Benarkah Simbol Bulan Sabit dan Bintang Adalah Lambang Islam bimbingan islam
Benarkah Simbol Bulan Sabit dan Bintang Adalah Lambang Islam bimbingan islam

Benarkah Simbol Bulan Sabit dan Bintang Adalah Lambang Islam?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang benarkah simbol bulan sabit dan bintang adalah lambang islam?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz selalu dalam lindungan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Ustad, kami ingin bertanya. Sejak kapan simbol bulan bintang atau bulan sabit dan bintang dipakai ummat islam atau negara Islam, adakah dasarnya?
Apakah menyalahi syariat jika memakai Simbol tersebut disetiap kubah-kubah masjid, atau -maaf- digolongkan seperti Bid’ah?
Maaf jika pertanyaannya kurang berkenan.

(Disampaikan oleh Fulan, anggota grup BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Asal mula munculnya simbol Bulan Bintang adalah masa Daulah ‘Ustmaniyah atau Dinasti ‘Ustmani, sekitar abad 10 hijriah sebagai simbol resmi kesultanan. Simbol ini pada awalnya hanya bersifat politik, sama sekali tidak berhubungan dengan agama sehingga tidak bisa disebut bagian dari Syiar Islam sebagaimana Adzan, Iqomah, Haji, Umroh, dan lain-lain.
Karena tidaklah disebut Syiar Islam kecuali ada landasan Islamnya yakni dalil, dan tidak ada dalil shohih  tentang simbol Bulan Bintang di zaman Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam.

Awal tujuannya adalah politik dan tidak berhubungan dengan ajaran agama jika diyakini sebagai simbol duniawi saja tidak masalah, namun jika sudah dibahasakan dengan syiar, maka dari sini kita harus bedakan antara simbol duniawi dan syiar Agama.

Baca:  Akad Gadai Menggadai Tanah

Kita tidak boleh sembarangan menjadikan simbol sebagai syiar, apalagi meyakini bahwa dengan memasang lambang itu akan mendapatkan pahala. Bahkan sesuatu yang sering diyakini sebagai Syiar oleh sebagian orang, yakni bendera bertuliskan Lafal Tauhid: ‘Laailaaha illalloh Muhammadur Rosululloh’, seperti yang tercantum dalam riwayat Ibnu ‘Abbas

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : كَانَتْ رَايَةُ رَسُوْلِ اللهِ سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ مَكْتُوْبٌ عَلَيْهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

“Panji Nabi berwarna hitam dan benderanya berwarna putih yang bertuliskan di atasnya Laailaaha illalloh Muhammadur Rosululloh”
[HR Tirmidzi 1651, Ibnu Majah 2818]

Hadits ini dinilai oleh para ‘Ulama Hadits sebagai hadits yang lemah, matruk dan mungkar, sehingga tidak bisa disebut Syiar.

Baca:  Menjenguk Tetangga Yang Sakit

Adapun terkait dengan simbol bulan bintang di kubah atau menara masjid, ada tulisan menarik yang dinukil oleh Abdul Hayy Al-Kittaani rohimahulloh dalam kitabnya At-Tarotib Al-Idariyah

إن وضع رسم صورة الهلال على رؤوس منارات المساجد بدعة، وإنما يتداول ملوك الدولة العثمانية رسم الهلال علامة رسمية أخذا من القياصرة

“Meletakkan gambar bulan sabit di atas menara-menara masjid, termasuk bid’ah (sesuatu yang baru). Para penguasa Daulah Utsmani menggunakan lambang ini sebagai lambang resmi, meniru lambang istana di romawi”
(At-Taratib Al-Idariyah, 1/265)

Karenanya Syeikh ‘Utsaimin rohimahulloh (ulama besar negara arab saudi) pun melarang hal tersebut

وعلى هذا فلا ينبغي وضع الأهلة على رؤوس المنارات من أجل هذه الشبهة ، ومن أجل ما فيها من إضاعة المال والوقت

“Dan atas dasar itu, tidak selayaknya lambang (bulan bintang) ini diletakkan di menara-menara masjid, mengingat adanya unsur tasyabbuh (dengan orang nasrani), dan hal ini termasuk membuang-buang harta serta waktu”
(Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin, 13/941).

Baca:  Hadits Kekhilafahan di Al Maqdis

Semoga Alloh mudahkan kita untuk tetap berpegang pada Sunnah, kapanpun dan dimanapun.

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Senin, 05 Sya’ban 1441 H/ 30 Maret 2020 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini