12 Cara Bangkit Dari Malas Menuntut Ilmu
12 Cara Bangkit Dari Malas Menuntut Ilmu
Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang 12 Cara Bangkit Dari Malas Menuntut Ilmu, selamat membaca.
Pertanyaan:
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Izin bertanya ustadz, bagaimana cara bangkit dari futur menuntut ilmu?
جزاك اللهُ خيراً
Jawaban:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ
Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
Rasa Malas Bisa Saja Menimpa Siapapun
Perlu diketahui bahwa rasa malas menuntut ilmu bisa saja menimpa siapapun dan pada hal apapun berdasarkan hadits;
عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ دَخَلْتُ أَنَا وَيَحْيَى بْنُ جَعْدَةَ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الأَنْصَارِ مِنْ أَصْحَابِ الرَّسُولِ قَالَ ذَكَرُوا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَوْلاَةً لِبَنِى عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَقَالَ إِنَّهَا قَامَتِ اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَارَ. قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَكِنِّى أَنَا أَنَامُ وَأُصَلِّى وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ فَمَنِ اقْتَدَى بِى فَهُوَ مِنِّى وَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً ثُمَّ فَتْرَةً فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى بِدْعَةٍ فَقَدْ ضَلَّ وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّةٍ فَقَدِ اهْتَدَى »
Dari Mujahid, ia berkata, aku dan Yahya bin Ja’dah pernah menemui salah seorang Anshor yang merupakan sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, para sahabat Rasul membicarakan bekas budak milik Bani ‘Abdul Muthollib. Ia berkata bahwa ia biasa shalat malam (tanpa tidur) dan biasa berpuasa (setiap hari tanpa ada waktu luang untuk tidak puasa).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Akan tetapi aku tidur dan aku shalat malam. Aku pun puasa, namun ada waktu bagiku untuk tidak berpuasa. Siapa yang mencontohiku, maka ia termasuk golonganku. Siapa yang benci terhadap ajaranku, maka ia bukan termasuk golonganku. Setiap amal itu ada masa semangat dan ada masa malasnya. Siapa yang rasa malasnya malah menjerumuskan pada bid’ah, maka ia sungguh telah sesat. Namun siapa yang rasa malasnya masih di atas ajaran Rasul, maka dialah yang mendapat petunjuk.”
(Hadits Riwayat Ahmad)
Tapi hadits ini bukan berarti boleh bersifat malas.
12 Nasehat Agar Bisa Bangkit Dari Malas Menuntut Ilmu
Ada beberapa nasihat agar terhindar dari sifat yang tercela ini :
1. Seperti tuntunan hadits diatas, orang yang futur biasanya adalah yang salah arah dan salah cara dalam menuntut ilmu. Seorang akan gampang malas ketika menuntut ilmu bukan untuk Allah dan mengangkat kebodohan. Belajar karena riya atau ingin sesuatu dari dunia akan sangat mudah terjangkit penyakit malas.
2. Maka cara menuntut ilmu yang benar adalah ikhlas karena Allah, untuk mengangkat kebodohan dari diri sehingga beribadah dengan ilmu kemudian mendakwahkannya.
3. Begitu juga cara yang benar dalam menuntut ilmu adalah bertahap dan tidak loncat loncat atau langsung melahap ilmu yang bukan porsinya. Karena sesungguhnya makanan orang dewasa adalah racun bagi anak kecil. Artinya ketika penuntut ilmu pemula melahap ilmu lanjutan dia akan bingung sehingga dia tidak semangat dan akhirnya tidak belajar sama sekali. Allah saja menurunkan Al quran secara bertahap.
4. Hendaknya juga menuntut ilmu dalam porsi sedikit akan tetapi konsisten. Lihatlah kepada kemampuan diri sendiri. Rutinkan menuntut ilmu sesuai kemampuan, baik harian atau bulanan. Orang yang langsung mengambil banyak jadwal dalam belajar maka tidak akan bertahan lama dan akhirnya dia akan kalah serta malas dan meninggalkan ilmu.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ ! خُذُوا مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ رواه البخاري ومسلم
“Wahai manusia, ambillah pekerjaan sesuai dengan kemampuan anda semua.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ رواه البخاري ومسلم
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Maksudnya mampu untuk konsisten dalam melakasanakan tanpa terbebani. Di dalamnya ada dalil anjuran untuk menjaga dalam beribadah, menjauhi berlebih-lebihan. Hadits tidak khusus dalam shalat, bahkan ia umum mencakup semua amalan kebaikan. (Al Minhaj Syarah Muslim)
5. Ketahuilah bahwa agama ini adalah mudah, Allah tidak ingin memberatkan beban diluar kemampuan hamba. Dan barangsiapa yang memaksakan diri akan tumbang.
حَدَّثَنَا عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ مُطَهَّرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ مَعْنِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْغِفَارِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنْ الدُّلْجَةِ
Telah menceritakan kepada kami [Abdus Salam bin Muthahhar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Umar bin Ali] dari [Ma’an bin Muhammad Al Ghifari] dari [Sa’id bin Abu Sa’id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali dia akan dikalahkan (semakin berat dan sulit). Maka berlakulah lurus kalian, mendekatlah (kepada yang benar dan berilah kabar gembira dan minta tolonglah dengan Al Ghadwah (berangkat di awal pagi dan ar-ruhah (berangkat setelah zhuhur dan sesuatu dari ad-duljah (berangkat di waktu malam). (HR. Bukhari)
6. Diantara yang bisa membangkitkan semangat belajar adalah membaca kisah ulama dalam menuntut ilmu.
7. Hendaknya sadar juga sifat malas adalah sifatnya orang munafik. Mereka malas beribadah. Dan menuntut ilmu termasuk ibadah bahkan yang paling agung.
{ إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِینَ یُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَـٰدِعُهُمۡ وَإِذَا قَامُوۤا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ یُرَاۤءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا یَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِیلࣰا }
Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka.Apabila mereka berdiri untuk salat mereka lakukan dengan malas Mereka bermaksud riya’ (ingin dipuji di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.* (Surat An-Nisa’: 142)
8. Memperbanyak doa berlindung dari sifat malas diantaranya
( اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ ، وَالبُخْلِ وَالجُبْنِ ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ رواه البخاري
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia). (HR. Bukhari)
9. Hendaknya mendawamkan perawatan diri, perhatikan kebersihan badan dan rutinlah mandi dan memakai minyak wangi. Wewangian adalah gizi bagi ruh yang akan membuat fresh otak, membuat bahagia hati dan jiwa, juga akan membuat jiwa semakin kuat dan bersemangat.
10. Begitu juga olahraga pengaruhnya sangat besar untuk otak, jiwa, ruh, badan kesehatan. Dengan berolahraga akan semakin percaya diri, menambah pikiran positif, menjauhkan dari pikiran negatif dan melahirkan inspirasi cemerlang.
11. Bergaulah dengan orang yang rajin dan semangat serta optimis. Karena kualitas hidup ditentukan oleh pertemanan.
12. Tidak ada solusi lain kecuali bangkit, bangun, dan kobarkan api semangat.
Semoga kita istiqomah di jalan kebenaran
Wallahu Ta’ala A’lam.
Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fauzan Azhiimaa, Lc. حافظه الله