Apakah Benar Hadits-Hadits Shahih Tentang Ketaatan Pada Pemimpin, Bukan Pada Tempatnya

Apakah Benar Hadits-Hadits Shahih Tentang Ketaatan Pada Pemimpin, Bukan Pada Tempatnya

Pertanyaan

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Pak Ustadz, ana baru lihat video dari M***li A*i yang mengatakan bahwa hadist2 shohih yg dibawakan oleh para pendakwah salafi mengenai taatnya kita pada pemerintah sekarang itu bukan pada tempatnya. Karena amirul mukmin yang dimaksud dalam hadist tersebut yang berpegang hukum pada Al Quran dan As Sunnah tidak seperti di Indonesia sekarang ini.
Apakah betul seperti itu?
Syukron

(Dari Hani, Admin BiAS T-02)

Jawaban

وعليكم السلام و رحمة الله وبر كاته
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Tidak benar sama sekali anggapan tersebut di atas, hendaknya kita membangun loyalitas terhadap kebenaran dengan bersandar kepada dalil bukan ucapan fulan atau alan.

Doktrin-doktrin seperti ini adalah ajaran yang membahayakan keamanan umat dan negri yang sekarang sedang dirasakan oleh kaum muslimin. Ada upaya untuk  mengusiknya dengan cara menyemai kebencian di hati-hati kaum muslimin agar membenci penguasanya, agar mereka melakukan pemberontakan yang akan menimbulkan bahaya besar, fitnah berupa kekacauan serta pertumpahan darah di sana sini.

Anggapan tersebut tidak benar minimalnya dari dua sisi :

1. Anggapan si ustadz bahwa Indonesia tidak menerapkan Al-Qur’an dan As-Sunnah itu apa maksudnya ?

Apakah pemerintah Indonesia tidak melakukan haji, umrah, shalat jumat, shalat id, zakat, puasa ramadhan, shalat sunnah dan lain-lain berupa syariat. Bukankah perintah Al-Qur’an dan As-Sunnah ?

Jika ia beranggapan yang dimaksud Al-Qur’an dan As-Sunnah itu hanya masalah pidana saja, hendaknya ia mendatangkan dalil atas ucapannya tersebut.

2. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan rambu-rambu kepada kita kapan seseorang diperbolehkan mencabut ketaatan kepada penguasa. Yaitu ketika penguasa sudah melakukan kekufuran nyata yang tidak menimbulkan asumsi lain selain kekufuran. Mudahnya jika pemerintah sudah murtad alias kafir alias keluar dari Islam barulah kaum muslimin diperbolehkan untuk tidak mentaati penguasa.

عن جنادة بن أبي أمية قال دخلنا على عبادة بن الصامت وهو مريض قلنا أصلحك الله حدث بحديث ينفعك الله به سمعته من النبي صلى الله عليه وسلم قال دعانا النبي صلى الله عليه وسلم فبايعناه فقال فيما أخذ علينا أن بايعنا على السمع والطاعة في منشطنا ومكرهنا وعسرنا ويسرنا وأثرة علينا وأن لا ننازع الأمر أهله إلا أن ترو كفرا بواحا عندكم من الله فيه برهان

Dari Junadah bin Abi Umayyah radhiyallahu ’anhu ia berkata : Kami masuk ke rumah Ubadah bin Ash-Shamit ketika ia dalam keadaan sakit dan kami berkata kepadanya : ’Sampaikan hadits kepada kami hadits yang engkau dengar dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang dengannya Allah akan memberi manfaat kepada kami”.

Maka Ubadah bin Ash-Shamit berkata :
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memanggil kami kemudian membaiat kami. Dan diantara baiatnya adalah agar kami bersumpah setia untuk mendengar dan taat ketika kami semangat ataupun tidak suka, ketika dalam kemudahan ataupun dalam kesusahan, ataupun ketika kami diperlakukan secara sewenang-wenang. Dan hendaklah kami tidak merebut urusan kepemimpinan dari ahlinya.

Beliau shallallahu alaihi wasallam berkata : ”Kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata, yang kalian memiliki bukti di sisi Allah” (HR. Bukhari : 6647).

Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz berfatwa :

“Tidak boleh memberontak kepada penguasa dan memecah tongkat ketaatan *kecuali jika didapati pada penguasa itu kekafiran yang nyata yang ada buktinya* dari Allah subhanahu wa ta’ala di sisi para pemberontak dan mereka mampu untuk itu (melakukan pemberontakan) dengan cara yang tidak menimbulkan kemungkaran dan kerusakan yang lebih besar.”

(Fiqih Siyasah Syar’iyyah :185)

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz  Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

Tanya Jawab
Grup Admin Bimbingan Islam T-O3
Senin, 9 Jumada Awwal 1438 H / 6 Februari 2017 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS