Artikel

Kisah Penuh Hikmah dari Syaikh Ibnu Baz Rahimahullah

Oleh: Syaikh Prof. Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah 

Penerjemah: Ustadz Amrullah Akadhinta, S.T.

Pembukaan (Dari Penerjemah)

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz atau yang biasa dikenal dengan Syaikh Ibnu Baz rahimahullah adalah sosok ulama besar abad ini. Keteladanan beliau bukan hanya dalam hal ilmu, namun juga dalam hal amal dan muamalah. Berikut beberapa kisah teladan yang menarik tentang beliau, semoga Allah jadikan sebagai sebab kebaikan bagi kita.

==

Kisah-kisah yang tak terlupakan tentang kasih sayang, hikmah, dan semangat membantu kebutuhan manusia dari Syaikh kami, al-‘Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah.

Cerita-cerita berikut dikisahkan oleh salah seorang penuntut ilmu yang lama menemani beliau dan mendampingi beliau bertahun-tahun. Ia melihat sikap-sikap beliau yang tak terlupakan dalam kasih sayang, kebijaksanaan dan semangat untuk membantu kebutuhan manusia.

Semoga Allah merahmati Syaikh Ibnu Baz dan membalas beliau dengan sebaik-baik balasan untuk umat ini.

Kisah Pertama

Penuntut ilmu ini berkata: “Aku pernah bersama Syaikh Ibnu Baz menuju shalat Subuh pada hari Jumat di Masjid Imam Turki di daerah ad-Dīrah. Saat itu aku yang menyetir mobil beliau, dan itu terjadi pada tahun 1403 H. Musim dingin sangatlah menusuk.

Ketika sampai di pintu masjid, datang seorang lelaki kepada Syaikh lalu berkata: ‘Wahai Syaikh, saya seorang musafir. Saya tidur di masjid lalu mimpi basah, dan sekarang saya dalam keadaan junub. Kamar mandi masjid tidak ada air hangat, dan saya tidak mengenal seorang pun di sini.’

Maka syaikh menoleh kepadaku dan berkata: “Ajak dia naik mobil, wahai Nāshir. Bawa dia ke rumahku. Biarkan dia mandi, lalu kalian shalat di masjid dekat rumah. Setelah itu suruh para pembantu menyiapkan kasur untuknya, dan biarkan dia istirahat selama yang dibutuhkannya. Setelah itu baru engkau kembali kepadaku.’

Kisah Kedua

Seorang pemuda datang kepada Syaikh dalam keadaan takut, lalu berkata: “Wahai Syaikh, ayahku menyuruhku suatu urusan, tetapi aku melakukan drifting dengan mobil lalu menabrak tembok. Ayahku sangat pemarah. Kalau aku pulang, pasti beliau akan memukulku.”

Maka Syaikh berkata kepadanya: “Berikan nomor ayahmu.”

Lalu Syaikh menelepon sang ayah dan berkata: “Anakmu mengalami kecelakaan, tapi dia selamat. Dan bergembiralah, Anda akan mendapatkan mobil baru seperti mobil Datsun Anda. Tetapi demi saya, jangan sakiti dia.”

Sang ayah pun berkata: “Demi Allah, ini benar-benar kecelakaan yang penuh berkah, karena Yang Mulia Syaikh menelepon saya karenanya. Dapat mobil baru pula, sementara mobil saya memang sudah tua. Demi Allah wahai Syaikh, sungguh saya akan mencium kepala anak saya”. Maka Syaikh pun tertawa dan merasa gembira.

Kisah Ketiga

“Syaikh Ibnu Baz rahimahullah pernah mengunjungi Muhammad al-Jumaih, pemilik agen mobil al-Jumaih, sebagaimana biasanya.

Sebelum syaikh masuk ke majelis, salah seorang masyaikh berkata kepada al-Jumaih: ‘Kalian sangat mencintai Ibnu Baz, dan Ibn Baz juga banyak memuji kalian.’

Maka al-Jumaih berkata: ‘Pada tahun 1396 H, Syaikh pernah meminta pinjaman kepadaku sebesar 4.000.000 riyal untuk dibagikan sebagai gaji para dai di luar negeri, atas tanggungan pribadi beliau.’ Aku pun berkata: ‘Baik.’

Maka Syaikh sangat gembira dan wajah beliau berseri-seri. Beliau mendoakanku sementara aku duduk di sisi beliau: ‘Ya Allah, limpahkanlah kepada al-Jumaih rezeki harta dengan limpahan yang banyak, dan jadikan dia termasuk orang-orang kaya.’

Al-Jumaih berkata: ‘Baru sehari berlalu, anakku menelepon dari Amerika dan berkata: “Wahai Ayah, transaksi kita di Amerika untung 400.000.000!”. Sejak hari itu, rezeki datang kepadaku dengan sangat besar.’

Kemudian aku memberitahukan hal itu kepada Syaikh Ibnu Baz, maka beliau bergembira dan tampak kebahagiaan di wajah beliau, lalu berkata: ‘Ini semata-mata karunia Allah.’

Maka aku berkata kepada Syaikh: ‘Saya relakan pinjaman itu, bahkan saya tambahkan 4.000.000 lagi.’”

Hikmah

  • Barang siapa hidup untuk manusia, maka ia akan hidup di hati mereka.
  • Barang siapa melapangkan satu kesusahan orang lain, maka Allah akan melapangkan kesusahannya di dunia dan akhirat.
  • Apa yang dilakukan karena Allah akan tetap langgeng dan terus berbuah. 
  • Sedangkan apa yang dilakukan bukan karena-Nya akan terputus dan hilang.

Wallohu a’lam

Diterjemahkan dari status: https://x.com/i/status/2051739531850719326

Ustadz Amrullah Akadhinta ST

Beliau adalah Alumni S1 Teknik Sipil UGM, Alumni Ma'had Al-'Ilmi, | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial sebagai Pengasuh Twitulama. Ketua Yayasan Bimbingan Islam. Sekretaris KIPMI. Pembina Yayasan Muslim Merapi
Back to top button