Hukum Nifas Lebih Dari 40 Hari, Apakah Masih Dianggap Nifas?

Hukum Nifas Lebih Dari 40 Hari, Apakah Masih Dianggap Nifas?

Hukum Nifas Lebih Dari 40 Hari, Apakah Masih Dianggap Nifas?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum nifas lebih dari 40 hari, apakah masih dianggap nifas?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Afwan ustadz, izin bertanya.
Bagaimana batasan tentang darah nifas, jika setelah hari ke 47 masih keluar darah apakah masih termasuk nifas?

Syukron, ustadz.

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH Pekanbaru)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Syaikh Muhammad Ali Farkus menjawab permasalahan ini, beliau berkata:

فأقصى مُدَّةٍ تَنتظِرُها المرأةُ في النِّفاس إذا استمرَّ بها الدَّمُ أربعون يومًا؛ فلا تَدَعُ الصلاةَ بعد هذه المدَّةِ وتُعَدُّ مُستحاضةً، وهو مذهبُ جمهور العلماء؛ لحديثِ أمِّ سَلَمَةَ رضي الله عنها قالَتْ: »كَانَتِ المَرْأَةُ مِنْ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقْعُدُ فِي النِّفَاسِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً، لَا يَأْمُرُهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَضَاءِ صَلَاةِ النِّفَاسِ

“Waktu terlama bagi seorang wanita untuk menunggu masa nifasnya jika darah terus mengalir adalah 40 hari, seorang wanita tidak boleh meninggalkan sholat setelah lewat 40 hari dan dianggap mustahadhah (jika darah tetap mengalir), dan ini adalah madzhab mayoritas ulama.
(Dalilnya) karena ada hadis dari ummu salamah, beliau berkata: ((Dahulu salah seorang wanita dari istri-istri rasulullah ﷺ menunggu masa nifas selama 40 malam, dan nabi ﷺ tidak menyuruhnya untuk mengganti sholat)).”
(https://ferkous.com. Nomer fatwa :574).

Dari fatwa di atas, kita ambil kesimpulan masa terlama bagi seorang wanita mengalami nifas adalah 40 hari.
Lewat dari itu jika darahnya masih terus mengalir, maka dianggap darah istihadhah (darah penyakit, bukan haidh atau nifas), wajib mengerjakan sholat dan puasa, dan untuk sholat dia harus mengerjakan wudhu setiap kali masuk waktu sholat fardhu.

Wallahu a’lam

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 H / 12 November 2019 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS