KonsultasiUmum

Bagaimana Menyembuhkan Hati Yang Buta Dan Tuli

Bagaimana Menyembuhkan Hati Yang Buta Dan Tuli

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Bagaimana Menyembuhkan Hati Yang Buta Dan Tuli, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Bagaimana cara menyembuhkan hati yang buta dan tuli?

    جزاك اللهُ خيراً

    Jawaban:

    وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
    بِسْـمِ اللّهِ

    Alhamdulillāh
    Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

    Hati yang mati, hati yang tertutup, hati yang tidak bisa menerima kebenaran salah satu sebab terbesarnya adalah kemaksiatan kepada Allah Ta’ala, baik itu berupa kesyirikan, kebid’ahan ataupun kemaksiatan-kemaksiatan lainnya.

    Untuk menyembuhkannya, yang pertama kali dilakukan adalah berlepas diri dari kemaksiatan-kemaksiatan tersebut. Selanjutnya, ada beberapa langkah dan sebab yang dapat dilakukan seorang hamba untuk meraih kesembuhan hati dan menjadikannya lapang dan mudah menerima kebenaran. Diantaranya:

    Pertama, mengesakan Allah Ta’ala dan mengikhlaskan agama hanya kepada-Nya.

    Kedua, cahaya yang Allah Ta’ala karuniakan ke dalam hati hamba-Nya.

    Ketiga, menuntut ilmu yang bermanfaat.

    Keempat, kembali kepada Allah Ta’ala dan menghadap kepada-Nya dengan sebaik-baik kondisi.

    Kelima, konsisten di dalam berzikir (mengingat Allah Ta’ala).

    Keenam, berbuat baik kepada hamba-hamba Allah Ta’ala.

    Ketujuh, keberanian dan kuatnya hati.

    Kedelapan, menjauhkan diri dari penyakit-penyakit hati dan racun-racunnya.

    Kesembilan, meninggalkan berlebih-lebihan di dalam semua aspek kehidupan.

    Kesepuluh, mengikuti petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sebaik-baiknya.

    Untuk lebih detail dan lengkapnya, silahkan baca artikel berjudul “Sepuluh Kunci Meraih Lapang Dada.” yang kami tulis di website muslim.or.id dan merupakan terjemahan dari salah satu karya Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Albadr Hafidzahumallahu Ta’ala.

    Dijawab dengan ringkas oleh: 
    Ustadz Muhammad Idris, Lc. حافظه الله

    Back to top button