FiqihKonsultasi

Mengangkat Tangan Saat Menambah Rakaat Ketika Masbuk

Mengangkat Tangan Saat Menambah Rakaat Ketika Masbuk

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Mengangkat Tangan Saat Menambah Rakaat Ketika Masbuk, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Ustadz dan juga Tim Ma’had Bimbingan Islam selalu istiqomah dalam dakwah dan selalu dalam keadaan sehat. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa mengangkat kedua tangan itu ada 4 tempat yakni pada takbir pertama, ruku’, bangkit dari ruku’ dan bangkit dari tasyahud awal. Pertanyaannya : 1. Apa status tasyahud makmum yang masbuk dan mendapati imam sudah pada posisi tasyahud akhir? apakah sebagai tasyahud awal atau akhir bagi makmum. 2. Apakah harus mengangkat tangan saat bangkit untuk menyempurnakan rakaat yang tertinggal atau tidak perlu.

جزاك اللهُ خيراً

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Njiih apa yang anda sampaikan sesuai yang di jelaskan di dalam kitab “Durus fi Ghoyah wa Taqrib” دروس في الغاية والتقريب Karangan asy Syaikh Abu Mustofa al-Baghdadi Rahimahullah Ta’ala. Ketika beliau menjelaskan hal-hal yang Sunnah ketika sholat adalah menggangkat tangan ketika takbir. Beliau mengatakan:

رفع اليدين في أربعة مواضع: الأول : عند تكبيرة الإحرام الثاني: عند الركوع  الثالث: عند الرفع من الركوع الرابع: عند القيام من التشهد الأول

“Angkat tangan pada 4 keadaan: yang pertama: ketika takbiratul ihram yang kedua: ketika mau ruku yang ketiga: ketika bangkit dari ruku yang keempat: ketika ingin berdiri dari tasyahud awal.”

Adapun pertanyaan yang anda sampaikan kami belum mengetahui jawabannya yang pas adapun sependek yang kami ketahui: 1. Dia bukan tasyahhud awal maupun akhir. Hanya sekedar gerakan mengikuti imam 2. Tidak harus dan permasalahan ini adalah permasalahan yang luas insya Allah dalam artian bukan sesuatu yang harus.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz M Taufik Abu Utsman, B.A., S.E.I. حافظه الله

Back to top button