Khutbah Jumat

Berpikir Sebelum Share

إن الحمد لله، نحمدُه ونستعينُه ونستهديه وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، ونعوذُ باللهِ من شرورِ أنفسنا، ومن سيئات أعمالنا، من يهدِه الله فلا مضلَّ له، ومن يضلِلْه فلا هادي له، وأشهدُ أنْ لا إله إلا الله وحده لا شريكَ له، وأشهدُ أن محمداً عبده ورسوله. أما بعد:

فيا عباد الله، إني  أًوصي نفسي وإياكم بتقوى الله، فقد فاز المتقون الموحدون وخاب الكافرون المجرمون الفاسقون
فقد قال الله تعالى:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

أما بعد:
فإن أحسن الكلام كلام الله، وخيرَ الهدى هدى محمد صلى الله عليه وسلم، وشرَّ الأمورِ محدثاتُها، وكلَّ محدثة بدعةٌ، وكلَّ بدعة ضلالةٌ، وكلَّ ضلالة في النار

Kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah…

Diantara kenikmatan yang Allah berikan kepada kita di zaman ini adalah nikmat kemajuan teknologi, Seolah kegiatan sehari-hari sekarang terasa lebih mudah. Begitu pula dalam hal informasi, seseorang bisa dengan mudah mencari informasi dan berinteraksi dengan orang lain tanpa harus bersusah payah, cukup lewat media sosial yang bisa diakses dalam genggamannya.

Namun, ketika seorang tidak bijak dalam menggunakan media sosial, maka akan menimbulkan kemudharatan yang besar. Kita lihat banyaknya kemunkaran-kemunkaran yang disebar oleh orang-orang fasik setiap waktunya, mungkin ini bukanlah hal yang aneh, orang fasik menyebarkan sebuah kemunkaran.
Namun, yang sangat kita sayangkan, ketika ada orang yang bisa dibilang baik, ikut-ikutan menshare berita atau gambar atau video yang berisikan kemunkaran, bahkan sebagian mereka beralasan tujuan mereka menyebarkannya adalah agar manusia menjauhinya, padahal tanpa disadari dia ikut andil dalam menyebarkan kemunkaran tersebut. Ingat, niat tidak cukup tanpa amalan yang benar. Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah berkata:

Baca Juga:  Di Kala ‘Bumi Menjadi Lebih Sempit’

“hal yang sering disalahpahami orang tatkala dia merasa sesuatu memberikan kemanfaatan di dunia dan di akhirat, padahal mudharatnya jauh lebih besar”.

Seseorang yang menginginkan kemaslahatan saat membagikan sebuah informasi haruslah memahami fikihnya terlebih dahulu dan memikirkan dampak yang ditimbulkan dari perbuatannya, agar jangan sampai malah menimbulkan kemungkaran dan mudharat yang jauh lebih besar.

Kaum muslimin yang semoga dimuliakan Allah.

Kaedah yang harusnya diperhatikan oleh seorang muslim adalah tidak boleh mencari-cari kemungkaran, kewajiban seorang muslim adalah menutup kemungkaran yang dia ketahui bukan malah menyebarkan kemungkaran atau kemaksiatan yang ia lihat. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ القِيامَةِ

“Siapa yang menuntupi ‘aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.”

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah ﷻ

Menyebarkan kemungkaran tanpa memperhatikan kaedah syariat akan membuat kemungkaran tersebut menjadi sesuatu yang diremehkan. Bisa jadi ketika sebuah kemungkaran disebar, malah mempengaruhi orang-orang jahil yang sebelumnya tidak mengetahui kemungkaran tersebut untuk mengerjakannya. Terkadang setan membisikkan ke dalam hati sebagian orang, bahwasanya kemungkaran tersebut adalah hal yang biasa di masyarakat, padahal kebiasaan masyarakat tidak bisa merubah kemungkaran menjadi halal.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah ﷻ

Kita mendapati sebagian orang memiliki kebiasaan, ketika melihat gambar ataupun video yang berisikan kemungkaran maupun fitnah, bersegera menyebarkannya, namun melihat potongan video yang berisikan kebaikan, dia malas menyebarkannya. Na’udzubillah.

