Muallaf Menjadi Durhaka?

Muallaf Menjadi Durhaka?

Pertanyaan:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pertanyaan saya mengenai ‘durhaka kepada orang tua’

Suami saya masuk agama islam dan berusaha menjalankannya dengan baik bahkan sudah berhaji.

ان شاء اللّٰه

Sampai akhir hayatnya tetap dalam keadaan islam.

امين.

pertanyaan saya, apakah ini upaya dari orang tuanya, yang mana orang tuanya non muslim dan tidak menyukai islam? melihat dibesarkan oleh orang tuanya.

Sikap saya tetap mendorong suami untuk tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga,tapi semakin kita lakukan, semakin tidak disukai, Apakah ini disebut durhaka ?

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

(Dari Afni fitriani di Taiwan Anggota Grup WA Bimbingan Islam T05 G-74)

JAWAB:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Pertanyaannya agak kurang jelas menurut kami, namun sebatas yang kami fahami, keislaman suami anda bukanlah upaya dari orang tua, mengingat mereka adalah non muslim bahkan tidak menyukai Islam.

Adapun dorongan anda kepada suami agar tetap menjaga hubungan baik dengan orang tua adalah sikap yang benar.

Islam memerintahkan pemeluknya untuk berbakti kepada kedua orang tua, terutama yang sudah lanjut usia.

Hanya saja, ketika keduanya/salah satunya menyuruh si anak untuk melakukan hal-hal yang dilarang dalam agama, maka si anak tidak boleh taat.

Artinya, khusus dalam perintah yang bertentangan dengan agama saja, adapun dalam perintah orang tua lainnya yang sifatnya mubah, maka tetap harus ditaati.

Seorang anak dianggap durhaka kalau dia berlaku kurang ajar seperti membentak, bermuka masam, memaki, mengingkari kebaikan / jasa orang tua, dan apalagi sampai memukulnya.

Bila orang tua tidak senang dan marah karena keislaman kita, maka itu bukanlah karena kita yang salah / durhaka.

Karena betapa pun besar hak orang tua terhadap kita, tetap saja hak Allah jauh lebih besar, sehingga tidak boleh hak Allah (yakni untuk ditaati dan diibadahi dengan benar) dikalahkan demi hak orang tua.

Menjadi seorang muslim adalah perintah Allah. Dan bila seseorang dibenci karena keislamannya, berarti yang membenci tersebut adalah musuh Allah yang tidak boleh ditaati.

Bila ternyata ia adalah orang tua sendiri, maka kita tetap menjaga hubungan baik dengan mereka. Kita nasehati mereka baik-baik, dan doakan mereka agar mendapat hidayah, serta tetap memberikan hak mereka sebagai orang tua.

Wallaahu a’lam.

Referensi:

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=140124

Konsultasi Bimbingan Islam

Dijawab oleh Ustadz Dr. Sufyan Baswedan Lc MA

CATEGORIES
Share This

COMMENTS