Adab & AkhlakKonsultasi

Wanita Jajan Di Pinggir Jalan Apa Menurunkan Muruah?

Wanita Jajan Di Pinggir Jalan Apa Menurunkan Muruah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Wanita Jajan Di Pinggir Jalan Apa Menurunkan Muruah?, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jika seorang wanita penuntut ilmu dan berpakaian Syar’i, jajan atau membeli sesuatu di pinggir jalan. Apakah ini termasuk perbuatan yang menurunkan muruah?

جزاك اللهُ خيراً

(Ditanyakan Oleh Santri Mahad Bimbingan Islam)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Dalam Syariat Islam, sudah semestinya seorang wanita untuk di rumah saja, sebagaimana firman Allah ﷻ,

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى

“Tetaplah (tinggal) di rumah-rumahmu dan janganlah berhias (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Bilamana memang mengharuskan keluar dari rumah untuk suatu kebutuhan dan kepentingan, maka benar-benar harus menjaga diri, adab dan etika.

Menjaga diri dengan menutup aurat, tidak menimbulkan fitnah, karena sejatinya seorang yang keluar rumah itu selalu diperhias oleh setan, sebagaimana sabda Nabi ﷺ,

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita itu adalah aurat. Jika ia keluar, maka setan akan memperindahnya.” (HR. Tirmidzi)

Syaikh Mubarakfuri dalam kitabnya “Tuhfatul ahwadzi” Syarah Sunan Tirmidzi, ia mengatakan, “Setan akan memperindahnya di mata laki-laki.”

Menjaga adab dan etika, di antaranya; menundukkan pandangan, tidak berlama-lama, memperhatikan hak jalanan, seperti tidak mengganggu orang lain dengan bergerombolan dan kumpul, tidak buang sampah sembarangan, dan seterusnya…

Bilamana seorang wanita bisa menjaga diri, adab, serta etika, maka akan terjaga pula muruah dalam dirinya.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Ahmad Yuhanna, Lc. حافظه الله

Back to top button