Tentang MENYEWAKAN FASILITAS

Pertanyaan

Dari Ibu Ega di Bogor

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ustadz, suami saya adalah seorang ABK kapal, Beliau mendapat fasilitas kamar tidur, namun ketika kamar tidur untuk penumpang habis, maka terkadang ada penumpang yang menyewa fasilitas kamar tidur suami saya tersebut. Halalkah uang sewa yang diterima oleh suami saya tersebut ?

Terima Kasih

Jawaban

وعليكـمــ اﻟسّلامــ ورحمـۃ اﻟلّـہ وبركاتہ
​​‎​ جـزاك اﻟلّـہ خـــيرًا

Kepada Ibu Ega di Bogor, menanyakan pertanyaan tersebut. Bahwa suaminya sebagai ABK, kemudian dia mendapatkan fasilitas dari kapal untuk mendapatkan sebuah kamar dan terkadang dia menyewakan kamar tersebut saat jumlah kamar berkurang kepada para penumpang.

Halalkah hasil ini atau tidak? Wallāhu Ta’āla a’lam

Hukum asalnya dibolehkan seseorang menjual barang yang telah dimiliki oleh dia, begitu juga dibolehkan dia menjual jasa yang telah dimiliki dia.

Jasa penempatan kamar dikapal ini sekarang sudah menjadi milik ABK, dengan demikian jasa ini tidak masalah kalau dia sewakan kepada orang lain. Selagi hukum asalnya tidak masalah,

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ

Allāh telah menghalalkan jual beli”

Selagi tidak ada peraturan (…..kapal…) yang melarang tentang hal tersebut, bila ada peraturan yang melarang dari pihak pemilik kapal atau perundang-undangan yang dibuat oleh Dinas Perhubungan yang berkaitan dengan keselamatan para penumpang.

Apabila (umpamanya) awak kapal tersebut (ABK) tersebut kurang istirahat tidurnya dikhawatirkan kerja tidak maksimal dan mengkhawatirkan keselamatan para penumpang yang lain, walhasil lihat, ya Ibu.

Lihat! suruh suami tanyakan kepada atasannya, apakah tindakan dia melanggar peraturan yang sudah dibuat atau tidak? Bila tidak dan dia mendapatkan istirahat yang cukup dengan cara lain, mungkin dia lebih tahu, mungkin dia siap untuk menggelar tikar atau tidur di tempat manapun, hukum asalnya adalah boleh, kecuali bila ada larangan dari pihak tersebut.

…. Al muslimu ala surutin ….

Tidak ada larangan …….orang muslim itu menerima persyaratan, bukan kah ketika Anda melamar bekerja di perusahaan atau kapal tersebut, Anda menyatakan siap menerima persyaratan yang sudah ditentukan, dan persyaratan bahwa ini tidak boleh disewakan, maka tidak boleh Anda sewakan.

Wallāhu Ta’āla a’lam

Dijawab oleh
Ustadz DR. Erwandi Tarmizi, MA

Source
ETA [Erwandi Tarmizi & Associates]
SELASA, 09 ROBI’UL AWWAL 1439 H / 27 NOPEMBER 2017 M