Artikel

Nasehat Untuk Para Da’i Dalam Berdakwah

Syaikh Prof. Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah 

Penerjemah: Amrullah Akadhinta 

Muqaddimah Penerjemah 

Sahabat Bimbingan Islam yang dimuliakan Allah, berikut ini nasihat dari Syaikh Prof. Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah. Beliau seorang ulama hadits senior di kota Riyadh, murid Imam Al Albani rahimahullah. 

Nasihat ini, aslinya berjudul: “Murid Kemarin, Rekan Hari Ini, dan Pesan untuk Masa Depan” yang beliau tulis di akun X/Twitter beliau. Nasihat ini adalah nasihat beliau kepada orang-orang yang dahulu menjadi murid beliau dan kini telah berkiprah di medan dakwah dan pendidikan. Satu hal yang sangat penting dan baik jika kita merenungkan untaian indah nasihat tersebut. Selamat Membaca!

 Murid Kemarin, Rekan Hari Ini, Dan Pesan Untuk Masa Depan

Bismillahirrahmanirrahim 

Pesan-pesan Setelah 7 Dekade (70 tahun). Segala puji hanya milik Allah 

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita semua husnul khatimah.

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga beliau, dan seluruh sahabat beliau. Kepada orang-orang yang saya mendapat kehormatan untuk mengajar mereka selama bertahun-tahun:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Di antara nikmat Allah yang paling besar padaku adalah ketika aku melihat banyak murid di masa lalu kini telah menjadi rekan seperjuangan dalam ilmu, pendidikan, dakwah, dan perbaikan umat. Mereka memikul risalah Islam, menjalankan tugas menjelaskan dan membimbing, serta turut menyebarkan kebaikan di tengah manusia. Ini adalah nikmat yang menuntut rasa syukur kepada Allah, di setiap waktu.

Saya berwasiat kepada diri saya dan kepada kalian semua agar bertakwa kepada Allah azza wa jalla dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan. Hendaknya kita menyadari besarnya karunia yang Allah anugerahkan kepada kita ketika Dia memilih kita untuk melayani ilmu syar’i, mengajarkannya, dan mendakwahkannya. Sebab ilmu, meskipun merupakan kemuliaan, juga merupakan amanah, tanggung jawab, dan beban besar yang akan dipertanyakan oleh Allah kepada para pemiliknya pada Hari Kiamat.

Ingatlah bahwa manusia lebih dahulu memperhatikan perbuatan orang-orang berilmu sebelum ucapan mereka. Keteladanan yang baik merupakan salah satu sarana dakwah dan pengaruh yang paling kuat. Karena itu, upayakan agar ilmu yang kalian tampak dalam akhlak, kewibawaan, tawadhu’, kelembutan, keadilan, dan keikhlasan kalian kepada Allah Ta’ala.

Waspadalah agar cita-cita kalian tidak sebatas banyaknya pengikut, popularitas, atau pujian manusia. Hendaklah yang menjadi tujuan utama adalah mencari ridha Allah dan memberi manfaat kepada hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya ilmu yang diberkahi adalah ilmu yang melahirkan rasa takut kepada Allah, kerendahan hati kepada sesama, dan semangat untuk memberikan hidayah kepada manusia.

Saya juga berwasiat agar kalian terus menambah ilmu dan senantiasa belajar hingga akhir hayat. Sebab seorang alim sejati adalah orang yang menyadari bahwa dirinya masih membutuhkan ilmu, dan bahwa di atas setiap orang yang berilmu masih ada yang lebih berilmu. Saya pernah mendengar guru kami, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani , mengatakan yang kurang lebih maknanya: “Semakin bertambah ilmu seseorang, semakin ia merasa membutuhkan ilmu lebih daripada sebelumnya.”

Saya juga berwasiat agar kalian menjaga ukhuwah ilmiah, bersatu dalam kebenaran, berbaik sangka kepada saudara-saudara kalian, saling tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa, serta menjauhi sebab-sebab perpecahan dan perselisihan. Umat ini sangat membutuhkan ulama dan dai yang mempersatukan, bukan memecah-belah; yang memperbaiki, bukan merusak.

