Niat Solat Sunah 2 Rokaat

Niat Solat Sunah 2 Rokaat

Pertanyaan :

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Salah satu resep ditolong Allah ketika mendapatkan musibah atau kabar tidak mengenakkan adalah shalat, Apa kah nama jenis solat sunnat tetsebut?

(Dari Hamba Alloh Anggota Grup WA Bimbingan Islam)

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبر كاته

Kesimpulan:

Sholat secara etimologis berarti berdoa, dan ketika kita sedang ditimpa problem pasti kita berdoa kepada Alloh agar dimudahkan dan dikuatkan dalam menghadapinya atau menyelesaikannya. Maka dengan kita sholat sunnah 2 rokaat -atau lebih- sebagai bentuk kepasrahan kita pada Dzat yang maha Berkuasa lagi maha Berkehendak, serta meyakini bahwa segala keputusanNya nanti adalah yang terbaik, merupakan tindakan yang tepat. Tidak perlu kita sibuk dengan nama jenis sholat tersebut.

Sesuaikan saja dengan waktunya, jika waktu dhuha, maka sekalian saja niatkan dengan sholat dhuha.

Lalu jauhi pula waktu-waktu terlarang dalam sholat, seperti setelah subuh sampai terbit matahari, atau setelah ashar.

Mengapa shalat?

Karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman dalam surat Al Baqarah: 45,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Dan mintalah pertolongan kepada Allāh dengan sabar dan dengan mengerjakan shalat. Sesungguhnya shalat itu amatlah besar kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

Inilah resep Nabi kita Shallallāhu ‘alayhi wa sallam, beliau mengerjakan shalat karena Allāh akan menolong kita, ketika kita mendekat kepada-Nya.

Kita akan ditolong oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla ketika kita mengingatnya, kita akan dijaga oleh Allāh pada saat kita menjaga hak-hak-Nya.

اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ

“Jagalah hak Allāh maka Allāh akan jaga dirimu.” (HR Tirmidzi)

Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

Oleh karena itu, ketika kita mendapatkan berita duka, berita yang mengagetkan, berita yang tidak menyenangkan maka segeralah ambil air wudhu lalu bertakbiratul ihramlah dan shalatlah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

Ibnu Abbas pernah berjalan disebuah jalan, lalu ada orang yang menghampirinya dan memberitahukan  bahwa saudaranya telah meninggal dunia.

Apa yang dilakukan beliau?

Beliau langsung menepi dan beliau langsung shalat dua raka’at lalu beliau memanjangkan shalat nya  berdoa kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, bersimpuh kepada Allāh lalu beliau mengucapkan salam beliau kembali ke tunggangannya dan beliau berjalan sambil membaca Al Baqarah ayat 45.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاة

“Mintalah pertolongan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan kesabaran dan dengan mengerjakan shalat.”

Dan inipun yang dilakukan oleh Nabi Ibrāhim ‘alayhissalām ketika harus menerima kenyataan bahwa istri tercintanya Sarah diambil oleh orang-orang penguasa Mesir dipisahkan darinya.

Apa yang dilakukan Nabi Ibrāhim ‘alayhissalām? Apakah beliau menghubungi manusia?

Dalam hadits Bukhari beliau ‘alayhissalām langsung mengerjakan shalat dua raka’at salam, dua raka’at salam, dua raka’at salam, sehingga Sarah tidak bisa dijamah oleh penguasa Mesir tersebut.

Ini adalah resep Nabawi, resep untuk orang-orang beriman, yakin tidak bahwa Allāh mampu menolong kita.

Kerjakanlah shalat dekatkan diri kepada Allāh, bukan justru menjauh dan justru kita lebih dekat kepada manusia ketika kita sedang mendapatkan masalah.

“Mintalah pertolongan kepada Allāh dengan sabar dan dengan mengerjakan shalat.”

َإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَـعِنْ بِاللهِ

“Jika anda meminta pertolongan mintalah pertolongan kepada Allāh, dan Allāh minta kita untuk mengerjakan shalat.” (HR Tirmidzi)

Yakinlah bahwa Allāh akan menolong kita dengan shalat kita tersebut jika sesuai dengan sunnah Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan dilakukan dengan penuh kekhusyukan penuh kerendahan dan penuh pengharapan kepada Allāh.

Allahu a’lam..

Wabillahit taufiq…

Konsultasi Bimbingan Islam

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah

CATEGORIES
Share This

COMMENTS