Home ETA Menyewakan Pohon Kelapa Untuk Diambil Niranya

Menyewakan Pohon Kelapa Untuk Diambil Niranya

0
Menyewakan Pohon Kelapa Untuk Diambil Niranya

 

Pertanyaan

Dari Ibu Zulfa di Krawang

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, apa hukumnya menyewakan pohon kelapa kepada tengkulak untuk diambil nira untuk dibuat gula merah?
Trimakasih.

Jawaban

Bagaimana hukum menyewakan pohon kelapa.

Menyewakan pohon kelapa selama berapa waktu, jelas al hijaroh. Bila akadnya sewa menyewa, sewa pohon, kegunaannya apa?

Kalau kegunaannya adalah buah, berarti tidak boleh menjual buah sebelum ada malah, bukan sebelum matang malah sebelum ada dan pohon tersentuh.

Wallahua’lam saya tidak mengerti pengambilan nira itu bagaimana. Apakah tanpa ada buah, artinya bisa diambil langsung dari pohonnya tersebut, atau pada waktu-waktu tertentu?

Bila dia memang ada bersama pohon itu dan bisa diambil, ini berarti bukan sewa menyewa namanya, menjual beli nira. Karena sewa menyewa pohon, yang diambil hanya manfaatnya. Umpamanya anda menyewakan rumah, tidak diambil oleh dia rumahnya, yang diambil hanya manfaat menempati rumah ; menyewa motor/menyewa mobil, yang diambil manfaat jasa dari motor dan mobil tersebut.

Kalau yang diambil nira, berarti ini akadnya jual beli, bukan akad al ijaroh atau menyewakan pohon. Jual beli harus jelas, berapa yang dijualkan, berapa jumlahnya harus jelas. Kalau tidak ada dengan jual beli salam juga boleh.

Itu saya jual nira dan tidak ditentukan dari pohon yang ini, maka walhasil kesimpulan akhir dari akad sewa pohon kelapa untuk diambil niranya adalah akad yang salah dan batil, dan fasik. Sebaiknya diulang kembali akadnya yang diinginkan dia apa. Kalau nira, berarti jual beli nira.

Adalah manfaat dari pohon, umpamanya dia pasang disana iklan dipohon anda, karene itu dipinggir jalan umpamanya, ini iya manfaat, boleh menyewa pohon anda selama iklan ini berapa hari. Ini dinamakan sewa.

Tapi kalau yang diinginkan adalah nira dan nira adalah barang dan bukan manfaat, maka ini adalah jual beli .

Wabillahitaufik.

Dijawab oleh :
Ustadz DR. Erwandi Tarmizi, MA

Source :
ETA [Erwandi Tarmizi & Associates]
Selasa 16 Robi’ul Awwal 1439 H / 05 Desember 2017 M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here