Oleh karenanya, kaum muslimin, hendaknya kita berhati-hati dalam setiap tindakan kita, baik dalam ucapan maupun perbutan. Berpikir terlebih dahulu sebelum share dalam sosial media.

أَقُولُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَلِيَّ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah II:

Baca Juga:  Tidak Ada Kata Terlambat Dalam Belajar

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى عِظَمِ نِعَمِهِ وَاِمْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شريكَ لَهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشَهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَخَلِيلَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمَاً كَثِيرَاً.
أما بعد:

Seseorang ketika melihat kemungkaran hendaklah ia cegah sesuai dengan aturan syariat jika ia sanggup. Jika ia tidak sanggup, maka hendaklah dia diam dan menutupi kemungkaran tersebut dan tidak menyebarkannya, kecuali kepada orang yang bisa merubah kemungkaran tersebut. Karena pada dasarnya dosa kaum muslimin hendaklah ditutup, dan kemungkaran hendaklah di hentikan penyebarannya. Asy-Syathibi berkata:

إِنَّ مِنَ الْحِكْمَةِ فِي تَأْخِيرِ هَذِهِ الْأُمَّةِ عَنْ بَاقِيَ الْأُمَمْ، أَنْ تَكُونَ ذُنُوبُهُمْ مَسْتُورَةً عَنْ غَيْرِهِمْ فَلَا يَطَّلِعُوا عَلَيْهَا كَمَا اطَّلَعُوا هُمْ عَلَى ذُنُوبِ مَنْ سَلَفَ

“Sesungguhnya diantara hikmah umat ini dijadikan sebagai umat yang terakhir, agar dos-dosa mereka tertutupi dari umat selain mereka, berbeda halnya dengan umat-umat sebelumnya, yang dosa-dosa mereka bisa dilihat oleh umat ini.”

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah ﷻ.

Kita sepakat bahwa kemungkaran dan kemaksiatan berisi banyak keburukan, sehingga tidak ada faedahnya untuk disebarkan, hal tersebut hanya akan membuat setan senang akan hal tersebut.

أَيُّهَا المؤمِنُوْن صَلُّوْا عَلَى نَبِيِّكُمْ فَقَدْ أَمَرَكُمُ الله بِهِ فَقَالَ:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتْ

اللَّهُمَّ رُدَّنَا إِلَيْكَ رَدًّا جَمِيلاً. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى وَجْهِكَ. الَّلهُمَّ رُدَّنَا إِلَيْكَ رَدًّا جَمِيلاً، وَلَا تَجْعَلْ فِينَا وَلَا بَيْنَنَا شَقِيًّا وَلَا مَحْرُومًا، الَّلهُمَّ اِجْعَلْنَا هُدَاةً مَهْدِيينَ غَيْرَ ضَالِّينَ وَلَا مُضِلِّينَ، اللَّهُمَّ اِحْمِ بِلَادَنَا وَسَائِرَ بِلَادِ الإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ مِنَ الفِتَنِ وَالمِحَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَن.

اللَّهُمَّ اِحْفَظْ لِبِلَادِنَا أَمْنَهَا وَإِيمَانَهَا وَاِسْتِقْرَارَهَا، الَّلهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِمَا تُحِبُ وَتَرْضَى، وَخُذْ بِنَاصِيَتِهِ لِلْبِرِّ وَالتَّقْوَى، وَاِجْعَلْهُ هَادِيًا مَهْدِيًّا، وَأَصْلِحْ بِهِ الْبِلَادَ وَالْعِبَادَ، الَّلهُم ارْفَعْ رَايَةَ السُّنَّةِ، وَاِقْمَعْ رَايَةَ البِدْعَةِ، الَّلهُمَّ احْقِنْ دِمَاءَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَوَلِّ عَلَيْهِمْ خِيَارَهُمْ وَاِكْفِهِمْ شَرَّ شِرَارِهِمْ.

اللهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اللهُمَّ أَكْثِرْ أَمْوَالَ مَنْ حَضَرُوا مَعَنَا، وَأَوْلَادَهُمْ، وَأَطِلْ عَلَى الْخَيْرِ أَعْمَارَهُمْ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِينَ، وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ. وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَآلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كثيرًا.

Disusun oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Jum’at, 26 Rabiul Akhir 1442 H / 11 Desember 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

Baca Juga:  Dzikir Setelah Shalat