FiqihKonsultasi

Bagaimana Bacaan Shalat Malam Di Jahr Atau Siir

Bagaimana Bacaan Shalat Malam Di Jahr Atau Siir

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Bagaimana Bacaan Shalat Malam Di Jahr Atau Siir, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Semoga Allah Ta’ala selalu memberikan Penjagaan dan nikmat sehat kepada Al Ustadz. 1. Izin bertanya ustadz, terkait bacaan Sholat malam, apakah di syariatkan untuk di Jahr kan atau di sirr kan ya ustadz? 2. adakah dzikir khusus setelah sholat malam ustadz.

    جزاك اللهُ خيراً

    Jawaban:

    وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
    بِسْـمِ اللّهِ

    Alhamdulillāh
    Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

    Iya sholat malam disyariatkan untuk dijahr terkadang dan terkadang disiirkan sebagaimana Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

    عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمُرَ عَائِشَةَ قَالَ قُلْتُ

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ صَوْتَهُ بِالْقِرَاءَةِ قَالَتْ رُبَّمَا رَفَعَ وَرُبَّمَا خَفَضَ

    “Dari Yahya bin Ya’mar dari Aisyah, (Ya’mar) Berkata, saya berkata, “Apakah Rasulullah ﷺ mengeraskan suaranya ketika membaca Al-Qur’an?” (Aisyah) Berkata, “Terkadang beliau mengeraskannya dan terkadang merendahkannya.” (HR Ahmad no: 25203)

    Kedua doa setelah sholat malam.

    Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

    “Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim no. 757).

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

    “Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.” (HR. Bukhari no. 6321 dan Muslim no. 758).

    Kita dibebaskan dalam doa nya kita minta yang kita butuhkan.

    Wallohu a’lam.

    Dijawab dengan ringkas oleh: 
    Ustadz Fikri hilabi, Lc. حافظه الله

    Back to top button