Ingatlah selalu bahwa kemuliaan ilmu hanya sempurna dengan mengamalkannya, mengajarkannya kepada manusia, dan bersabar atas konsekuensinya. Sebaik-baik warisan yang ditinggalkan seseorang setelah wafatnya adalah ilmu yang bermanfaat, murid yang saleh, dan jejak kebaikan yang terus mengalir setelah kepergiannya.

Saya pesankan secara khusus agar kalian memberikan perhatian besar kepada pokok asal dan pondasi agama, yaitu mendakwahkan tauhid serta memurnikan ibadah hanya pada Allah semata tanpa sekutu bagi-Nya. Itulah dakwah seluruh Nabi dan Rasul. Itulah perkara pertama yang harus menjadi perhatian seorang dai, guru, dan pendidik.

Jadikanlah perhatian utama kalian menanamkan akidah yang benar dalam jiwa manusia, mengagungkan Allah Ta’ala, mengagungkan Sunnah Rasulullah ﷺ, dan menghubungkan manusia dengan 2 wahyu: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya ﷺ sesuai pemahaman salaf umat ini.

Saya juga berwasiat agar kalian mengingatkan manusia dari syirik, bid’ah, dan perkara-perkara baru dalam agama yang menyelisihi petunjuk Nabi ﷺ dan para sahabat beliau radhiyallahu anhum, dengan ilmu, keadilan, dan sikap yang proporsional; jangan bersikap berlebihan maupun meremehkan. Hendaknya hal itu dilakukan dengan hikmah, kelembutan, dan tutur kata yang baik. Sebab hati dapat terbuka dengan kasih sayang sebagaimana hati terbuka dengan hujjah.

Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasihat yang baik.” (An Nahl: 125)

Dan Nabi ﷺ bersabda:

إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه

“Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya.” (HR Muslim)

Karena itu, jadilah kalian para penyeru kepada Sunnah melalui akhlak sebelum ucapan, melalui amal sebelum nasihat. Gabungkan antara lurusnya manhaj dan baiknya metode, antara keteguhan di atas kebenaran dan kasih sayang kepada manusia. Sebab itulah yang lebih dekat kepada penerimaan dan lebih besar pengaruhnya dalam memberi hidayah serta memperbaiki manusia.

Penutup

Dahulu kalian adalah murid-murid, hari ini kalian adalah rekan-rekan seperjuangan. Kami berharap, dengan izin Allah, kalian akan menjadi para pemimpin masa depan dalam ilmu, dakwah, dan perbaikan umat. Jagalah kemuliaan risalah ini, dan tunaikan amanah ilmu sebagaimana kalian ingin bertemu Allah dengannya.

Saya memohon kepada Allah Ta’ala agar memberkahi kalian, menjadikan kalian sebagai kunci-kunci kebaikan dan penutup jalan-jalan keburukan, memberikan manfaat melalui kalian bagi Islam dan kaum muslimin, serta mengaruniakan kepada kita semua keikhlasan, penerimaan amal, dan keteguhan hingga akhir hayat. Semoga Allah memberikan taufik kepada kalian, meluruskan langkah-langkah kalian, dan menjadikan kalian orang-orang yang penuh keberkahan di mana pun berada.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudara kalian, yang merasa bangga dan berbahagia dengan ilmu yang Allah karuniakan kepada kalian, mencintai kebaikan untuk kalian, dan berharap kalian memperoleh tambahan taufik serta penerimaan dari Allah.

Ashim bin Abdullah Al-Qaryuti.

Link artikel berbahasa Arab: https://x.com/i/status/2061407197037302263

Ustadz Amrullah Akadhinta ST

Beliau adalah Alumni S1 Teknik Sipil UGM, Alumni Ma'had Al-'Ilmi, | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial sebagai Pengasuh Twitulama. Ketua Yayasan Bimbingan Islam. Sekretaris KIPMI. Pembina Yayasan Muslim Merapi
Back to top button