KeluargaKonsultasi

Memotivasi Anak dalam Ibadah dan Tugas Lain dengan Hadiah

Memotivasi Anak dalam Ibadah dan Tugas Lain dengan Hadiah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang memotivasi anak dalam ibadah dan tugas lain dengan hadiah.

Selamat Membaca.


Pertanyaan :

1. Apakah boleh menyuruh anak yang sudah berumur lebih dari 7 tahun untuk shalat atau melakukan tugas-tugas lainnya (misalnya mengerjakan tugas sekolah) dengan iming-iming uang, apabila penjelasan tentang alasan-alasan harus shalat dan harus belajar kurang bisa menggerakkan anak?

2. Cara apa yang sebaiknya dilakukan, apakah cukup disuruh dengan penjelasan saja dan anak dibebaskan untuk melaksanakannya atau tidak sampai umur 10 tahun?

(Susan, Sahabat BiAS G6-N001)


Jawaban :

1. Memberikan iming-iming hadiah memang merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk mendorong anak menjalankan sebuah aktivitas. Sang anak akan jadi semangat begitu mengingat bahwa ia akan menerima sesuatu atas aktivitas yang telah dilakukannya. Hanya saja perlu diperhatikan, untuk persoalan ibadah beda dengan persoalan amalan dunia/muamalah sosial.

Saran kami, jelaskan keuntungan akhirat bagi anak umur 7 tahun yang mau shalat dengan balasan dari Allah Ta’ala, selalu hubungkan persepsi anak-anak dengan Allah Ta’ala. Boleh hukumnya memberitahu. Misalkan, siapa yang shalat maka baginya surga, kemudian ia juga akan mendapatkan hadiah dari orang tuanya, hanya saja ini berlaku kadang-kadang saja dan tidak sering.

Baca Juga :  Solusi Lepas dari BPJS

Ingatkan dan motivasi selalu kepada anak-anak bahwa amalan sholeh yang hanya mengharap keuntungan dunia (semisal hadiah), sungguh akan sangat merugi.
Hal ini karena mengingat keumuman firman Allah Ta’ala;

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (16)

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16).

Adapun untuk urusan dunia, seperti mengerjakan tugas sekolah dengan iming-iming hadiah, maka perkaranya lebih mudah dan luas, karena hukum asalnya adalah mubah/boleh. Hanya saja tetap perlu ditanamkan juga dalam benak anak, dan diberikan motivasi yang baik bahwa yang menjadi kewajibannya maka harus dilaksanakan dengan baik.

Baca Juga :  Menikah Tapi Tidak Serumah Karena Masih Kuliah

Juga tak kalah pentingnya, bagi orang tua untuk tidak putus harapan dan selalu menyelipkan doa bagi anak-anaknya agar mereka menjadi anak yang sholeh, berbakti dan beramal untuk akhirat, serta khusus bagi orang tua atau wali anak agar menjadi teladan yang baik bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu Ta’ala A’lam.

2. Untuk anak umur 7-10 tahun maka bagi mereka adalah motivasi, penjelasan, dan contoh yang baik tanpa hukuman dan ancaman, karena pada dasarnya umur mereka belum mendapatkan beban taklif (perintah dan larangan), artinya kalau mereka tidak mengerjakan maka tidak ada dosa bagi mereka.

Berbeda bagi orang tua, jika tidak memotivasi hal yang baik bagi anaknya, misalkan tidak memerintahkan sholat, maka bagi orang tua dihukumi berdosa. 2 hal ini harus dibedakan.

Bagi orang tua atau wali dari anak hendaknya sudah mengajarkan sejak dini hal-hal yang diperlukan anak ketika ia baligh nanti. Hendaklah anak sudah diajarkan akidah yang benar mengenai keimanan kepada Allah, malaikat, Al Qur’an, Rasul dan hari akhir. Begitu pula hendaknya anak diajarkan ibadah yang benar. Anak semestinya diarahkan untuk mengerti shalat, puasa, thoharoh (bersuci) dan semacamnya.”

Perintah yang disebutkan di atas adalah pengamalan dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini.

Dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya dari kakeknya radhiyallahu ‘anhu, beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ

“Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka“. (HR. Abu Daud, no. 495. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Kamis, 6 Dzul Qa’idah 1442 H/ 17 Juni 2021 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

 

Baca Juga :  Ahli Waris Non Muslim

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button