Artikel

Memaksimalkan Ketaatan Pada Sepuluh Hari yang Penuh Berkah

Memaksimalkan Ketaatan Pada Sepuluh Hari yang Penuh Berkah

Oleh : Syaikh Prof. Dr. ‘Ashim Al-Qaryuthi -hafidzahullah-

Allah Ta’ala telah mengutamakan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah atas seluruh hari lainnya dalam setahun. Allah menjadikan amal di dalamnya lebih utama, lebih suci, dan lebih besar pahalanya dibandingkan amal di hari-hari lainnya. Nabi ﷺ memerintahkan kita untuk memperbanyak tasbih, tahmid, dan takbir di hari-hari tersebut.

Nabi ﷺ bersabda:

“ما العمل في أيام العشر أفضل من العمل في هذه”. قالوا: ولا الجهاد؟ قال: “ولا الجهاد، إلا رجل خرج يخاطر بنفسه وماله، فلم يرجع بشيء”

“Tidak ada amal yang lebih utama di sisi Allah daripada amal yang dilakukan pada hari-hari ini (sepuluh hari Dzulhijjah).”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bahkan tidak juga jihad?”
Beliau menjawab: “Bahkan tidak juga jihad, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan sesuatu pun.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat Ath-Thabarani dengan sanad yang jayyid disebutkan:

“مَا من أَيَّام أعظم عِنْد الله وَلَا أحب إِلَى الله الْعَمَل فِيهِنَّ من أَيَّام الْعشْر فَأَكْثرُوا فِيهِنَّ من التَّسْبِيح والتحميد والتهليل وَالتَّكْبِير”.

“Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai oleh-Nya untuk beramal selain sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir pada hari-hari itu”

Nabi ﷺ juga bersabda:

ما من عمل أزكى عند الله عز وجل، ولا أعظم أجراً من خير يعمله في عشر الأضحى”. قيل: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: “ولا الجهاد في سبيل الله عز وجل، إلا رجل خرج بنفسه وماله، فلم يرجع من ذلك بشي”

“Tidak ada amal yang lebih suci di sisi Allah Azza wa Jalla dan lebih besar pahalanya daripada kebaikan yang dilakukan di sepuluh hari Adha.”
Para sahabat bertanya: “Bahkan tidak juga jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab: “Bahkan tidak juga jihad di jalan Allah Azza wa Jalla, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan sesuatu pun.” (HR. Ad-Darimi; sanadnya hasan sebagaimana dalam Irwa’ Al-Ghalil)

Dalam Shahih Bukhari secara mu’allaq disebutkan:
Ibnu Abbas berkata:

واذكروا الله في أيام معلومات

“Dan ingatlah Allah di hari-hari yang diketahui.”
Yang dimaksud adalah hari-hari sepuluh Dzulhijjah.
Sedangkan و الأيام المعدودات “hari-hari yang dihitung” adalah hari-hari Tasyriq.

Dahulu Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar ke pasar pada hari-hari sepuluh Dzulhijjah sambil bertakbir, dan orang-orang pun ikut bertakbir mengikuti takbir mereka.
Muhammad bin Ali juga bertakbir setelah shalat sunnah.

Said bin Jubair, apabila memasuki sepuluh hari Dzulhijjah, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah dengan kesungguhan yang luar biasa hingga hampir tidak kuat melakukannya.

Di antara sepuluh hari tersebut terdapat hari Arafah, yaitu hari yang disaksikan (Masyhud)
Disunnahkan berpuasa pada hari Arafah karena sabda Nabi ﷺ:

“‌يكفر السنة الماضية والباقية”

“Puasa pada hari Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Dalam sepuluh hari ini juga terdapat pelaksanaan ibadah haji, umrah, penyembelihan hewan kurban, dan ibadah-ibadah lainnya yang terkait dengan manasik haji.

Adapun mengenai perbandingan antara sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan sepuluh hari terakhir Ramadhan, mana yang lebih utama, maka Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya tentang hal tersebut dan menjawab,

أيام عشر ذي الحجة أفضل من أيام العشر من رمضان، والليالي العشر الأواخر من رمضان أفضل من ليالي عشر ذي الحجة.

“Sepuluh hari Dzulhijjah lebih utama daripada sepuluh hari Ramadhan, sedangkan malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan lebih utama daripada malam-malam sepuluh hari Dzulhijjah.”

Lantas Ibnul Qayyim rahimahullah mengomentari pendapat gurunya tersebut:

وإذا تأمل الفاضل اللبيب هذا الجواب وجده شافيا كافيا, فإنه ليس من أيام العمل فيها أحب إلى الله من أيام عشر ذي الحجة ، وفيها يوم عرفة، ويوم النحر ويوم التروية, وأما ليالي عشر رمضان فهي ليالي الإحياء التي كان رسول الله يحييها كلها ، وفيها ليلة خير من ألف شهر, فمن أجاب بغير هذا التفصيل لم يمكنه أن يدلي بحجة صحيحة”.

“Jika orang yang cerdas dan cermat memperhatikan jawaban ini, niscaya ia akan menemukannya sebagai jawaban yang memadai dan mencukupi. Karena tidak ada hari-hari yang amal di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari Dzulhijjah karena di dalamnya terdapat hari Arafah, hari Nahr (Idul Adha), dan hari Tarwiyah.

Adapun malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan adalah malam-malam yang dihidupkan oleh Rasulullah ﷺ seluruhnya karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka siapa yang menjawab selain dengan rincian ini, tentu akan kesulitan memberikan alasan yang tepat”

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam kitab Fath al-Bari berkata :

والذي يظهر أن السبب في امتياز عشر ذي الحجة لمكان اجتماع أمهات العبادة فيه, وهي الصلاة والصيام والصدقة والحج ولا يتأتى ذلك في غيره .

“Yang tampak adalah bahwa keistimewaan sepuluh hari Dzulhijjah karena terkumpulnya pokok-pokok ibadah di dalamnya, yaitu salat, puasa, sedekah, dan haji, dan itu tidak bisa didapati pada selainnya.”

Penutup:

Sudah sepantasnya bagi kita pada hari-hari sepuluh ini untuk bertobat dengan tobat yang sebenar-benarnya, menjaga salat pada waktunya, berjamaah bagi laki-laki, menjauhi hal-hal yang haram, dan memanfaatkan seluruh pintu kebaikan:

– Zikir kepada Allah, khususnya tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir,
– Membaca Al-Qur’an,
– Berdoa,
– Bersedekah,
– Berbakti kepada orang tua,
– Menyambung silaturahmi,
– Amar ma’ruf nahi munkar,
– Menggali sumur,
– Membangun masjid,
– Menanggung anak yatim, janda, dan penuntut ilmu,
– Dan selainnya dari bentuk-bentuk kebaikan dan jalan-jalan ketaatan. Termasuk di dalamnya puasa selama sembilan hari pertama. Di antara yang berpuasa pada sepuluh hari ini adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Hasan, Ibn Sirin, dan Qatadah, serta ini merupakan pendapat mayoritas ulama.

Ya Allah, berilah kami taufik untuk melakukan kebaikan, dan jauhkan kami dari jalan-jalan kemungkaran.

Semoga bermanfaat baarakallahufikum

Diterjemahkan oleh: Tim Syariah Bimbingan Islam

Back to top button