IbadahKonsultasi

Niat Ruqyah Dengan Bacaan Surat Setiap Setelah Sholat

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Niat Ruqyah Dengan Bacaan Surat Setiap Setelah Sholat

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang niat ruqyah dengan bacaan surat saat sholat.

Selamat Membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Izin bertanya ustadz..

Apakah boleh berniat sekaligus niat bacaan ruqyah.. saat membaca Ayat Kursi, surah al ikhlas, al falaq, an naas.. pada saat setelah tiap sholat fardhu?

Dgn menitipkan ke tubuh/air.

Syukron wa Jazakumullaah khairan

(Ekasa, Sahabat BiAS G8-T021)


Jawaban :

Bismillah,

Pada dasarnya ayat kursi dan 3 surat tersebut memang termasuk ayat-ayat ruqyah yang umum. Begitupula meniupkan ke tubuh atau air setelah membaca ayat-ayat tersebut juga termasuk tatacara ruqyah yang umum. Namun mengkhususkannya untuk dibaca dan dilakukan setiap selesai sholat fardhu adalah sesuatu tidak kita dapati dalilnya, padahal mengkhususkan sesuatu yang umum dalam hal ibadah tidak bisa sembarangan, alias butuh dalil.  Hal ini karena ibadah adalah sesuatu yang Tauqifiy, yakni harus dilandasi nash dari Alloh sebagai Pembuat Syariat.

Ibnu Hajar rohimahulloh juga berkata,

أَنَّ التَّقْرِير فِي الْعِبَادَة إِنَّمَا يُؤْخَذ عَنْ تَوْقِيف

“Penetapan ibadah diambil dari tauqif (adanya dalil)” (Fathul Bari 2/80)

Perkataan Ibnu Hajar diatas sejalan dengan hadits Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” [HR Bukhari 20 Muslim 1718]

Jika ditinjau secara dalil, membaca Ayat Kursi, surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas setelah sholat memang disyariatkan. Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ

“Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan sholat fardhu (wajib), maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian” [HR Ath-Thobrani dalam Al-Mu’jamul Kabir 7532, Al-Jami’ush Shaghir wa Ziyadatuhu 11410]

Uqbah bin Amir rodhiallohu ‘anhu berkata,

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam  memerintahkanku agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) setiap selesai sholat” [HR Abu Daud 1523]

Tapi seperti yang kita sampaikan diatas, membaca itu semua tanpa ditiupkan keseluruh tubuh atau ke air seperti ruqyah.

Lalu bagaimana kalau tetap ingin melakukannya dalam keseharian? Silahkan melakukannya dimalam hari saat akan tidur, bukan setiap selesai sholat. Sebagaimana hadits dari ‘Aisyah, rodhiallohu ‘anha, beliau mengatakan;

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

“Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al-Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al-Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An-Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali” [HR Bukhari 5017]

Atau saat ada sebab tertentu seperti sakit, ‘Aisyah rodhiallohu ‘anha juga menuturkan

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْفُثُ عَلَى نَفْسِهِ فِي المَرَضِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، فَلَمَّا ثَقُلَ كُنْتُ أَنْفِثُ عَلَيْهِ بِهِنَّ، وَأَمْسَحُ بِيَدِ نَفْسِهِ لِبَرَكَتِهَا

“Bahwa Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam membaca Al-Mu’awidzat (Al-Falaq dan An-Naas), lalu meniupkan tangan untuk diusap ke badannya ketika beliau sakit yang mengantarkan kematian. Ketika Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam  sudah sangat parah, aku (A’isyah) yang meniupkan ke tangan dengan bacaan surat tersebut, dan aku gunakan tangan beliau untuk mengusap badan beliau, karena tangan beliau berkah” [HR Bukhari 5735]

Semoga Alloh beri Taufik pada kita, dan mencukupkan dengan apa-apa yang telah Beliau sholallohu ‘alaihi wasallam sampaikan kepada kita semua.

Wallohu A’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Senin, 29 Sya’ban 1442 H / 12 April 2021 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini

 

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah, S.Ag., M.Ag.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Hadits 2010 - 2014, S2 UIN Sunan Kalijaga Qur’an Hadits 2015 - 2019 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dynamic English Course (DEC) Pare Kediri, Mafatihul Ilmi (Ustadz Dzulqarnaen) sedang diikuti | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kuliah Pra Nikah Naseeha Project

Related Articles

Back to top button