Benarkah Pahala Baca Al-Quran Sampai Kepada Orangtua yang Sudah Meninggal?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apakah pahala baca al-qu’an sampai kepada orangtua yang sudah meninggal.
selamat membaca.

 


Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Ustadz, Apakah pahala membaca Al-Quran dari anak yang shalih akan sampai kepada orangtuanya yg sudah wafat?

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat Bimbingan Islam – BiAS)

 


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Bismillah, was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du.

Iya, orangtua juga akan merasakan pahala yang dihasilkan oleh anaknya, dengan syarat bahwa orang tua tersebut minimal adalah yang mengarahkan, mendorong dan memotivasi untuk membaca dan belajar Al-Quran, berdasarkan pada hadits dari Abu Mas’ud Al-Anshari riwayat Muslim,

Baca Juga:  Bagaimana Nafkah Istri Setelah Cerai? Apa Suami Langsung Lepas Tangan?

من دلّ على خير فله مثل أجر فاعله

“Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, baginya mendapatkan pahala seperti pelakunya.” (HR. Muslim)

Jika orang tua adalah pihak yang menunjukkan pada amal baik tersebut, dia akan mendapatkan juga pahalanya, insyaAllah.

Besar Pahala Yang Didapatkan

Namun, Ulama berbeda pendapat berapa besaran pahala yang didapatkan oleh pihak yang menunjukkan amalan baik tersebut, apakah benar-benar semisal dengan pelaku kebaikannnya ataukah berbeda,

وفي شرح السيوطي على مسلم: “قال النووي: المراد أن له ثوابًا كما لفاعله ثوابًا، ولا يلزم أن يكون قدر ثوابهما سواء. انتهى

Al-Suyuti dalam Syarah Shahih Muslim nya mengatakan,
“Berkata al-Nawawi: makna haditsnya adalah bahwa si penunjuk kebaikan memiliki hak pahala sebagaimana pelakunya mendapatkan pahala, namun tidak ada kelaziman bahwa ukuran pahala keduanya harus sama.”

Disebutkan juga dalam kitab Al-Tanwir Syarh Al-Jami’ Al-Shagir,

ظاهر الحديث المساواة، وقاعدة الشريعة أن الأجر على قدر المشقة؛ إذ مشقة من أنفق عشرة دراهم ليس كمن دلّ، ويدل عليه أن من دلّ إنسانًا على قتل آخر يعزر ولا يقتص منه. انتهى

“hadits ini secara tekstual memang menunjukkan bahwa pahala keduanya (pelaku kebaikan dan yang menunjukkannya) memiliki ganjaran sama, namun kaidah syari’ah menjelaskan bahwa besaran pahala itu berbanding lurus dengan tingkat kesulitan pengerjaan amalan, tingkat kesulitan orang yang menginfakkan 10 dirham berbeda dengan orang yang hanya mengarahkan untuk infak, lebih ditegaskan lagi (perbedaannya) bahwa orang yang mengarahkan orang lain untuk membunuh orang, ia hanya mendapat hukum ta’zir, dan tidaklah diqishas (berbeda dengan yang membunuh secara langsung).”

Jadi, jika anda yang mempunyai andil untuk mengarahkan anak anda untuk belajar al-Quran, yang mana sekarang atau setelahnya kemudian anak anda mendapat pahala dari bacaannya tersebut, anda pun juga akan mendapatkan pahalanya, adapun besaran pahalanya, Ulama bersilang pendapat, ada yang mengatakan sama 100%, ada yang mengatakan berbeda, demikian.

Baca Juga:  Setelah Lamaran, Menunggu Waktu Satu Tahun Untuk Nikah, Apa Boleh?

wallahu a’lam.

Sumber: https://www.islamweb.net/ar/fatwa/319507/شرح-حديث-من-دلّ-على-خير-فله-مثل-أجر-فاعله

Dijawab oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Jumat, 14 Rajab 1442 H/ 26 Februari 2021 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله 
klik disini