Faedah Hadist

Fawaid Hadist #110 | Perjuangan Berjalan Ke Masjid Untuk Ibadah

Fawaid Hadist #110 | Perjuangan Berjalan Ke Masjid Untuk Ibadah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #110 | Perjuangan Berjalan Ke Masjid Untuk Ibadah. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

عَنْ أَبِي الْمُنْذِرِ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَجُلٌ لَا أَعْلَمُ رَجُلًا أَبْعَدَ مِنَ الْمَسْجِدِ مِنْهُ، وَكَانَ لَاتُخْطِئُهُ صَلَاةٌ فَقِيْلَ لَهُ، أَوْ فَقُلْتُ لَهُ: لَوْ اشْتَرَيْتَ حِمَارًا تَرْكَبُهُ فِي الظَّلْمَاءِ، وَفِي الرَّمْضَاءِ فَقَالَ: مَا يَسُرُّنِي أَنَّ مَنْزِلِي إِلَى جَنْبِ الْمسْجِدِ، إِنِّي أُرِيدُ أَنْ يُكْتَبَ لِي مَمْشَايَ إِلَى الْمَسْجِدِ، وَرُجُوْعِي إِذَا رَجَعْتُ إِلَى أَهْلِي، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « قَدْ جَمَعَ اللهُ لِكَ ذَلِكَ كُلَّهُ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ. وَفِي رِوَيَةٍ: إِنَّ لَكَ مَا احْتَسَبْتَ.

Dari Abu Al-Mundzir Ubay bin Ka’ab radhiyallahu anhu, dia berkata, “Ada seseorang yang sepanjang pengetahuanku, tidak ada seseorang pun yang lebih jauh rumahnya dari masjid dibanding rumahnya, dan ia tidak pernah tertinggal shalat berjamaah di masjid.

Kemudian ada seseorang yang mengatakan, atau aku katakan kepadanya, “Seandainya kamu membeli seekor keledai yang dapat kamu naiki ketika hari masih gelap atau waktu panas terik?”

Dia menjawab, “Aku tidak ingin rumahku berdekatan dengan masjid, kerana aku ingin setiap langkahku berangkat pergi ke masjid dicatat sebagai kebaikan begitu pula langkah-langkah kepulanganku.”

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengumpulkan semua catatan kebaikan itu bagimu.” (HR. Muslim, no. 663).

[/div]

Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

1. Kisah perjuangan seorang sahabat Nabi yang rumahnya jauh dari masjid, tapi tidak pernah ketinggalan berjama’ah di masjid, ia selalu berharap setiap langkahnya itu dicatat sebagai pahala di sisi Allah Ta’ala, baik keberangkatannya ke masjid maupun kepulangannya. Hal ini menunjukkan semangat dan kesungguhan para sahabat dalam beribadah dan beramal sholeh.

2. Sebagian sahabat Nabi menginginkan rumahnya jauh dari masjid, karena kalau dekat, ia menilai langkahnya tidak banyak dan belum mendapatkan keutamaan yang maksimal, ia selalu berharap kepada Allah Ta’ala agar setiap langkahnya dicatat disisi Allah Ta’ala baik pergi maupun kepulangannya, yang kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kabar gembira atas usaha ini dengan sabdanya, “Allah Ta’ala telah mengumpulkan semua catatan kebaikan itu bagimu.”

3. Faedah berharga bahwa banyaknya langkah menuju ke masjid, merupakan jalan-jalan kebaikan, jika seseorang selalu berharap hanya kepada Allah Yang Maha Pemurah.

4. Saling menasehati di antara kaum muslimin dengan saling mengingatkan antar mereka dengan jujur penuh ketulusan tentang kebaikan dan perkara yang lebih maslahat bagi saudaranya dalam masalah tertentu.

5. Setiap insan akan mendapatkan pahala dan balasan terbaik sesuai kadar ketulusan niat, cara yang benar dan tujuan baiknya untuk Akhirat dalam beramal.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=fawaid-hadis]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button