ArtikelTafsir

Siapakah Orang-Orang Terbaik Setelah Para Nabi dan Rasul? 

Oleh: Prof. Dr. Abdussalam as Suhaimi hafizhahullah (guru besar Universitas Islam Madinah, pengajar di Masjid Nabawi)

Penerjemah: Amrullah Akadhinta 

Orang-orang terbaik setelah para nabi dan rasul dan yang paling bersih hatinya adalah para sahabat Rasulullah. Tidaklah mencintai mereka kecuali seorang mukmin, dan tidaklah membenci mereka kecuali seorang munafik.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu beliau berkata:

إنَّ اللهَ نظرَ في قلوبِ العبادِ، فوجدَ قلبَ محمدٍ ﷺ خيرَ قلوبِ العبادِ، فاصطفاه لنفسِه، فابتعثه برسالتِه، ثم نظرَ في قلوبِ العبادِ بعد قلبِ محمدٍ ﷺ، فوجدَ قلوبَ أصحابِه خيرَ قلوبِ العبادِ، فجعلهم وزراءَ نبيِّه ﷺ يقاتلون على دينِه، فما رآه المسلمون حسنًا فهو عند الله حسن، وما رآه المسلمون سيئًا فهو عند الله سيئ

“Sesungguhnya Allah melihat hati-hati para hamba. Lalu Dia mendapati hati Muhammad ﷺ sebagai hati yang paling baik di antara seluruh hamba. Maka Allah memilih beliau untuk diri-Nya dan mengutusnya dengan risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati-hati para hamba setelah hati Muhammad ﷺ, lalu Dia mendapati hati para sahabat beliau sebagai hati yang paling baik di antara seluruh hamba. Maka Allah menjadikan mereka sebagai para penolong Nabi-Nya ﷺ. Mereka berperang demi agama-Nya. Maka apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin (sahabat, pent), itulah yang baik di sisi Allah. Dan apa yang mereka pandang buruk, itulah yang buruk di sisi Allah.”

Atsar ini mauquf sampai kepada sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (no. 3600) dan lafaz tersebut miliknya, ath-Thabrani (9/118), dan disebutkan pula oleh Ibnul Qayyim dalam Al-Furusiyyah hlm. 299.

Para ulama menilai sanad atsar ini hingga Ibnu Mas’ud sebagai hasan, dan atsar ini masyhur di kalangan Ahlus Sunnah dalam menjelaskan keutamaan para sahabat radhiallahu ‘anhum.

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu adalah salah seorang sahabat yang paling luas ilmunya dan paling tinggi kedudukannya. Allah memenuhi hatinya dengan cahaya ilmu & iman. Karena itu, beliau memiliki banyak pendapat, ijtihad, dan ucapan hikmah yang jelas, yang Allah ilhamkan ke dalam hati dan lisannya, sebagaimana tampak dalam atsar ini.

Yang dimaksud dengan 

نظر في قلوب العباد»:

“Allah melihat hati-hati para hamba” 

Yakni bahwa Allah mengetahui dan menyaksikan apa yang ada di dalam hati mereka berupa keimanan, keikhlasan, dan kesiapan menerima kebenaran. Allah mengetahui segala rahasia dan apa yang tersembunyi di dalam dada. Bukanlah “melihat” di sini seperti cara makhluk melihat, tetapi sesuai dengan keagungan dan ilmu Allah yang sempurna.

Makna kalimat:

فوجد قلب محمد ﷺ خير قلوب العباد

“Allah mendapati hati Muhammad ﷺ sebagai hati yang paling baik di antara seluruh hamba” 

Yakni, bahwa Allah memilih Nabi-Nya ﷺ karena Dia mengetahui kesempurnaan penghambaan, keimanan, dan kejujuran yang ada pada beliau. Oleh sebab itu, beliau adalah makhluk yang paling utama dan paling sempurna.

Makna kalimat 

ثم نظر في قلوب العباد بعد قلب محمد ﷺ فوجد قلوب أصحابه خير قلوب العباد

“Kemudian Allah melihat hati-hati para hamba setelah hati Muhammad ﷺ, lalu Dia mendapati hati para sahabat beliau sebagai hati yang paling baik di antara seluruh hamba”

Yakni bahwa para sahabat Nabi ﷺ merupakan umat terbaik dan paling bersih hatinya setelah Nabi mereka. Karena itulah Allah memilih mereka untuk mendampingi Rasul-Nya, menolong agama-Nya, dan membawa syariat-Nya kepada generasi setelah mereka.

Oleh Sebab itu, Para Ulama Salaf Menjadikan Atsar ini Sebagai Dalil Tentang:

  • Keutamaan para sahabat radhiallahu ‘anhum.
  • Wajibnya mencintai mereka dan mendoakan keridhoan Allah bagi mereka.
  • Bahwa mereka adalah umat terbaik setelah Nabi ﷺ.
  • Bahwa mencela mereka berarti mencela generasi yang Allah pilih untuk menemani Rasul-Nya ﷺ.

Adapun perkataan beliau, 

فما رآه المسلمون حسنًا فهو عند الله حسن، وما رآه المسلمون سيئًا فهو عند الله سيئ

“Maka apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin (sahabat, pent), itulah yang baik di sisi Allah. Dan apa yang mereka pandang buruk, itulah yang buruk di sisi Allah.”

Banyak ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah ijmak (sepakat)  kaum muslimin atau apa yang disepakati oleh orang-orang beriman dan yang mendapat petunjuk. Bukan setiap sesuatu yang dianggap baik oleh manusia otomatis menjadi agama atau syariat.

Penjelasan Ulama Salaf

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan maknanya bahwa Allah, dengan rahmat dan karunia-Nya, memilih orang yang Dia ketahui layak menerimanya. Maka Allah memilih Nabi-Nya ﷺ, kemudian memilih para sahabat untuk beliau. Karena itu, mereka adalah generasi terbaik dan umat yang paling utama.

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu juga berkata:

من كان منكم مستنًّا فليستنَّ بمن قد مات، فإن الحي لا تؤمن عليه الفتنة، أولئك أصحاب محمد ﷺ، كانوا أبرَّ هذه الأمة قلوبًا، وأعمقها علمًا، وأقلها تكلفًا

“Barangsiapa di antara kalian ingin meneladani, hendaklah ia meneladani orang-orang yang telah meninggal, karena orang yang masih hidup belum aman dari fitnah. Mereka itulah para sahabat Muhammad ﷺ. Mereka adalah umat ini yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, dan paling sedikit sikapnya yang dibuat-buat…”

Kesimpulannya, atsar ini menjelaskan bahwa kemuliaan dan keutamaan para sahabat bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, tetapi merupakan pilihan Allah bagi mereka setelah Nabi-Nya ﷺ, berdasarkan ilmu-Nya tentang kesalehan hati, kekuatan iman, dan kesungguhan mereka dalam berlomba menuju kebaikan.

Wallohu a’lam

Sumber artikel asli di: https://x.com/i/status/2068440557442019428

Ustadz Amrullah Akadhinta ST

Beliau adalah Alumni S1 Teknik Sipil UGM, Alumni Ma'had Al-'Ilmi, | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial sebagai Pengasuh Twitulama. Ketua Yayasan Bimbingan Islam. Sekretaris KIPMI. Pembina Yayasan Muslim Merapi
Back to top button