Cara Mandi Junub Wanita Menurut Fiqih Islam
Cara Mandi Junub Wanita Menurut Fiqih Islam
Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Cara Mandi Junub Wanita Menurut Fiqih Islam, selamat membaca.
Pertanyaan:
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Apakah rambut perempuan harus dibasuh seluruhnya ketika mandi junub?
جزاك اللهُ خيراً
(Ditanyakan Oleh Santri Mahad Bimbingan Islam)
Jawaban:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ
Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
Suatu ketika Ummu Salamah pernah bertanya kepada Nabi ﷺ, ‘Wahai Rasulullah, aku salah seorang wanita yang suka menguncir rambut. Apakah aku harus melepas kunciranku di kala mandi junub?’ Lantas Rasulullah ﷺ menjawab,
لَا إِنَّمَا يَكْفِيكِ أَنْ تَحْثِيَ عَلَى رَأْسِكِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ ثُمَّ تُفِيضِينَ عَلَيْكِ الْمَاءَ فَتَطْهُرِينَ
“Tidak, cukuplah engkau meraup air dan tuangkan pada kepalamu tiga kali raupan. Selebihnya guyurkan air di sekujur tubuhmu, sehingga engkau pun akan suci setelahnya.” (HR. Muslim)
Pada hadis di atas menjelaskan bahwasanya seorang wanita yang hendak mandi junub diwajibkan untuk membasuh seluruh badannya, di antaranya adalah rambut, hanya saja tidak harus untuk dibasahi atau diguyur pada seluruh permukaan kepala, namun cukup diguyur tiga raupan air dengan tangannya.
Mengapa demikian? Karena madi junub bisa terjadi setiap waktu, dan ini merupakan kemudahan syariat islam, berbeda halnya dengan mandi paska haid atau nifas yang dianjurkan untuk mengguyur seluruh kepala dan badannya, sebab jangka waktu haid atau nifas itu lama ketimbang junub.
Wallahu Ta’ala A’lam.
Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Ahmad Yuhanna, Lc. حافظه الله