hotManhaj

Bolehkah Belajar Bahasa Arab dari Ahlul Bidah?

Bolehkah Belajar Bahasa Arab dari Ahlul Bidah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan: Bolehkah Belajar Bahasa Arab dari Ahlul Bidah? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz. Bolehkah belajar bahasa arab dari orang yang bukan bermanhaj salaf?

Syukron ustadz. Jazaakumullahu khayran. Barakallahufiikum.

(Ditanyakan oleh Santri AISHAH)


Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahamatullahi wabarakaatuh

1. Pentingnya Mempelajari Bahasa Arab

Kita mengetahui bahwa belajar bahasa arab itu penting terlebih bagi orang yang beragama Islam, sebab Al-Quran dan Sunnah yang menjadi landasan agama Islam berbahasa Arab, sehingga mustahil bisa memahami keduanya kecuali dengan mempelajari bahasa arab. Ibnu Taimiyyah berkata:

فإن نفس اللغة العربية من الدين، ومعرفتها فرض واجب، فإن فهم الكتاب والسنة فرض، ولا يفهم إلا بفهم اللغة العربية، وما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب.

“Sejatinya bahasa arab adalah bagian dari agama islam. Hukum mempelajarinya adalah wajib, karena sejatinya memahami Al-Quran dan Sunnah merupakan kewajiban dan sesuatu yang kewajiban tidak bisa terlaksana kecuali dengannya, maka hukumnya pun menjadi wajib.” (Iqtidha Shiratil Mustaqim: 1/527).

2. Pelajarilah Bahasa Arab Dengan Pengajar Ahlu Sunnah

Jika tujuan mempelajari bahasa Arab adalah agar kita bisa memahami Al-Quran dan Sunnah dengan benar, tentu tidak masuk akal jika kita mempelajarinya dengan orang yang salah memahami Al-Quran dan Sunnah.

Para ulama telah menjelaskan bahaya belajar kepada ahli bid’ah, diantaranya:

  1. Terpengaruh dengan pemikirannya walaupun tidak langsung saat itu dan ini paling bahaya.
  2. Membuat orang awam tertipu karena banyak yang mengambil ilmu darinya.
  3. Membuat ahli bid’ah merasa berada dalam kebenaran.

Asy-Syathibi berkata:

فإن توقير صاحب البدعة مظنة لمفسدتين تعودان بالهدم على الإسلام :

أحدهما: التفات الجهال والعامة إلى ذلك التوقير ، فيعتقدون في المبتدع أنه أفضل الناس ، وأن ما هو عليه خير مما عليه غيره ، فيؤدي ذلك إلى اتباعه على بدعته دون اتباع أهل السنة على سنتهم .

والثانية: أنه إذا وقر من أجل بدعته صار ذلك كالحادي المحرض له على انشاء الابتداع في كل شيء .

وعلى كل حال ؛ فتحيا البدع ، وتموت السنن ، وهو هدم الإسلام بعينه

“Sejatinya ada dua kerusakan yang bisa menghancurkan Islam akibat memuliakan ahlu bid’ah:

Pertama: menjadi penyebab orang awam dan orang bodoh memuliakan ahlu bid’ah. Mereka akan berkeyakinan ahlu bid’ah tersebut adalah orang yang paling mulia, apa yang dilakukannya adalah kebaikan, sehingga manusia akan mengikuti bid’ahnya dan meninggalkan sunnah yang didakwahkan ahlussunnah.

Kedua: Apabila ahlu bidah tersebut dimuliakan karena kebid’ahannya, maka itu akan menjadi motivasi baginya untuk menghidupkan bid’ah-bid’ah lainnya.

Kerusakan mana pun yang terjadi, akan menyebabkan hidupnya bid’ah, sunnah-sunnah akan mati dan hal tersebut akan menghancurkan islam.” (Al-I’tisham: 1/152).

Berdasarkan alasan di atas para ulama sangat tegas memberikan peringatan kepada umat agar jangan duduk dan belajar kepada ahlul bid’ah.

3. Syarat Bolehnya Belajar Bahasa Arab dari Ahlul Bidah

Kendati demikian, terkadang dalam kasus tertentu ada pengecualian untuk orang yang memenuhi syarat, yaitu:

  1. Jika orang yang belajar adalah orang yang kuat pondasi keimanannya, memahami manhaj ahlussunnah dengan benar dan bisa mengonter syubhat yang kemungkinan terlontar.
  2. Ilmu yang diajarkan sangat penting untuk dipelajari.
  3. Tidak ada yang bisa mengajar ilmu tersebut selain ahlul bid’ah tersebut.

Maka, dalam keadaan tersebut boleh bagi seseorang untuk belajar kepada ahlul bid’ah tersebut, karena masuk dalam bab darurat, yaitu menjaga agama. Sehingga kita dapati terkadang para ulama hadits dahulu tetap mengambil hadits kepada sebagian ahli bid’ah yang terkenal jujur dalam periwayatan hadits.

Alhamdulillah, di negara kita banyak ahlussunnah yang bisa mengajarkan bahasa arab, sehingga tidak perlu untuk belajar kepada ahli bid’ah.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Selasa, 26 Rabiul Awal 1443 H/ 2 November 2021 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Ibadah Tak Sah Karena Ilmu Tanpa Sanad?

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button