Mengusap Wajah Setelah Berdoa

Mengusap Wajah Setelah Berdoa

ADAKAH HADITS SHAHIH TENTANG MENGUSAP WAJAH SETELAH BERDO’A?

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, apakah hadis dibawah ini shahih?

: عَنِ السَّائِبِ بْنِ يِزِيْدِ عَنْ أَبِيْهِ أنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إذَا دَعَا فَرَفَعَ يَدَيْهِ مَسَحَ وَجْهَهُ بِيَدَيْهِ — سنن أبي داود

Dari Saib bin Yazid dari ayahnya, “Apabila Rasulullah ﷺ berdoa, beliau selalu mengangkat kedua tangannya, lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.” (HR Abu Dawud, 1275).

Jazakallaahu khoyron Ustadz

(Fulanah, Sahabat BiAS T07)

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Riwayat ini lemah, diantara sebabnya adalah keberadaan rawi didalam sanadnya yang bernama Ibnu Lahi’ah dan gurunya yang dinyatakan sebagai rawi yang majhul, Lihat keterangan selengkapnya di kitab Fatawa Haditsiyyah: 46-47 oleh Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini Al-Atsari.

Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz menyatakan :

المسح للوجه لم يرد فيه أحاديث صحيحة وإنما ورد فيه أحاديث لا تخلو من ضعف ؛ فلهذا الأرجح والأصح أنه لا يمسح وجهه بيديه. وذكر بعض أهل العلم أنه لا بأس بذلك ؛ لأن فيه أحاديث يشد بعضها بعضا وإن كانت ضعيفة ، لكن قد يقوي بعضها بعضا فتكون من قبيل الحسن لغيره كما ذكر ذلك الحافظ ابن حجر في كتابه بلوغ المرام في الباب الأخير. فالمقصود أن المسح ليس فيه أحاديث صحيحة ، فلم يفعله النبي صلى الله عليه وسلم في صلاة الاستسقاء ولا في غيرها من المواقف التي رفع يديه ، كموقفه عند الصفا والمروة وفي عرفات وفي مزدلفة وعند الجمار لم يذكروا أنه مسح وجهه بيديه لما دعا ، فدل ذلك على أن الأفضل ترك ذلك ، وبالله التوفيق.

“Mengusap wajah TIDAK tersebut didalam hadits-hadist yang shahih. Akan tetapi, tersebut di dalam hadits-hadits yang tidak lepas dari kelemahan. Maka dari itu pendapat yang lebih benar dan lebih shahih seseorang tidak perlu mengusap wajahnya.

Sebagian ahli ilmu menyebutkan bahwa hal itu tidak mengapa, karena hadits tentang mengusap wajah ini saling menguatkan satu sama lain sehingga naik darajatnya menjadi hadits hasan lighairihi, sebagimana disebutkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani di dalam kitabnya Bulughul Maram pada bab yang akhir.

Pada intinya mengusap wajah tidak ada hadits yang shahih yang melandasinya, tidak pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ didalam shalat istisqa’ maupun kondisi lain yang Beliau mengangkat tangan didalamnya. Seperti sikap Beliau ketika ada di Shofa dan Marwa, di Arafah, di Muzdalifah, dan ketika melempar jumrah TIDAK pernah disebutkan Beliau mengusap wajah Beliau ketika berdoa. Ini semua menunjukkan bahwa yang lebih utama meninggalkan hal tersebut, kepada Allah kita memohon taufik.”

(Majmu’ Fatawa: 26/148).

Wallohu a’lam, wabillahi taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله

Tanya Jawab
Grup WA Bimbingan Islam T07
Senin, 10 Shafar 1439 H / 30 Oktober 2017 M

 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS