Home Konsultasi Adab & Akhlak Menghadiahkan Sholawat Untuk Orangtua, Apa Bisa?

Menghadiahkan Sholawat Untuk Orangtua, Apa Bisa?

Menghadiahkan Sholawat Untuk Orangtua, Apa Bisa bimbingan islam

Menghadiahkan Sholawat Untuk Orangtua, Apa Bisa?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang menghadiahkan sholawat untuk orangtua yang sudah meninggal, apa bisa?
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ustadz izin bertanya, bolehkah seorang anak menghadiahkan sholawat untuk orang tua yang sudah meninggal?
Jazakumullahu khayran

(Disampaikan oleh Fulanah, Member grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Sholawat dalam arti dasarnya adalah doa. Ketika kita bersholawat kepada Allah untuk nabi muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam maknanya kita meminta kepada Allah, agar Allah menambah kenikmatan dan rahmatnya untuk baginda rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Maka, sholawat dalam artian mendoakan orang tua adalah salah satu kebaktian yang besar dari seorang anak teruntuk orang tuanya. dalam sebuah hadits rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Baca Juga:  Hukum Menjual Jasa Perawatan Jenazah

إذا ماتَ الإنْسانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إلّا مِن ثَلاثَةٍ: إلّا مِن صَدَقَةٍ جارِيَةٍ، أوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أوْ ولَدٍ صالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang manusia meninggal maka terputuslah semua amalannya kecuali 3 amalan: Sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan seorang anak sholih yang senantiasa mendoakannya.”
(HR. Muslim 1631).

Bahkan kesholihan anak, akan menjadi pahala untuk orang tuanya, karena anak adalah hasil orang tua. oleh karenanya perbanyaklah ketaatan kepada Allah, insya Allah orang tua akan mendapatkan pahala juga.

Ibnu Malak berkata:

حتى قيل: يحصل للوالد ثوابٌ مِن عملِ الولد الصالح، سواءٌ دعا لأبيه أو لا، كما أن مَن غرسَ شجرةً مثمرةً يحصل للغارس ثوابٌ بأكل ثمراتها، سواءٌ دعا له الآكِلُ أو لا

“Sampai dikatakan: orang tua mendapatkan pahala dari setiap amalan anaknya yang sholih, baik dia mendoakan ayahnya atau tidak, hal ini sama seperti seseorang menanam pohon yang berbuah, maka si penanam akan mendapatkan pahala setiap kali ada yang memakan buah tersebut, baik orang yang memakan buah tersebut mendoakan si penanam atau tidak”.
(Syarhul mashabih karya Ibnu Malak : 1/193).

Baca Juga:  Apakah Anak Yang Durhaka Tetap Mendapat Hak Waris?

Wallahu a’lam

Dijawab oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Senin, 29 Rabiul Akhir 1442 H / 14 Desember 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini