Makna Melazimi Jama’ah-001

Pertanyaaan :

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ustadz Mohon penjelasan makna dari kalimat “melazimi jamaah mereka (Siyar A’lamin An Nubala : 3/222). Terimakasih.

(Dari Wulan Pelita Di Puulemo, Sulawesi Tenggara  Anggota Grup WA Bimbingan Islam  T05-G70)
Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبر كاته

Maksud dari melazimi jama’ah adalah menta’ati penguasa kaum muslimin dalam kebaikan, meskipun penguasa ini jahat, selama ia masih berstatus sebagai orang islam wajib bagi kita untuk mentaatiya di dalam kebaikan. Dan larangan dari keluar dari ketaatan kepada mereka untuk kemudian mencaci maki mereka atau bahkan memberontak kepada penguasa kaum muslimin.
Karena sikap memberontak kepada penguasa kaum muslimin ini akan mengakibatkan timbulnya fitnah, kekacauan serta pertumpahan darah. Syaikh Abdussalam Barjas berkata menjelaskan salah satu prinsip Islam :

إنعقد إجماع أهل السنة والجماعة على وجوب لزوم الجماعة وتحريم الخروج عليها وأن لزومها فضيلة ومفارقتها رذيلة وقد تواترت الأدلة من الكتاب والسنة على ذالك وجائت الآثار الكثيرة القاضية بذالك قال تعالى : (واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا )

“Telah terjadi kesepakatan ahlissunnah wal jama’ah atas wajibnya melazimi jama’ah serta haramnya memberontak kepadanya, dan bahwa melazimi jama’ah adalah sebuah keutamaan sedang memberontak kepadanya adalah sebuah kehinaan. Dan dalil-dalil dari kitab dan sunnah seudah mencapai derajat mutawatir. Dan telah datang atsar yang sanat banyak yang mebantah upaya pemberontakan terhadap jama’ah, Allah ta’ala berfirman : ‘Dan tetap berpegang teguhlah kalian kepada tali Allah dan jangan bercerai berai’ -QS Ali Imran : 103-”. (Al-AMru Biluzum Jama’atil Muslimin : 7).
Perintah untuk melazimi jama’ah itu berdasarkan dalil yang banyak diantaranya yang tersebut dalam riwayat sebagai berikut :

Baca:  Belajar Ilmu Filsafat Di Kampus

 يا رسول الله كنا في جاهلية وشر فجاءنا الله بهذا الخير فهل بعد هذا الخير من شر؟ قال النبي صلى الله عليه وسلم: نعم، قال حذيفة: فهل بعد ذلك الشر من خير؟ قال: نعم وفيه دخن، قلت وما دخنه؟ قال: قوم يهتدون بغير هديي، ويستنون بغير سنتي، تعرف منهم وتنكر، فقال حذيفة: يا رسول الله فهل بعد هذا الخير من شر؟ قال: نعم، دعاة على أبواب جهنم من أجابهم إليها قذفوه فيها، قلت: يا رسول الله صفهم لنا؟ قال: هم من جلدتنا ويتكلمون بألسنتنا – يعني من العرب – قلت: يا رسول الله فما تأمرنا عند ذلك؟ قال: تلزم جماعة المسلمين وإمامهم، قلت: فإن لم يكن لهم جماعة ولا إمام؟ قال: فاعتزل تلك الفرق كلها ولو أن تعض على أصل شجرة حتى يدركك الموت وأنت على ذلك

“Wahi Rasulullah shalallah ‘alaihi wa salllam dahulu kami di masa jahiliyah dan keburukan kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan setelahnya ?. Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam menjawab ; iya.
Hudzifah lantas berkata ; Apakah setelah munculnya keburukan itu akan datang kebaikan lagi ? Nabi menjawab : ‘iya dan akan ada Dakhon’. Aku mengatakan : ‘apa itu Dakhon ?’. Nabi menjawab : ‘Yaitu suatu kaum yang tidak mengambil petunjukku tidak pula mengambil sunnahku. Kalian mengetahui mereka dan akan mengingkari mereka’.
Hudzifah bertanya lagi : ‘Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan ?’. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : ‘Iya para penyeru neraka jahannam, barangsiapa menyambut seruan mereka maka ia akan dilontarkan ke dalam Jahannam. Aku katakan : ‘Beritahukan sifat-sifat mereka wahai Rasulullah’.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : ‘Mereka berasal dari kaum kita dan berbicara dengan lisan kita’. Aku katakan ; ‘Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam apa yang engkau perintahkan kepada kami kala itu ?’. Beliau menjawab : ‘Lazimilah jama’ah kaum muslimin beserta pemimpin mereka’. Aku mengatakan : ‘Jika tidak ada jama’ah dan pemimpinnya ?’.
Beliau menjawab : ‘Tinggalkan seluruh kelompok-kelompok yang ada meskipun dengan menggigit akar pohon hingga engkau mati dalam keadaan seperti itu.” (HR Muslim : 1847).
Dan maksud dari jama’ah di sini sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat lain :

Baca:  Mengikuti Kajian Di Luar Kajian Bermanhaj Salaf

عن ابن عباس رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : ” من رأى من أميره شيئا يكرهه ، فليصبر عليه ، فإنه من فارق الجماعة شبرا فمات ، إلا مات ميتة جاهلية “

“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Barangsiapa melihat dari penguasanya sesuatu yang ia benci, maka hendaknya ia bersabar, karena sesungguhnya barangsiapa meninggalkan jama’ah sejengkal saja maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyyah”. (HR Bukhari : 7053).
Hadits ini menjelaskan dengan gamblang bahwa maksud jama’ah yang kita lazimi, yang harus kita taati dan haram bagi kita memberontak kepadanya adalah penguasa kaum muslimin yang memiliki daerah kekuasaan dengan batas teritorial yang jelas dan kekuasaannya diakui oleh orang banyak. Maka salah besar orang yang menganggap jama’ah yang wajib ditaati adalah jama’ah atau sekte, atau aliran atau kelompok atau kelompok yang tidak memiliki kekuasaan sama sekali. Wallahu a’lam.
Konsultasi Bimbingan Islam
Ustadz Abul Aswad Al Bayat

Baca:  Baiat Kepada Penguasa