Muamalah

Hukum Bekerja di Hotel yang Menjual Khamr dan Daging Babi

Hukum Bekerja di Hotel yang Menjual Khamr dan Daging Babi

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Hukum Bekerja di Hotel yang Menjual Khamr dan Daging Babi. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah. Assalamualaikum warahmatullah ustadz, izin bertanya.

Bagaimana hukumnya bekerja di hotel yang menyediakan khamr dan daging babi? Apakah berdosa jika karyawan muslim menyediakan khamr tersebut hanya utk non muslim? Dan juga kita tahu bahwa hotel menyediakan kamar yang mana tamu yang menginap tidak semuanya mahram, apakah itu semua tergolong tolong menolong dalam kemaksiatan?

Dari keseluruhan tersebut, bagaimana status gajinya apakah haram? Karena sistem penggajian karyawan hotel adalah terdapat insentif 11% dari hasil pendapatan hotel yang terdiri dari penjualan kamar, restoran, khamr dan daging babi tsb dll.

Tolong dijawab ustadz karena ini membuat saya ragu. Terima kasih jawabannya ustadz. Barakallahu fiik.

(Ditanyakan oleh Fulan Sahabat BIAS via Grup WhatsApp Bimbingan Islam)


Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh.

Carilah pekerjaan yang selalu mendekatkan kepada Allah Ta’ala dan bukan sebaliknya, pahami seluk beluk pekerjaan tersebut. Apakah berpotensi dapat menjauhkan dari agama ataukah tidak?

Apakah banyak kesamaran (syubhat) di dalamnya ataukah jelas kehalalannya?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا} وَقَالَ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الذِّيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌوَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ.رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul.”

Allah Ta’ala berfirman : “Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.””(QS. Al-Mu’minun: 51).

Dan Allah Ta’ala berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.”

[TS_Poll id="2"]

(QS. Al-Baqarah: 172).

Baca Juga:  Memanfaatkan Uang Transfer Nyasar Dalam Islam

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’

Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.”

(Hadits shahih. HR. Muslim, no. 1015).

Bolehkah Bekerja di Hotel?

Seorang muslim pada asalnya boleh bekerja di hotel pada jenis pekerjaan yang mubah dan bukan maksiat, dan terlarang baginya bekerja pada jenis pekerjaan maksiat atau tolong menolong dalam hal maksiat dan dosa seperti ikut membantu hotel dalam menyediakan khamr dan daging babi.

Sehingga, seorang muslim hendaklah bertaqwa kepada Allah, tidak ikut serta membantu dalam menyebarkan maksiat atau ikut dalam hal – hal yang dapat membuat Allah murka.

Semua ini berdasarkan keumuman firman Allah Ta’ala;

وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Almaidah : 2).

Kesimpulan

Jika ia bekerja di hotel yang brand atau pelayanan utamanya adalah khamr, olahan makanan babi, atau hasil keuntungan usaha hotel mayoritas berasal dari maksiat dan pelanggaran syari’at agama, maka tidak bekerja di hotel tersebut adalah sebuah keharusan, dan wajib risign (keluar). Akan tetapi, jika mayoritas hasil usaha atau keuntungan hotel berasal dari hal yang mubah, maka ia (karyawan muslim) boleh bekerja di hotel jenis ini, dengan catatan jenis pekerjaannya adalah mubah dan bukan maksiat.

Anda boleh bekerja di hotel ini, tapi lebih dianjurkan lagi bekerja di hotel yang tidak menyediakan khamr dan daging babi dalam menu makanannya. Berusahalah mencari rezeki yang halal dan berkah, jauhilah segala jalan rezeki yang mengundang murka Allah Ta’ala.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Senin, 8 Jumadil Awwal 1443 H/13 Desember 2021 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button