Faedah Hadist

Fawaid Hadist #57 | Kemuliaan Zikir “Hasbunallah wa Ni’mal Wakiil”

Fawaid Hadist #57 | Kemuliaan Zikir “Hasbunallah wa Ni’mal Wakiil”

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #57 | Kemuliaan Zikir “Hasbunallah wa Ni’mal Wakiil”. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

عن ابْنِ عَبَّاس رضي اللَّه عنهما قال : «حسْبُنَا اللَّهُ ونِعْمَ الْوكِيلُ قَالَهَا إبْراهِيمُ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم حينَ أُلْقِى في النَّارِ ، وَقاالهَا مُحمَّدٌ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم حيِنَ قَالُوا: «إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إيماناً وقَالُوا : حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوكِيلُ »

وفي رواية له عن ابْنِ عَبَّاسٍ رضي اللَّه عنهما قال : « كَانَ آخِرَ قَوْل إبْراهِيمَ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم حِينَ ألْقِي في النَّارِ « حسْبي اللَّهُ و وَنِعمَ الْوَكِيلُ » .

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma, ia berkata bahwa “hasbunallah wa ni’mal wakiil” adalah perkataan Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam ketika beliau dilemparkan ke dalam api. Sedangkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kalimat tersebut dalam ayat,

إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari no. 4563)

Dalam riwayat Bukhari pula dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : Ucapan Nabi Ibrahim yang terakhir sekali ketika beliau dilemparkan ke dalam api yaitu: Hasbiallah wa ni’mal wakil artinya: “Cukuplah Allah itu sebagai penolongku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.”
[/div]


Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah-faedah berharga, di antaranya;

1. Kalimat zikir “Hasbunallah wa Ni’mal Wakiil” termasuk dzikir sederhana, namun mengandung makna yang luar biasa. Dzikir ini menandakan tentang keutamaan dan kemuliaan bertawakal dan petingnya hal ini bagi setiap hamba, yaitu ia hanya bertawakal pada Allah Ta’ala, pasrah pada-Nya, dan menjadikan-Nya sebagai tempat bersandar dalam segala urusan, lebih lagi dalam masalah pelik dan susah.

2. Mengambil pelajaran berharga dan contoh yang sangat baik dari para Rasul yang dekat dengan Allah Ta’ala, bagaimana mereka menghadapi keadaan dan situasi yang sangat sulit dan berbahaya di dunia ini dengan doa dan bertawakal pada Allah Ta’ala. Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad ‘alaihimus shalatu was salam adalah khalilurranman (kekasih Allah ‘Azza wa Jalla), mereka adalah utusan terbaik dan paling berat cobaannya dari sekian para Nabi.

3. Petunjuk dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada para sahabatnya agar mereka rujuk (kembali) pada Allah Ta’ala, bersandar pada-Nya, sadar bahwa tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari-Nya. Kalimat “hasbunallah” adalah tanda bahwa hamba benar-benar butuh pada Allah Yang Mahapemurah dan itu sudah amat pasti. Lalu tidak ada keselamatan kecuali dari dan dengan pertolongan Allah Ta’ala. Tidak ada tempat berlari kecuali pada Allah Yang Mahakuasa.

4. Info sangat penting bahwa musuh-musuh para Rasul selalu berusaha mendatangkan gangguan dan bahaya dalam jalan dakwah, juga tentunya hal ini akan berimbas kuat pada para pengikut setia para Nabi, ini adalah sunnatullah bahwa kebenaran dan kebatilan tidak akan bergandengan dan selalu bertentangan sejak dulu kala sampai hari kiamat.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin dan Kitab Bahjatun Naadziriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=”fawaid-hadis”]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabi ﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button