Apakah Iblis Berasal dari Golongan Malaikat? Ini Penjelasan Al-Qur’an dan Hadist

Bismillah, walhamdulillah, was-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah.
Persoalan mengenai asal-usul Iblis memang seringkali memicu kerancuan. Sebagian mengira Iblis adalah salah satu kabilah dalam Malaikat. Ada pula yang berpendapat bahwa Iblis adalah satu-satunya jin yang tersisa di bumi setelah Allah memerintahkan para malaikat membinasakan penghuni bumi sebelum penciptaan manusia—yakni bangsa jin—karena mereka menebar kerusakan dan melakukan pertumpahan darah. Namun, jika kita merujuk pada hujah yang kokoh dari Al-Qur’an dan Sunnah, kebenaran akan terungkap dengan jelas.
Berdasarkan penjelasan dari laman Islamqa.info (Fatwa no. 8976), berikut adalah poin-poin penjelasannya:
Iblis Adalah Bangsa Jin
Jawaban paling mendasar telah Allah sebutkan secara eksplisit tanpa keraguan sedikitpun dalam firman-Nya:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ12
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah3 mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi: 50).
Ayat ini adalah pemutus perkara (fashl) bahwa secara asal usul penciptaan, Iblis berasal dari bangsa jin, bukan bangsa malaikat.
Perbedaan Unsur Penciptaan
Secara hakiki, malaikat dan jin diciptakan dari materi yang sangat berbeda. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits shahih:
خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ
“Malaikat diciptakan dari cahaya, sedangkan jin diciptakan dari nyala api yang tidak berasap.” (HR. Muslim).
Mengingat Iblis sendiri mengakui di hadapan Allah bahwa ia diciptakan dari api (“Engkau ciptakan aku dari api” – QS. Al-A’raf: 12), maka mustahil secara logika syar’i bagi Iblis untuk dikategorikan sebagai malaikat yang tercipta dari cahaya.
Sifat Maksum Malaikat vs Sifat Iblis
Malaikat diciptakan Allah tanpa memiliki keinginan untuk bermaksiat. Allah mensifati malaikat dengan:
لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“…yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6).
Sementara itu, Iblis memiliki sifat sombong, memiliki kehendak bebas (free will) untuk memilih antara taat atau ingkar, dan ia memiliki keturunan. Ciri-ciri ini adalah karakteristik bangsa jin, bukan malaikat.
Menjawab Keraguan, Mengapa Iblis Masuk dalam Perintah Sujud yang Ditujukan Kepada Malaikat ?
Munculnya anggapan bahwa Iblis adalah malaikat seringkali bersumber dari ayat yang berbunyi,
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
“Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya, kecuali Iblis.” (QS. Al-Baqarah: 34).
Sekilas, pengecualian ini memang tampak seolah menegaskan bahwa Iblis termasuk bagian dari malaikat. Namun, benarkah demikian maknanya?
Syaikh Sulaiman Al-Asyqar dalam ‘Alamul Jin wasy Syayathin (Alam Jin dan Setan) menjelaskan bahwa pengecualian Iblis pada ayat di atas bukan pengecualian yang menyatukan, melainkan pengecualian yang terputus (istitsna’ munqathi’). Artinya, objek yang dikecualikan (mustatsna) tidak termasuk dalam kelompok yang disebut sebelum pengecualian (mustatsna minhu). Beliau menegaskan:
وما احتجوا به من أن الله استثنى إبليس من الملائكة … ليس دليلاً قاطعاً، لاحتمال أن يكون الاستثناء منقطعاً، بل هو كذلك حقا، للنصّ على أنّه من الجن في قوله تعالى: (وإذ قلنا للملائكة اسجدوا لآدم فسجدوا إلاَّ إبليس كان من الجن ففسق عن أمر ربه … ) [الكهف: ٥٠] .
“Argumen yang mereka gunakan bahwa Allah mengecualikan Iblis dari golongan Malaikat… bukanlah dalil yang pasti (qath’i), karena adanya celah bahwa pengecualian pada ayat tersebut bersifat terputus (istitsna’ munqathi’). Bahkan, kenyataannya memang demikian (terputus), karena adanya nash (teks yang jelas) yang menyatakan bahwa dia berasal dari golongan jin, sebagaimana firman Allah Ta’ala: (Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya…) (QS. Al-Kahfi: 50).
Para ulama, seperti Hasan Al-Bashri rahimahullah, menjelaskan bahwa:
لم يكن إبليس من الملائكة طرفة عين
“Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap mata pun.” (Al-Bidayah wan Nihayah 1/79)
Namun, sebelum ia membangkang, Iblis adalah jin yang sangat tekun beribadah sehingga ia diangkat posisinya hingga berada di tengah-tengah malaikat.
Maka, ketika perintah sujud turun kepada para malaikat, Iblis ikut terkena perintah tersebut karena ia berada di sana. Namun, kesamaan tempat (majlis) tidak berarti kesamaan jenis penciptaan.
Perbandingan Karakteristik Antara Malaikat dan Iblis
| Aspek Perbedaan | Malaikat | Iblis (Jin) |
| Asal Penciptaan | Cahaya (Nur) | Api (Nar) |
| Sifat Dasar | Maksum (Tidak Bermaksiat) | Memiliki Pilihan (Bisa Maksiat) |
| Keturunan | Tidak Beranak Pinak | Beranak Pinak dan Memiliki Istri |
| Kebutuhan Fisik | Tidak Makan dan Minum | Makan dan Minum |
Kesimpulan
Iblis bukanlah malaikat yang membangkang, melainkan golongan jin yang awalnya saleh namun berakhir tragis karena penyakit kesombongan. Kisah Iblis adalah pelajaran abadi bagi kita: bahwa tinggi dan banyaknya ibadah seseorang tidak menjamin keselamatan jika di dalam hatinya terselip sebesar biji sawi kesombongan terhadap perintah Allah. Mari kita berlindung kepada Allah dari sifat angkuh yang telah menghancurkan Iblis.
Wallahu Ta’ala A’lam.
Ditulis Oleh: Ustadz Ahmad Anshori, Lc., M.Pd.