Pertanyaan :

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ustadz, ana ada pertanyaan, kalau seorang muslimah shalat dirumah boleh tidak mengikat rambutnya di atas, jadi kalau pakai mukena terlihat seperti punuk onta. Sedangkan kalau keluar rumah kan memang tidak boleh, sah apa tidak ya sholat nya, syukron.

(Dari Fulanah Anggota Grup WA Bimbingan Islam  T06 G-23)

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sah shalatnya, namun lbh baik perbuatan tersebut dihindari krn Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

  فالله أحق من يتجمل له

“Sesungguhnya Allah itu yang paling berhak untuk seseorang berhias di hadapannya.” (Shahih Sunan Abu Dawud : 645).

Ketika kita mengetahui bahwa menggulung rambut di atas kepala disebutkan sebagai kebiasaan yang tidak baik, maka selayaknya kita menghindarinya terlebih ketika shalat. Disebutkan dalam Fatawa Islam no. 203020 :

فإذا صلت المرأة وهي لافة شعرها فوق رأسها على هيئة ما يُسمى بالكعكة فإن صلاتها صحيحة, بشرط أن يكون الشعر مستورًا؛ لأن شعر المرأة عورة تبطل الصلاة بظهوره, وتصفيف الشعر على هيئة الكعكة فوق الرأس وإن كان جائزًا في المفتى به عندنا كما في الفتوى رقم: 125604, فإن بعض العلماء يرى أنه مذموم شرعًا ومحرم وهو ما أفتت به اللجنة الدائمة والشيخ ابن عثيمين – رحمه الله تعالى – فقد جاء في فتاوى اللجنة الدائمة: وأما عمله كعكة فلا يجوز؛ لما فيه من التشبه بنساء الكفار، والتشبه بهن حرام، ولتحذير النبي صلى الله عليه وسلم عن ذلك بقوله صلى الله عليه وسلم: «صنفان من أهل النار لم أرهما بعد: قوم معهم سياط كأذناب البقر، يضربون بها الناس، ونساء كاسيات عاريات، مائلات مميلات، على رؤوسهن مثل أسنمة البخت المائلة، لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها، وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا» رواه أحمد ومسلم.

“Jika wanita shalat dan ia menggulung rambutnya ke atas kepala dg bentuk apa yang biasa disebut ka’ka’ (Gelungan-jawa), maka shalatnya sah dg syarat rambutnya tertutup, krn rambut merupakan aurat yg jika terbuka menybabkan batalnya shalat.

Meski hal ini boleh menurut mufti di sisi kami, namun sebagian ulama melarangnya sebagaimana tersebut dalam fatwa no. 125604, hanya saja sebagian ahli ilmu berpendapat hal itu tercela serta haram seperti yg difatwakan oleh Lajnah Daimah dan juga Syaikh Ibnu Utsaimin.

Tersebut dalam fatwa Lajnah Daimah : Adapun perbuatan mereka menggulng rambut di atas kepala maka tidak boleh karena itu merupakan bentuk menyerupai perbuatan wanita-wanita kafir dan juga Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkannya dengan bersabda :

Ada dua golongan penghuni Neraka, yang belum pernah aku lihat, yaitu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi. Mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, ia berjalan berlenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya) dan rambutnya seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium aroma Surga, padahal sesungguhnya aroma Surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.’ (Muslim : 2128).

Syaikh Ibnu Utsaimin juga berkata :

الشعر إذا كان على الرأس على فوق فإن هذا عند أهل العلم داخل في النهي أو في التحذير الذي جاء عن النبي صلى الله عليه وسلم في قوله : “صنفان من أهل النار

“Rambut jika diletakkan di atas kepala (digelung) maka hal ini menurut para hali ilmu termasuk ke dalam larangan atau peringatan yang datang dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau : ‘Dua golongan penghuni neraka … dst.” (Fatawal Mar’ah : 218). Wallahu a’lam

Konsultasi Bimbingan Islam

Abul Aswad Al Bayati