Ibadah

Bertasbih 100x Sama dengan Berhaji?

Pendaftaran AISHAH Online Angkatan 2

Bertasbih 100x Sama dengan Berhaji?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang Apakah bertasbih 100x sama dengan berhaji? selamat membaca.

Pertanyaan:

Bismillāh. Assalāmu’alaikum ustadz. Semoga Allāh selalu merahmati ustadz, tim BiAS dan kaum muslimin semuanya.

Ustadz saya pernah membaca tulisan seorang sheikh bahwa diriwayatkan dalam sunan At-Tirmidzi bahwa bertasbih 100x pada pagi dan malam hari sama dengan berhaji. Apakah hadits ini benar dan bisa diamalkan? Jazākallāhu khair.

Ditanyakan oleh Santri Mahad BIAS


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh

Aamin dengan doa yang terpanjat, juga semoga anda dan kita semua Allah berikan kebahagiaan di dalam menjalankan kehidupan ini.

Sebagaimana yang diharap, dalam kesehariaan seorang muslim Allah akan berikan kebahagiaan di dalam setiap ketaatan dan ibadah yang dijalankan.

Semakin dekat dan banyak mengingat Allah, maka hati akan semakin tenang dan hidup pun menjadi senang, sebagaima firman Allah ta`ala,”

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allâh. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allâh hati menjadi tentram.” [QS. ar-Ra’d/13:28]

Dan firmanNya,”

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allâh banyak-banyak (berzikir dan berdo’a) agar kamu beruntung.” [QS. al-Anfâl/8:45]

Allah telah perintahkan setiap muslim untuk banyak berdzikir dan mengingat Allah dalam setiap keadaan kita dalam keadaaan apapun, baik duduk berdiri, berjalan , berhendi, berdiri dan berbaring.

Bahkan dalam setiap amal ibadah yang telah Allah perintahkan, diharapkan akan semakin menambah dzikir dia kepada Allah ta’ala, sebaimana firman Allah ta’ala ketika menutup ayat tentang amalan haji”

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا.

“Apabila kalian telah menyelesaikan ibadah haji, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah sebagaimana kalian menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyang kalian, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak daripada itu.” [Al-Baqarah: 200]

[TS_Poll id="2"]

dan ayat setelah shalat Jum’at,

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.

“Apabila shalat telah ditunaikan, bertebaranlah kalian di muka bumi; serta carilah karunia Allah dan berdzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya supaya kalian beruntung” [QS. Al-Jumu’ah: 10]

Maka pada hasil akhirnya diharapkan bertambah kemantapan dan peningkatan diri untuk selalu mengingat Allah. Karena itulah hakikat dari amal ibadah, untuk selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan seorang muslim, sehingga ampunan dan pahala besar dari Allah akan di dapat. Firman Allah ta`ala,”

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ … وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا.

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim,… laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar untuk mereka.” [Al-Ahzâb: 35]

Begitupula dalam kalimat yang kita pakai untuk berdzikir, ada dzikir yang berbentuk umum dan ada yang berbentuk khusus.

Diantara dzikir yang Allah khususkan agar manusia banyak berdzikir , diantara dengan bertasbih /membaca tasbih, sebagaimana Firman Allah ta`ala,sebagaimana dalam beberapa ayat dan riwayat berikut ini:

Allaah berfirman:

فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ

“Maka bertasbihlah di waktu masaa` (hiina tumsuuna) dan di waktu shubuh/pagi” (QS. ar Ruum: 17)

Baca Juga:  Apa Arti Dan Makna 'Qiyam Ramadhan'?

عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ بن أبي وقاص ، حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ : كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : ( أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ ، كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ ؟ ) فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ : كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ ؟ قَالَ : ( يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ ، فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ ، أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ )

Dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash dimana ia menceritakan sebuah hadis dari ayahnya, ia berkata, “Ketika itu kami bersama Rasulullah Saw, kemudian beliau bersabda, ‘Mampukah kalian mengerjakan setiap harinya seribu kebaikan?’ bertanya seseorang dari tempat ia duduk, ‘Bagaimana bisa salah satu dari kita melakukan seribu kebaikan?’ Lalu Nabi menjawab, ‘Bertasbihlah seratus kali tasbih, maka akan ditulis baginya seribu kebaikan, atau akan dihapus darinya seribu kesalahan.(HR. Muslim&Tirmizi)

Dalam riwayat Muslim lainnya juga disebutkan

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ( مَنْ قَالَ: حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، مِائَةَ مَرَّةٍ، لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْه)

“Siapa yang membaca di waktu pagi dan sore, ‘Subhanallah wa bihamdihi’ seratus kali, maka tidak ada seorangpun yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala yang lebih baik dari pahala yang dia bawa, kecuali orang yang membaca seperti yang dia baca atau lebih banyak.” (HR. Muslim)

Diantara hadist yang menyebutkan pahala seperti umroh atau haji, bila dzikir dibarengi dengan kegiatan lain, seperti sholat berjamaah dan melakukan dzikir sampai waktu tertentu.

Sebagaimana riwayat dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ . قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.”

(Hadits Hasan, lihat Jami’ at-Tirmidzi no. 586)

Dan sebagainya dari riwayat riwayat yang yang menyuruh kita membaca tasbih atau dengan dzikir yang lainnya.

Dari apa yang kami coba untuk telusuri hadist tersebut, maka kami belum mendapatkan hadist yang berbunyi tersebut. Namun, melihat banyaknya riwayat yang menyebutkan keutamaan berdzikir dengan bacaan tasbih semisal hadist di atas, maka tidak ada salahnya mencoba memperbanyak dzikir dengan lafadz tasbih atau lafadz lainnya dari dzikir kepada Allah, baik dengan jumlah tertentu dengan syarat telah disebutkan dalam riwayat yang dijadikan sebagai dalil atau dengan dzikir secara mutlak, sehingga kita tidak terlalu terpaku dengan hadist/riwayat yang belum jelas.

Wallahu a`lam.

Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU

Selasa, 5 Jumadil Awal 1444H / 29 November 2022 M 


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Related Articles

Back to top button