Hukum Membantu Dekorasi Untuk Acara Drama

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Hukum Membantu Dekorasi Untuk Acara Drama.

Silahkan membaca. 

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Afwan ustadz ingin bertanya

Bolehkah kita tolong menolong dalam hal menyiapkan properti dan dekorasi untuk acara drama peristiwa Rengas Dengklok untuk acara 17 agustus nanti?

Jazakallahu Khairan

(Disampaikan oleh Sahabat BiAS)

Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Apa Itu Drama?

Menurut Syaikh Ziyad Ghazzal seni drama adalah perbuatan seseorang melakukan perbuatan orang lain atau menjalankan peran orang lain, baik orang lain itu memang ada atau hanya fiksi, serta mengekspresikan suatu peristiwa dengan segala rinciannya, baik peristiwa nyata atau fiksi. (Lihat Kitab Masyru’ Qanun Wasa`il Al I’lam, hal. 16).

Kesimpulan ahli lain juga menyatakan bahwa seni peran (at tamtsil) adalah perbuatan mencontoh atau menirukan suatu peristiwa nyata atau fiksi yang dilakukan oleh seorang atau beberapa orang, baik yang terjadi pada masa sekarang maupun masa lalu, yang dimaksudkan untuk mempengaruhi para penonton dengan tak menunjukkan maksudnya secara langsung. (lihat penjelasan Syaikh Muhammad bin Musa bin Musthofa Ad Dali dalam kitab Ahkam At Tamtsil fi Al Fiqh Al Islami, hal. 41).

Beberapa Petunjuk Ilahi dan Sunnah Nabawi di Bawah ini Harus Diperhatikan Sebelum Seseorang Ikut Dalam Dunia Seni Peran / Sandiwara :

  1. Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ ﴿٧﴾ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

Baca Juga:  Siapakah Malaikat Muqarrabun?

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain” (QS. Al Insyirah: 7-8).

Dalam Tafsir Ma’alimut-Tanzil disebutkan bahwa Imam Mujahid berkata, jika kamu telah selesai dari urusan duniamu, maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh ibadah kepada Allah dan shalatlah. (lihat Tafsir Ma’alimut-Tanzil, al-Baghawi (8/466).

artinya pilih dan utamakanlah amalan ibadah akhirat, atau boleh juga amalan dunia yang membawa kemanfaatan.

  1. Firman Allah Ta’ala;

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ﴿١٧﴾مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 17-18)

  1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ بِالْحَدِيْثِ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ فَيَكْذِبُ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ .

Baca Juga:  Menyentuh Al-Quran yang ada Terjemahnya

“Celakalah bagi seseorang yang bercerita dengan suatu cerita, agar orang lain tertawa maka ia berdusta, maka kecelakaan baginya, kecelakaan baginya.” (HR. Tirmidzi, no. 2315, dinilai shahih oleh ahli hadits Albani)

  1. Hadits Nabi dari riwayat sahabat Abu Hurairah;

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً، يَرْفَعُ اللهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَ إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً، يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ

“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat tentang sesuatu yang diridhai Allah, yang tidak ia sadari, maka Allah mengangkat dengannya beberapa derajat. Dan sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat tentang sesuatu yang dimurkai Allah, yang tidak ia sadari, ternyata menghempaskan dirinya dengannya ke dalam jahanam.” (HR. Bukhari, no. 6478).

  1. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف

“Sungguh akan ada sebuah kaum dari umatku, yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat – alat musik.”

(HR. Bukhari, no. 5590 dengan shigah ta’liq)

Jika bisa memilih, maka jangan masuk dalam pekerjaan atau sesuatu yang berkaitan dengan seni peran, sebagai pendukung, pengelola atau bahkan jadi pemerannya, jika tidak bisa dilepas karena suatu hal, maka dilihat;

Jika drama pementasan peristiwa Rengas Dengklok ini bebas dari unsur :

  1. Tidak adanya ikhtilath antara laki-laki dan perempuan.
  2. tidak adanya laki-laki menyerupai perempuan atau sebaliknya.
  3. Tidak memerankan para malaikat, para nabi, para khulafa rasyidin, istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan Maryam ibunda Nabi Isa ‘alaihissalam
  4. tidak membuat atau menggambar makhluk bernyawa.
  5. Tidak menggambarkan kejadian gaib seperti Hari Kiamat, surga, neraka, dan alam kubur atau yang semisalnya.

Jika terpenuhi semua syarat di atas, maka anda boleh membantu menyiapkan properti dan dekorasi acara tersebut, jika tidak maka terlarang untuk membantu. Hal ini karena melihat keumuman ayat Al Qur’an;

وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الأِثْمِ وَالْعُدْوَان

Baca Juga:  Sihir Dan Cara Pengobatannya

“Dan janganlah kamu tolong menolong dalam dosa dan permusuhan”

(QS. Al-Maidah: 2)

Semoga Allah memberi pertolongan pada kita semua dengan menganugerahkan sikap hati-hati.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:

Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله

Kamis, 16 Dzul Hijjah 1441 H / 6 Agustus 2020 M

Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله

Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini