Fawaid Hadist #173 dan 174| “Pahala Mengalir Dari Teladan, Dosa Mengalir Dari Kesalahan”

Hadits ke 173
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو الأَنْصَارِيِّ البَدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: “مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ” (رواه مسلم)
Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr Al-Anshari Al-Badri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)
Hadits ke 174
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: “مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا” (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk (kebaikan), maka ia akan mendapatkan pahala sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia akan menanggung dosa sebanyak dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim)
Pelajaran Penting Dari Kedua Hadits Ini
- Anjuran untuk mengajarkan ilmu, berdakwah kepada kebaikan dan petunjuk, serta menunjukkan jalan kebaikan dan membantu orang melakukannya. Orang yang melakukan itu akan mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya, dan pahalanya terus mengalir selama ilmu itu diamalkan.
Faedah: Menunjukkan kebaikan bisa dengan berbagai cara:
- Memberi contoh langsung
- Menasehati dan mengingatkan
- Menulis dan menyebarkan ilmu
Semua itu termasuk menunjukkan kepada kebaikan, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.
- Peringatan keras dari mengajak kepada kesesatan dan keburukan, serta menyebarkan dosa dan kemaksiatan, baik lewat ucapan, perbuatan, aturan, atau melalui media seperti internet dan media sosial. Pelakunya akan menanggung dosanya sendiri dan dosa orang yang mengikutinya sampai hari kiamat.
- Orang yang menjadi penyebab suatu perbuatan, hukumnya seperti orang yang melakukannya langsung (dalam pahala atau dosa).
Wallahu a’lam
[Refrensi utama : Kitab Riyadhus shalihin Wa ma’ahu hasyiyatul Fawaid. Hal 156 – 157]
👤 Ustadz Nurhadi Nugroho hafidzhohulloh