Lupa Menunaikan Nadzar

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang lupa menunaikan nadzar.

selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, ada seorang fulan sudah pernah terlanjur bernadzar, misal punya nazar memberi makan orang miskin selama 4 bulan tapi satu bulan hanya 2 kali (total 8 kali). Nah, misal satu bulan sudah 2 kali, terus beberapa bulan berikutnya qadarullah lupa, kemudian ingat lagi, kemudian menunaikan lagi sekali, kemudian lupa lagi berbulan-bulan. Nah, yang jadi pertanyaannya, nazar itu masih bisa dipenuhi dengan melanjutkan yang sudah, atau harus mengulang dari awal lagi?

Jazakallahu khayran.

(Disampaikan oleh Fulanah, sahabat BiAS).


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Nadzar Makruh dan Nadzar yang Disyari’atkan

Sebelum kita membahas tata cara menunaikan nadzar, kami jelaskan dahulu hukum bernadzar. Dilihat dari hukum taklifiyyah, maka nadzar terbagi dua. Nadzar yang makruh dan yang disyariatkan/terpuji.

  1. Nadzar yang disyari’atkan adalah nadzar tanpa syarat yang diajukan. Contoh: Seseorang bernadzar akan berpuasa 5 hari di bulan rabiul awwal.
  2. Sedangkan nadzar yang makruh adalah nadzar yang diniatkan dengan syarat. Contoh: seseorang berndzar jika lulus ujian akan memberikan makan 5 orang fakir miskin.
Jenis kedua inilah yang dimaksud Rasulullah ﷺ dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, beliau berkata,
أخَذَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَوْمًا يَنْهانا عَنِ النَّذْرِ، ويَقُولُ: «إنَّهُ لا يَرُدُّ شَيْئًا، وإنَّما يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الشَّحِيحِ
“Suatu hari rasulullah ﷺ melarang kami untuk bernadzar, dan beliau ﷺ bersabda : Sesungguhnya nadzar tidak bisa merubah takdir, nadzar hanya dilakukan oleh orang yang kikir” (HR. Muslim: 1639).

Adapun, menunaikan nadzar hukumnya wajib.

Kembali ke pertanyaan, persoalan ini kembali kepada niat orang yang bernadzar, adakah dia meniatkan batas waktu/waktu tertentu atau tidak. Seperti orang yang bernadzar akan berpuasa 2 hari pada bulan sya’ban, jika terlewat maka dia melanggar nadzarnya dan wajib membayar kaffarah. Namun, jika tidak ada niatan membayar di waktu-waktu tertentu, maka dia wajib membayar nadzarnya sekarang, karena nadzar adalah hutang kepada Allah ﷻ.

Kaffarah Nadzar

Adapun, kaffarah nadzar adalah kaffarah yamin (sumpah), sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
كَفّارَةُ النَّذْرِ كَفّارَةُ اليَمِينِ
“Kaffarah nadzar adalah kaffaratul yamin (sumpah).” (HR. Muslim: 1645).
Kafarah sumpah adalah salah satu dari 2:
1. Memberi makan atau pakaian 10 orang miskin.
2. Membebaskan budak.
Kalau dua hal diatas tidak disanggupi, cukup membayarnya dengan puasa 3 hari berturut-turut.
Wallahu a’lam.

 

Baca Juga:  Hukum Beli Barang Lelang Pegadaian, Boleh atau Tidak?

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Rabu, 17 Sya’ban 1442 H / 31 Maret 2021 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini