Fawaid Hadist #26 | Keutamaan Orang Yang Bersabar Atas Kehilangan Penglihatannya
Fawaid Hadist #26 | Keutamaan Orang Yang Bersabar Atas Kehilangan Penglihatannya
Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist,Fawaid Hadist #26 | Keutamaan Orang Yang Bersabar Atas Kehilangan Penglihatannya. Selamat membaca.
[div class=”fawaid-hadis”]
وعَنْ أَنسٍ رضي اللَّه عنه قال : سَمِعْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : « إنَّ اللَّه عَزَّ وجَلَّ قَالَ : إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبدِي بحبيبتَيْهِ فَصبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجنَّةَ »
Dari Anas radhiyallahu anhu, ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Sesungguhnya Allah (ﷻ) berfirman: “Jikalau Aku memberi cobaan kepada hambaKu dengan melenyapkan penglihatan kedua matanya -yakni menjadi buta, kemudian ia bersabar, maka Aku akan mengganti kedua matanya dengan surga.”
HR. Bukhari, no. 5653).
[/div]Faedah Hadist
Hadist ini memberikan faedah-faedah berharga, di antaranya;
1. Mata itu adalah anggota tubuh yang amat dicintai manusia. Jika Allah Ta’ala mengambilnya dan seseorang itu mau bersabar dan mengharap ganjaran, maka ia akan mendapat ganti surga. Surga itu sudah sama nilainya sebagai penghibur dan balasan janji terbaik bagi makhluk fana dengan seluruh kenikmatan dunia. Bahkan kata Nabi (ﷺ),
وَمَوْضِعُ سَوْطِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا
“Satu bagian kecil dari surga yang diperoleh oleh kalian di surga itu lebih baik dari dunia dan segala isinya.” (HR. Bukhari no. 2892).
2. Kenikmatan akhirat itu lebih kekal artinya selama-lamanya. Sedangkan kenikmatan dunia akan fana dan sirna. Oleh karenanya sedikit bagian saja di surga masih lebih baik dari dunia dan seisinya.” (lihat Syarh Riyadhus Sholihin, 1/234).
3. Surga itu adalah seagung-agungnya pengganti dari apa yang sirna dan hilang dari manusia.
4. Hadist ini memberikan pelajaran hidup yang berharga yang harus disadari oleh setiap insan bahwa di antara cobaan dan ujian hidup di dunia adalah hilangnya fungsi salah satu anggota tubuh manusia.
5. Allah Ta’ala menguji sebagian hamba-Nya pada penglihatannya bukan karena kurangnya ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun Allah Yang Maha Hikmah ingin menampakkan bagaimanakah kesabaran hamba tersebut. Pahala itu tergantung pada besarnya kesulitan dan ujian yang diderita.
Wallahu Ta’ala A’lam.
Referensi: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin rahimahullah dan Kitab Bahjatun Naadziriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy
[div class=”fawaid-hadis”]
Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.
“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabi ﷺ).
[/div]