

“sebagai terkaan terhadap yang gaib;”

Allah sebutkan bahwa kedua pendapat di atas hanya perkiraan saja, tanpa ilmu & tanpa dalil.

“dan (yang lain lagi ) mengatakan, “(Jumlah mereka) tujuh (orang), yang kedelapan adalah anjingnya. Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka;”

Pendapat Yang Ketiga 

Dan inilah pendapat yang benar karena Allah menyalahkan 2 pendapat sebelumnya dan tak menyalahkan pendapat ke-3 ini.

“tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit.”

Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata, “Aku termasuk yang sedikit itu. Jumlah mereka 7 orang, yang ke-8 adalah anjingnya”.

“Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapa pun.”

Jangan engkau berbantahan dengan Ahlul Kitab dan jangan sebut jumlah mereka kecuali berdasarkan apa yang turun kepadamu dan jangan berdebat terlalu dalam karena tidak memberikan manfaat yang signifikan. Jangan pula engkau bertanya kepada mereka setelah diceritakan tentang mereka kepadamu. 

Wallahu a’lam.

Syaikh Prof. Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah 

Ditulis dan diterjemahkan oleh Ustadz: Amrullah Akadhinta, S.T.

Ustadz Amrullah Akadhinta ST

Beliau adalah Alumni S1 Teknik Sipil UGM, Alumni Ma'had Al-'Ilmi, | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial sebagai Pengasuh Twitulama. Ketua Yayasan Bimbingan Islam. Sekretaris KIPMI. Pembina Yayasan Muslim Merapi
Back to top button